Biotechlog

Harimau Sumatra…. Riwayatmu Kini : Sekilas Kajian Molekuler tentanng Harimau Sumatra (Pantera tigris sumatrae)

Posted: August 22nd 2017

Hello Millennials..

Balik lagi nih sama blog aku. So, pada kesempatan kali ini, aku bakalan bahas tentang Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Sebagaimana kita ketahui, populasi harimau sumatra kian menurun. Hal ini diikuti pula dengan menurunya tingkat keanekaragaman genetiknya. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian tentang analisis keanekaragaman genetik dan hubungan kekerabatan antar individu harimau sumatra yang tersebar dibeberapa daerah di pulau Sumatra. Harimau sumatra merupakan salah satu subspesies harimau yang ada di dunia yang hidupnya di pulau Sumatra. Menurut IUCN populasi harimau sumatra berjumlah 400 – 500 ekor. Oleh sebab itu IUCN Redlist mengkategorikan harimau sumatra dalam kelompok yang kritis (Critically Endangered).

Salah satu masalah yang terjadi ketika populasi harimau sumatra berjumlah sedikit adalah inbreeding  atau kawin sesama saudara yang masih terdapat hubungan darah. Hal ini menyebabkan berbagai macam maslah seperti lemahnya anakan yang dihasilkan sehingga mudah terserang penyakit serta menurunya keanekaragaman genetik.  Jika hal ini terus terjadi maka populasi harimau sumatra akan terus menurun dan berakhir dengan kepunahan.

Kajian harimau sumatra secara molekuler ini penting dilakukan untuk meningkatkan upaya konservasi. Kajian molekuler juka dapat digunakan untuk meneliti pola genetik dan antara populasi yang terisolasi secara geografis, serta mendefinisikan tingkat sub-spesies untuk tujuan manajemen konservasi, dan merevisi spesies tradisional dan mendesain sub-spesies

Telah dilakukan penelitian oleh Faizah (2009) menngenai kenaekaragaman genetik  berdasarkan marka genetik daerah D-loop bagian HVS-I pada Harimau Sumatera dan  hubungan kekerabatan antar individu Harimau Sumatera dan antar subspesies Harimau Sumatera dengan subspesies harimau lainnya di dunia.

Gambar 1. Hasil Amplifikasi DNA Harimau Sumatra

Hasil analisis marka genetik daerah D-loop bagian HVS-I pada Harimau Sumatera menunjukan bahwa  15 situs basa nukleotida spesifik yaitu situs basa nukleotida ke 24 (G), 74 (A), 76 (A), 136 (C), 138 (C), 179 (C), 212 (A), 302 (G), 318 (T), 395 (C), 406 (G), 417 (A), 430 (A), 484 (G), 488 (G). Harimau sedangkan marka genetik D-loop bagian HVS-I cocok digunakan untuk membedakan antar subspesies dan antar individu dalam suatu kelompok harimau sumatera.

Hasil rekontruksi filogeni menggunakan marka genetik daerah D-loop bagian HVS-I menunjukan bahwa terdapat kekerabatan antar individu Harimau sumatra. Harimau Sumatera asal Jambi dekat dengan harimau Sumatera asal Riau dibandingkan dengan Harimau Sumatera asal Medan. Sedangkan hubungan kekerabatan subspesies Harimau
Sumatera dengan subspesies harimau lainnya adalah Harimau Sumatera  paling dekat dengan Harimau India dan paling jauh dengan Harimau China Selatan.

 Faizah, U. 2009. Karakteristik Marka Genetik Daerah D-LOOP Bagian HVS-I sebagai Acuan Konnservasi Genetik Harimau Sumatra. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. 259 – 266


2 responses to “Harimau Sumatra…. Riwayatmu Kini : Sekilas Kajian Molekuler tentanng Harimau Sumatra (Pantera tigris sumatrae)”

  1. adhikasdp says:

    ternyata dengan ekologi molekuler dapat menjawab hubungan kekerabatan dari harimau yang ada di indonesia dan asal harimau tersebut..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php