Category Archives: Uncategorized

Bekantan, Si Monyet Tampan dari Kalimantan yang Terancam Punah

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah satwa endemik pulau Kalimantan yang dikenal dengan beberapa sebutan lokalnya yaitu Kera Belanda, Raseng, Bahara Bentangan, Pika, dan Kahau. Bekantan memiliki ciri khas yang membedakannya dengan beberapa jenis primata lainnya. Ciri khas Bekantan yang dapat langsung terlihat yaitu bentuk hidungnya yang unik.

Bekantan merupakan satwa arboreal atau hidup di pohon dan terkadang dapat turun ke lantai hutan untuk mencari makanan. Bekantan memiliki ciri khas yaitu hidungnya yang besar dan panjang, sehingga mudah dikenali diantara primata lainnya. Hidung yang panjang dan besar ini hanya dimiliki oleh Bekantan jantan. Warna rambut pada tubuh bekantan umumnya berwarna coklat kemerahan dengan warna keabuan di bagian ventral dan anggota tubuhnya.

Bekantan adalah primata diurnal yang banyak melalukan aktifitasnya mulai dari pagi hingga sore hari. Ketika menjelang sore hari, Bekantan umumnya akan mencari pohon untuk tidur di sekitar tepi sungai, di mana anggota kelompok lainnya akan ikut bergabung dalam satu pohon atau pohon lainnya yang berdekatan. Bekantan termasuk hewan yang dapat berenang karena memiliki selaput kulit seperti katak di bagian telapak kaki dan tangannya, sehingga memudahkan Bekantan untuk menyebrang sungai.

Habitat Bekantan umumnya tersebar di habitat hutan lahan basah seperti daerah hutan mangrove, hutan riparian, dan hutan rawa. Populasi Bekantan ternyata juga dapat ditemukan di Kawasan ekosistem hutan karst dan hutan karet. Persebaran Bekantan di pulau Kalimantan, contohnya di Kalimantan Timur dapat ditemui di pinggiran sekitar Sungai Mahakam, di Taman Nasional Kutai, hutan rawa gambut serta hutan bakau di pantai Kalimantan Timur.

Bekantan termasuk satwa endemik Kalimantan yang terancam punah, di mana populasinya yang terus menerus menurun dari tahun ke tahun. Bekantan telah dinyatakan sebagai salah satu jenis satwa dilindungi oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan PP No 7 tahun 1999 yang telah direvisi menjadi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018) tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Menurut data The IUCN (The International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) Redlist of Threatened Species tahun 2014, Bekantan termasuk spesies yang terancam punah dengan status Endangered. Bekantan termasuk dalam kategori Appendix I pada Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang artinya perdagangan international spesies ini adalah tindakan ilegal.

Beberapa hal yang menjadi ancaman utama kelestarian Bekantan adalah wilayah persebarannya yang terbatas, kerusakan habitat dan perburuan ilegal. Hilangnya habitat asli Bekantan yaitu hutan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan penebangan secara besar-besaran untuk pembukaan lahan dan perkebunan kelawa sawit menyebabkan populasi Bekantan yang semakin terhimpit.

Populasi Bekantan dapat menurun drastis diakibatkan pepohonan yang menjadi tempat tinggal dan sumber makanannya yang hilang karena pembukaan lahan secara masif. Bekantan tidak dapat beradaptasi pada habitat yang terdegradasi karena kecenderungannya yang hidup secara berkelompok. Sifat Bekantan yang relatif lesu juga menyebabkan mereka mudah menjadi sasaran perburuan liar.

Aksi konservasi yang nyata diperlukan untuk menjaga kelestarian Bekantan. Aksi ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Aksi konservasi yang dapat saya lakukan yaitu dengan menjadi relawan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan mengikuti program-program dari SBI. Harapan saya ketika berperan sebagai relawan SBI yaitu dapat menambah pengetahuan lebih mengenai Bekantan dan menambah wawasan akan aksi konservasi yang dapat dilakukan untuk pelestariannya.

Rencana aksi konservasi lainnya yang dapat saya lakukan yaitu mengedukasi dan mengkampanyekan informasi – informasi mengenai status Bekantan yang kian terancam dan hal – hal apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendukung kelestarian Bekantan. Aksi ini dapat dilakukan melalui sajian infografis maupun poster yang dikemas secara informatif dan menarik untuk dibaca. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian Bekantan sebagai salah satu hewan endemik Indonesia dan mengajak semua orang untuk ikut berpartisipasi dalam aksi konservasi Bekantan. Ayo mari kita jaga, lindungi dan lestarikan Bekantan kita!