Michael a.k.a Survivor #9

Mengelola Data dan Informasi Organisasi

Posted: October 14th 2012

Yaaaaa,,, saat ini masih UTS dan akan memasuki minggu ke 2 UTS. Dan ternyata soal UTS PTI itu agak mengagetkan dan tidak terduga seperti itu…. Tapi, apa daya semua sudah berlalu tinggal berharap mendapat hasil yang bagus sesuai dengan usaha yang sudah dilakukan. Semoga UAS nanti bisa lebih baik lagi… AMIN..

Saya akan mencoba meringkas tentang cara “Mengelola Data dan Informasi Organisasi”. Dasar dari penyusunan dan akses data dimana basis data mengandung file, file mengandung  records, record mengandung fields, field mengandung characters.

Field : Pengelompokan logis dari karakter menjadi sebuah kata, kalimat, atau angka.
Field dibagi menjadin beberapa bagian, yaitu :
– Field Size : : jumlah maksimal dari karakter yang bisa ditampung sebuah field.
– Field Name : nama unik, sebagai identifikasi dari setiap field.
– Data Type : Jenis spesifik dari data yg ditampung. (Text, numeric, autonumber, currency, date, memo, yes/no, hyperlink, dan object).
Field menjelaskan attributes, dimana attributes karakteristik atau kualitas yang mendiskripsikan entitas tertentu.

Record : Pengelompokan logis dari field yang terkait.
Record menjelaskan tentang entity, dimana entity merupakan orang, tempat, benda, atau kejadian yang berupa informasi dari suatu hal yang dikelola.

Permasalahan yang sering terjadi dalam “Traditional File Environment” sebagai berikut :

  1. Data Redundancy
    Data yang sama ditemukan di beberapa tempat peyimpanan.
  2. Data Inconsistency
    Salinan berbagai data tidak lagi sama seperti pada penyimpanan awal.
  3. Data Integrity
    Data harus akurat dan benar.
  4. Security
    Yang membatasi akses ke berbagai data pada berbagai aplikasi.
  5. Data Isolation
    Data pada file data dari beberapa aplikasi yang sulit di akses dan integrasikan.
  6. Aplikasi/Data Dependence
    Aplikasi dikembangkan berdasarkan bagaimana data di simpan.

Menempatkan data pada database terdapat 2 pilihan, yaitu Centralized dan Distributed. Setiap pilihan akan berpengaruh pada user accessibility, query response time, data entry, security, dan  biaya.

  1. Centralized Database
    – Semua file berada pada satu lokasi fisik yg sama
    – Menyediakan database administrators  dengan kemampuan mengelola keseluruhan database pada satu lokasi
    – Konsistensi data ditingkatkan dan lebih aman
    – File hanya bisa di akses melalui centralized host computer
    – Proses Recovery lebih mudah
    – Rentan terhadap single point of failure
    – Speed problem terkait transmission delays
  2. Distributed Database
    – Salinan lengkap dari basis data atau sebagian dari basis data, berada pada lebih dari satu lokasi, dekat dengan pengguna
    Terdapat 2 tipe :

    • Replicated database
      – Salinan database di banyak lokasi
      – Mengurangi single-point-of-failure problems
      – Meningkatkan user access responsiveness
    • Partitioned database
      – potongan dari database di setiap lokasi
      – setiap lokasi bertanggung jawab terhadap datanya

Database Management System (DBMS)
Komponen-komponen DBMS :

  1. DATA MODEL
    – Mendefinisikan cara data di strukturkan secara konseptual
  2. DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
    – Digunakan untuk menjelaskan isi dan struktur dari data base

    – Users menjabarkan logical view (schema) dari database menggunakan DDL
    – Mendefinisikan Physical characteristics dari records dan fields
  3. DATA MANUPULATION LANGUAGE (DML)
    – Digunakan untuk mendapatkan isi dari database, menyimpan atau meng-update informasi pada database, dan mengembangkan aplikasi database

    – Structured query language (SQL) – most popular relational database language
  4. DATA DICTIONARY
    – Menyimpan definisi dari elemen data dan karakteristik data

Keuntungan dari DBMS :

  • Meningkatkan strategi penggunaan data perusahaan
  • Mengurangi kompleksitas dari IS environment
  • Mengurangi redundan dan inkonsistensi data
  • Meningkatkan data integrity
  • Application/data independence
  • Meningkatkan keamanan data
  • Mengurangi biaya pengembangan dan pemeliharaan
  • Meningkatkan fleksibility dari IS
  • Meningkatkan akses data

Yah,, segitu dulu yaaa penjelasan tentang mengelola data dan informasi organinasi. Berhubung masih UTS, jadi saya mau belajar dulu yak.. See U . . . . 😀


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php