Michael a.k.a Survivor #9

Kisah Awal Basketku

Yaaa,,,,, pada awalnya saya mengenal basket dari awal masuk SMP. Saya dulu sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan yang namanya “Basket”. Karna saya lebih tertarik dengan sepak bola dari kecil sampai sekarang sih sebenarnya… (hehehe)

Sedikit bercerita, sebenarnya orang tua saya juga adalah seorang pemain basket yang menjadi pemain andalan pada saat SMA di jamannya. Naah, saya sempat berpikir untuk melanjutkan prestasi & bakat dari mamah saya tersebut. Akan tetapi, pada saat saya masuk SMP, saya mencoba untuk memulai bermain basket. Dulu saya untuk drible pun tidak bisa, peraturan-peraturan yang buuaannyyaaak di basket pun saya tidak tahu sama sekali. Sampai pada akhirnya saya mencoba ikut kegiatan ekstrakurikuler basket di SMP saya. Mencoba memulai sesuatu yang baru itu memang sulit, akan tetapi jika kita mempunyai niat untuk memulai hal tersebut saya yakin kita bisa melakukannya. Di awal kegiatan ekstrakurikuler basket itu, saya diajarkan cara bermain basket yang baik & bagus oleh guru olahraga saya waktu SMP itu yang juga menjadi pelatih kepala tim basket saat SMP. Ketika itu, saya merasa seperti tidak terpakai, tidak dipedulikan, dan merasa bahwa saya adalah pemain “amatir” yang terbuang oleh beliau. Saya tidak masuk tim basket utama bahkan juga tidak masuk dalam tim-tim basket lainnya saat itu (karna murid yg banyak tim basket pun sampai tim C). Saya pun merasa putus asa dan lebih memilih untuk ikut ekstrakurikuler sepak bola. Setahun berlalu, kelas 2 SMP saya kembali mencoba untuk berusaha supaya bisa masuk ke dalam tim utama sekolah saat itu. Akan tetapi, lagi dan lagi saya gagal untuk hal itu. Kembali saya memutuskan untuk bermain sepak bola sampai saya lulus SMP.

Setelah lulus SMP, saya ingin dan disuruh orang tua untuk melanjutkan SMA di kota Yogyakarta. Saya memilih untuk masuk salah satu SMA negeri di SMA Yogyakarta, akan tetapi karena pendataan untuk masuk SMA negeri sudah di tutup saya memutuskan untuk kembali ke kota Sampit, kota di mana saya memasuki awal kehidupan yang baik & berkualitas. Sampai-sampai teman SMP saya yang bernama Reinhard Eduardo Mozes yang sekolah di SMA Budya Wacana Yogyakarta membujuk saya agar masuk SMA dia juga. Namun saya tetap memilih untuk kembali ke kota Sampit. Setelah berlibur di Yogyakarta itu pun, saya kembali ke Sampit dan masuk SMA yang juga satu yayasan dengan SMP saya dulu. Di sana lumayan banyak dapat teman baru juga. Dan anehnya, teman-teman saya yang masuk dalam tim utama basket di SMP juga masuk di SMA yang sama, yaitu SMA Katolik Taruna Jaya Sampit. Hal ini semakin memotivasi diri saya untuk kembali mencoba bermain basket. Hari demi hari pun berlalu. Sampai pada akhirnya diumumkan bahwa ada ekstrakurikuler basket di sekolah, saya pun mengikutinya. Dengan seorang teman saya yang bernama Septiadi Kurniawan atau yang sering dipanggil Adi itu, kami mencoba dan meyakinkan diri masing-masing bahwa kami bisa masuk ke dalam tim utama basket di SMA kami itu. Dengan berangkat selalu bersama (maklum dia pake motor, jadi saya dijemput dia trus :D) kami ikut latihan perdana sore itu. Dengan bermodalkan nekat dan keberanian, kami pun latihan sore itu di lapangan basket yayasan kami. Awalnya kami memang tidak diperhitungkan oleh teman-teman yang dulunya masuk tim utama di SMP. Namun kami tetap mencoba dan terus mencoba. Sampai pada akhir latihan, dipilihlah beberapa dari kami untuk masuk tim utama SMA. Yang mengejutkan adalah, saya & teman saya (Adi) terpilih masuk dalam tim utama SMA. Kami pun semakin rajin dan giat latihan untuk membuktikan bahwa kami bisa mempertanggungjawabkan keputusan pelatih kami saat itu. Sedikit mengenai pelatih, dia adalah orang yang santai tetapi serius apabila dalam sebuah latihan basket kami. Pelatih yang sering kami panggil “Coach” itu bernama Jerry Sandy. Dan berkat “Coach” inilah saya bisa bermain basket. 😀

Saat itu tahun 2009, tepatnya pada bulan Oktober akhir atau November awal saya tidak ingat betul kapan diadakan sebuah pertandingan basket antar SMA dalam rangka memperingati HUT salah satu SMA negeri di kota Sampit. Kami pun ikut mengambil bagian dari event tersebut. Tetapi, karena tim baru terbentuk dan masih kurang padunya antara yang satu dengan yang lain serta belum adanya ‘chemistry’ diantara kami 1 tim waktu itu, akhirnya kami pun mengalami kekalahan. Saat itu saya hanya bermain kurang lebih hanya 2 atau 3 menit. Karna saat itu saya masih belum terlalu bisa untuk bermain basket. Kami pun tidak putus asa. Coach pun mengevaluasi hal yang telah kami lakukan dalam pertandingan itu. Kami memutuskan untuk berusaha dan berlatih dengan lebih keras lagi. Dengan sabar, coach pun melatih kami dan melatih saya & Adi supaya menjadi seorang ‘pemain’ yang benar-benar bisa diandalkan. Hingga puncak kegemilangan kami pada tahun 2009 adalah menjadi juara 1 POPKAB dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, khususnya saya yang mendapat title pertama untuk SMA kami. Minggu demi minggu, bulan demi bulan pun berlalu, hingga tahun pun berganti.

Pada tahun 2010, kami pun menjadi tim yang baru dengan bergabung dengan angkatan 1 tahun di bawah kami. Sehingga menjadi squad yang cukup bagus saat itu. Mulai tahun inilah saya mulai dipercaya oleh coach untuk bermain dalam tim dengan porsi waktu yang cukuo banyak sebagai “Sixth Man Player” bagi tim kami. Banyak event yang kami ikuti tahun itu, dan juga mulai mendapatkan banyak title juara lagi. Pada tahun ini, kami mencoba mengikuti event yang lebih besar di kota Palangka Raya dengan dukungan dari banyak pihak kami pun ikut dalam event tersebut. Dengan susah payah kami mencoba mengumpulkan dana dan mencari sponsor untuk mendukung pendanaan dan transportasi kami ke kota Palangka Raya tersebut. Kami pun sambil berlatih dengan keras untuk mencapai hasil yang terbaik dalam event itu. Event tersebut bernama KBL (Kalteng Pos Basketball League) yang mungkin setara dengan DBL. Maklum Kalimantan Tengah belum masuk dalam rencana DBL tahun itu. Akhirnya kami pun berangkat dengan semangat. Dengan mengirimkan 2 tim, yaitu putra dan putri. Pertandingan pun berlangsung…. Sampai pada akhirnya kami melawan juara bertahan tahun sebelumnya. Kami pun dengan penuh semangat yang tinggi dan support yang luar biasa dari coach, kami berhasil menang melawan juara bertahan itu. Tentunya, masuk koran KalTeng Pos dong dan di beri judul yang sangat besar pada koran itu, yaitu ” JUARA BERTAHAN TUMBANG” 😀    Kami pun cukup bangga dengan pencapaian hal itu. Tetapi pada babak semi final, tim putra dan tim putri kami sama-sama kalah. Akhirnya kami pun hanya menjadi juara ketiga pada event yang baru pertama kali kami ikuti tersebut. Sesuatu hal yang fantastis namun juga sedikit menyedihkan karena kalah pada saat semi final, dalam benak saya mengatakan yang demikian. Kembali kami berlatih dengan semangat yang tinggi dan tentunya dari dukungan berbagai pihak untuk kembali menunjukkan bahwa SMA kami sangat patut diperhitungkan.

Pada tahun 2011, hampir semua event yang kami ikuti berbuah dengan kemenangan dan tentunya juara 1. Tahun ini gelar juara tidak pernah lepas dari tangan kami. Karena dengan squad yang sama pada tahun sebelumnya dan chemistry yang sudah sangat baik dan bagus diantara kami. Sehingga kami tidak kesulitan lagi untuk memahami karakter dari masing-masing individu dalam tim. Kekalahan hanya kami dapatkan pada saat event antar mahasiswa dan pelajar SMA. Tapi kalahnya kami pun masih menjadi juara 2 dan karena lapangan yang tidak begitu memungkinkan untuk sebuah pertandingan final (lapangan licin karna bekas hujan, maklum Sampit belum punya indoor basket). Tetapi kami tetap bangga dengan segala pencapaian yang telah kami dapatkan. Sampai akhirnya kami masuk ke kelas 3, tepatnya pertengahan tahun 2011. Cerita menariknya ada di bagian sini, jadi abca terus yaa.. (hehehe). Pada awal kami masuk di kelas 3, kami telah berencana kembali mengikuti event KBL 2011 karna kami meyakini bahwa kami tahun ini bisa menjadi juara 1 dalam event tersebut. Pada tahun sebelumnya pun kami telah di’janji’kan oleh pihak sekolah untuk mengikuti event tersebut. Kami sebagai 1 tim pun dengan semangat ’45 berlatih pagi pada hari libur & sore yang hampir dilaksanakan setiap hari. Walaupun sore harinya kami les, setelah pulang les pun kami kembali latihan. Namun, pada 1 bulan terakhir sebelum event tersebut berlangsung, diumumkan di sekolah bahwa kami tidak boleh lagi mengikuti segala jenis kegiatan yang tidak berhubungan dengan kegiatan akademik karena kami sudah kelas 3 dan hampir mendekati ujian. Kami pun sangat kecewa. Berbagai cara sudah kami lakukan untuk membujuk pihak sekolah agar mengijinkan kami untuk mengikuti event tersebut. Orang tua dari kami juga sudah mencoba untuk meminta ijin kepada pihak sekolah, tetapi hasilnya tetap 0. Sampai-sampai teman saya yang bernama Yobel merasa tidak berada disekolah melainkan berada dalam sebuah penjara yang mengekang bakat siswanya. Kemudian setelah beberapa hari hal tersebut diumumkan, kembali diumumkan bahwa boleh mengikuti event tersebut tetapi hanya untuk kelas 10 dan 11. Tetapi, entah apa yang ada dipikiran adik-adik kelas, merasa kalau tidak ada kelas 12 perjuangan pada event tersebut berasa sia-sia. Kami pun mencari akal agar dapat mengikuti event tersebut. Minggu demi minggu berlalu, hingga pada akhirnya kami menemukan cara untuk mengikuti event tersebut. Teman 1 tim kami yang juga wakil OSIS saat itu yang bernama Dani, mendaftarkan SMA kami dalam event tersebut dengan persyaratan yang diajukan kepada kepala sekolah adalah yang mengikuti event tersebut adalah kelas 10 dan 11. Tetapi hanya 7 orang yang terdaftar dari kelas 10 dan 11. Sekolah juga tidak mencurigai hal itu. Data-data pemain pun dikumpulkan semua. Dengan siasat yang telah kami rencanakan tadi, kami yang kelas 12 pun ikut mengumpulkan data yang diperlukan. Sampai pada akhirnya data di kirim ke kantor pusat event tersebut. Akhirnya, H-2 event tersebut tim yang terdiri dari kelas 10 dan 11 tadi pun berangkat bersama tim sukses yang juga mendukung kami bolos, yaitu Hin, Victor, dan Welko. Sedangkan kami kelas 12 tetap bersekolah. Para guru senior pun merasa senang kami patuh dengan perintah mereka yang tidak mengijinkan kami ikut event tersebut. Tetapi kami hanya senyum atau bahkan tertawa dalam hati bahwa kami telah merencanakan sesuatu dibalik itu semua. Hari yang ditunggu itu pun tiba. Tepatnya hari senin di mana pembukaan event tersebut dilakukan, pagi harinya kami masih sekolah. Tetapi setelah pulang sekolah itu, mulailah rencana kami jalankan. Kami pun memutuskan untuk ‘bolos’ sekolah. Saat itu kami ber 4, yaitu saya, Landy atau yang lebih dikenak dengan sebutan Kuang (kapten tim paling gila), Abraham Pebro Boy Hope atau yang dikenal dengan Pebro (orang paling lucu dalam tim), dan Adi tadi berangkat ke kota Palangka Raya dan tentunya orang tua dari kami juga sudah mengijinkan untuk bolos, karena sebelumnya orang tua kami sudah bermusyawarah bersama terutama mamah saya dengan mamahnya Kuang… (hahaha :D). Tetapi Pebro, teman kami yang 1 ini membuat surat palsu yang juga ditandatanganinya sendiri. Singkat cerita kami berangkat siang itu, sementara Yobel dan Sabino akan menyusul pada hari berikutnya. Sementara pembukaan event itu sudah dilaksanakan. Musuh-musuh dari SMA Palangka Raya pun senang karna mengetahui bahwa kami yang kelas 12 tidak ikut dalam event, padahal kami sedang dalam perjalanan bolos untuk ikut event ini. Singkat saja, para musuh pun kembali terkejut ketika mengetahui bahwa kami ikut dalam event itu. Pertandingan demi pertandingan pun di mulai. Sampai pada akhirnya kami kembali menghadapi juara bertahan 2010. (suatu saat saya akan menceritakan rusaknya fair play dan sportivitas pada saat itu)
Dengan perjuangan yang susah payah kembali, kami berhasil mengalahkan juara bertahan itu hanya dengan selisih 3 point saja. Pada akhirnya kami pun menjadi juara 1 dan merasakan kepuasan yang sepuas-puasnya. Karna kami sudah berhasil menunjukkan tekad kami yang sudah kami yakini kepada sekolah.
Singkat cerita, kami pulang dengan membawa piala bergilir yang sangat besar yang pada akhirnya juga di simpan di sekolah.. (ckckckckckckckckckckckckckckck). 2011 pun kami lalui dengan kenangan manis itu.

Event terakhir yang kami ikuti adalah Basketball 3-on-3 di salah satu sekolah negeri di kota sampit. 1 tim kami di pecah menjadi 2 tim 3-on-3, dan hasilnya sangat memuaskan. Juara 1 dan 2 pun menjadi milik kami… Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa. Dari yang awalnya saya di “BUANG” oleh pelatih di SMP saya tetapi di SMA coach Jerry mampu membuat saya seperti sekarang ini. Ketika pelatih SMP itu mengakui bahwa kami adalah mantan pemain SMP itu semua, saya pun menolak karna saya merasa di buang dan tidak di pakai sama sekali pada waktu itu. Kini saya dapat membanggakan hal yang saya raih dengan bantuan coach Jerry serta dukungan dari mamah saya yang sangat luar biasa mendukung saya dalam basket ini dan tentunya dari teman-teman saya dalam 1 tim. Thanks God, thanks mom, thanks my coach, thanks my tim, and others . . . . 😀
Saya bangga menjadi bagian dari kalian semua.. FIGHT TEAM ! We Are The Best ! TJ SQUAD!!!!! 😀

Daftar Nama Pemain TJ Squad Agustus 2009 – Juni 2012

TJ Squad 2010

  1. Yobel Kemikson Tarung #5
  2. Agus Indra #6
  3. Landy Hardiyanto #7 (Captain)
  4. Abraham Pebro Boy Hope #8
  5. Michael Christianto Salim #9
  6. Sabino Sarmento O.O.C.S #10
  7. Septiadi Kurniawan #11
  8. Supri #12 & Gregorius Antonius Wajo #12
  9. Simplisius Soni #13
  10. Madhe Dwisadh #14
  11. Wijaya #15

TJ Squad 2011

  1. Yobel Kemikson Tarung #5
  2. Willen Diriyanto #6 & Dani Julianto #6
  3. Landy Hardiyanto #7 (Captain)
  4. Abraham Pebro Boy Hope #8
  5. Michael Christianto Salim #9
  6. Sabino Sarmento O.O.C.S #10
  7. Septiadi Kurniawan #11
  8. Gregorius Antonius Wajo #12
  9. Ryo #13
  10. Madhe Dwisadh #14
  11. Hengky Yong #15

TJ Squad 2012

  1. Yobel Kemikson Tarung #5
  2. Willen Diriyanto #6
  3. Landy Hardiyanto #7 (Captain)
  4. Abraham Pebro Boy Hope #8
  5. Michael Christianto Salim #9
  6. Sabino Sarmento O.O.C.S #10
  7. Septiadi Kurniawan #11
  8. Dani Julianto #12
  9. Ryo #13
  10. Suwardi #14
  11. Hengky Yong #15

TJ Squad KBL 2010

  1. Yobel Kemikson Tarung #5
  2. Willen Diriyanto #6
  3. Landy Hardiyanto #7 (Captain)
  4. Abraham Pebro Boy Hope #8
  5. Michael Christianto Salim #9
  6. Sabino Sarmento O.O.C.S #10
  7. Septiadi Kurniawan #11
  8. Gregorius Antonius Wajo #12
  9. Ryo #13
  10. Madhe Dwisadh #14
  11. Hengky Yong #15

TJ Squad KBL 2011

  1. Yobel Kemikson Tarung #5
  2. Willen Diriyanto #6
  3. Landy Hardiyanto #7 (Captain)
  4. Abraham Pebro Boy Hope #8
  5. Michael Christianto Salim #9
  6. Sabino Sarmento O.O.C.S #10
  7. Septiadi Kurniawan #11
  8. Dani Julianto #12
  9. Ryo #13
  10. Suwardi #14
  11. Hengky Yong #15
  12. Nicolas Aprianto Tanujaya #3
  13. Suryanata Suwandi #4

The Great Coach : Jerry Shandy . . . . .

 

Suatu saat, kembali saya akan menceritakan pengalaman lain bersama mereka semua. Cukup sekian saya membagikan pengalaman saya,,, Terima Kasih…. 😀


© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php