Kura-kura Leher Panjang Ular Rote Hampir Punah!

Sedih, Kura-kura Leher Ular dari Pulau Rote Telah Punah

Apakah kalian pernah lihat atau mengetahui kura-kura ini?

Kura-kura leher panjang ular Rote (Chelodina mccordi) adalah satwa ikonik endemik Pulau Rote yang hanya dapat ditemukan di lahan basah Pulau Rote, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kura-kura Rote termasuk salah 1 dari 32 spesies kura-kura paling langka di dunia. Kura-kura ini memiliki leher yang panjang dan kepalanya menyerupai ular. Lehernya panjang dan fleksibel. Kura-kura ini tinggal di rawa, danau dan sawah.

Spesies ini memiliki bentuk yang unik dengan ukuran kecil, kepala menyerupai ular dan tempurung yang melengkung ke atas. Tidak seperti kura-kura pada umumnya, kura-kura leher ular ini tidak bisa memasukkan kepalanya ke tempurung. Untuk melindungi bagian leher hanya melipat leher menyamping di bawah sisi bagian luar.

Keberadaan kura-kura ini sangat penting bagi ekosistem. Karena berfungsi untuk menjaga kesehatan perairan dan danau dengan memakan hewan mati di perairan, menyuburkan dan menambah kandungan nutrisi tanah melalui bekas sarang bertelur atau telur yang gagal menetas mengontrol populasi serangga agar vegetasi danau terjaga sehingga mengurangi penguapan air danau, serta mengontrol populasi katak dengan memakan kecebong. Sayangnya, kura-kura leher panjang ular Rote termasuk critically endangered dalam IUCN redlist.

Kura-kura Rote memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan seringkali menjadi target buruan dalam perdagangan internasional. Kura-kura ini seringkali diperdagangkan oleh kolektor reptil endemik internasional sehingga lebih sering ditemukan di penangkaran dibandingkan habitat aslinya. Pemburu biasanya menangkap kura-kura dengan trap yang dipasang di danau dan rawa maupun manual. Perubahan lahan sawah menjadi ladang bawang juga menyebabkan berkurangnya habitat dari kura-kura Rote. Pencemaran perairan karena penggunakaan petsisida dan pupuk juga membahayakan kura-kura Rote sehingga menurunkan jumlah kura-kura.

Upaya konservasi Kura-kura leher panjang ular Rote sudah dilakukan oleh BBKSDA dan Balitbang LHK Kupang dan didukung oleh WCS Indonesia dan Wildlife Reserves Singapore (WRS) telah memulai menginisasi reintroduksi kura-kura leher ular Rote sejak 2016 sebagai upaya pengembalian ppopulasi satwa dari kepunahan lokal. Spesies ini juga telah dilindungsi sejak tahun 2018 berdasarkan Permen LHK No. 16 dan Penerbitan Surat Keputusan Gubernur NTT No. 24 tahun 2019.

Tapi, konservasi kura-kura leher panjang ular Rote yang nyata juga perlu dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah dengan tidak membeli kura-kura Rote dan juga segera melaporkan apabila kita melihat ada yang memperdagangkan kura-kura jenis ini. Selain itu, kita juga dapat mengikuti dan berkecimpung dalam dunia konservasi dengan menjadi bagian dari lembagai konservasi agar dapat berpartisipasi aktif dalam menyuarakan tindakan konservasi, khususnya kura-kura Rote. Hal lain yang paling mudah yang dapat kita lakukan adalah mensosialisasikan tentang konservasi kura-kura Rote melalui media sosial yang kita miliki.

Mari kita bersama-sama melakukan konservasi hewan yang terancam punah supaya anak dan cucu kita tidak hanya dapat melihat hewan-hewan lewat foto dan video. Dimulai dari diri kita sendiri melalui hal-hal kecil di sekitar kita. Karena jika bukan kita siapa lagi yang akan menyelamatkan kehidupan para hewan yang terancam punah ini? Salam konservasi!