Mega Silvia Budaya

Rusa Yang Terlupakan

Posted: December 1st 2018

 

Rusa bawean (Axis kuhlii) merupakan rusa endemik Indonesia yang tinggal di hutan hujan tropis dan menurut IUCN Red List, saat ini berstatus Critically Endangered (Semiadi dkk., 2015). Kurangnya kharisma dari spesies ini membuatnya kurang mendapatkan perhatian oleh masyarakat, sehingga informasi mengenai rusa Bawean cukup sulit didapatkan (Rahman dkk., 2017). Area jelajah rusa bawean ini cukup kecil, yaitu terbatas hanya di Pulau Bawean, wildlife sanctuary dan di Tanjung Cina (Lachenmeier dan Melisch, 1996; Grubb, 2005).

Berdasarkan hasil penelitian Rahman dkk. (2017), area jelajah rusa Bawean saat ini sudah berkurang dimana tidak lagi ditemukan adanya kehadiran rusa Bawean di Tanjung Cina dan begitu pula di daerah Bukit Tinggi, Bukit Beringin, Bukit Payung-Payung maupun Danau Katsoba. Rusa Bawean tampah hanya muncul di daerah Bukit Bulu hingga Bukit Bengkuang dengan Bukit Dedawang sebagai area yang paling banyak dilewati rusa Bawean. Area jelajah rusa Bawean cenderung terkonsentrasi di daerah dengan ketinggian dibawah 300 m karena adanya ketersediaan makanan dan air yang melimpah.

Aktivitas perburuan di lokasi Pulau Bawean termasuk di blok Batu Gebang yang memiliki densitas rusa Bawean tertinggi, ikut mempengaruhi kestabilan populasi rusa Bawean meskipun target utama dari pemburuan tersebut adalah babi liar. Hal ini dikarenakan adanya penggunaan perangkap hewan liar, sehingga rusa Bawean rentan ikut terperangkap secara tidak sengaja hingga akhirnya mati akibat stress yang dialaminya (BBKSDA East Java, 2009). Selain itu, Β daerah Wildlife Sanctuary dan juga Bawean Island Nature Reserve cukup dekat dengan permukiman masyarakat dan sebagian area bahkan sudah rusak akibat adanya illegal logging (Semiadi, 2004).

Rusa Bawean biasanya mendekati daerah warga dikarenakan adanya sawah dan berbagai kebun milik warga (Semiadi, 2004). Kehadiran ini membuatnya rentan diserang oleh anjing hutan dimana terdapat beberapa kasus kematian rusa Bawean akibat diserang oleh anjing hutan yang berada disekitar permukiman warga (Blouch dan Atmosoedirdjo, 1987). Meskipun kasus kematian rusa Bawean akibat anjing hutan ini sudah mulai berkurang, hal ini tetap harus dipertimbangkan karena anjing hutan merupakan predator utama rusa di Amerika Selatan (Weber dan Gonzalez, 2003).

Kurangnya informasi mengenai rusa Bawean dari masyarakat setempat Β ini menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan terhadap rusa Bawean tersebut sangatlah rendah, sehingga rusa Bawean kurang mendapatkan perhatian yang sesuai meskipun sudah berstatus Critically Endangered di IUCN Red List. Kepunahan yang dapat daja terjadi suatu saat pada rusa Bawean dapat dicegah dengan cara meningkatkan popularitasnya yang disertai oleh sosialisasi terhadap masyarakar akan pentingnya untuk menjaga rusa Bawean. Selain itu, perlu dilakukan arahan terhadap pemburu babi liar agar tidak menggunakan perangkap hewan dikarenakan rusa Bawean maupun hewan lain juga rentan ikut tertangkap. Kegiatan konservasi ini dapat ditingkatkan lagi dengan cara meminta masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan hidup rusa Bawean sehingga keseimbangan ekosistem dapat lebih terjagadan rusa Bawean maupun hewan lain yang mungkin saja memiliki kasus serupa karena kurangnya perhatian masyarakat, dapat terbebas dari resiko kepunahan.

BBKSDA East Java. 2009. Monitoring Satwa Flagship Jenis Rusa Bawean. Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Timur, Surabaya.

Blouch, R. A. 1980. Kuhl’s deer, Bawean Island, Indonesia. Tiger Paper 7 (1): 22-23.

Grubb, P. 2005. Artiodactyla, In Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Refrence. The Johns Hopkins University Press, Baltimore.

Lachenmeier, K. dan Melisch, R. 1996. Der Bawean Hirsch (Axis kuhlii): status und schutz einer wenig bekannten Hirschart Indonesiens. Zoologische Gesellschaft fur Arten und Populationsschutz E. V. Mitteilungen 12 (1): 23-25.

Rahman, D. A., Gonzalez, G. dan Aulagnier, S. 2017. Population size, distribution and status of the remote and critically endangered Bawean deer Axis kuhlii. Oryx 51 (4): 665-672.

Semiadi, G. 2004. Sifat Biologi Rusa Bawean (Axis kuhlii). Puslit Biologi LIPI Press, Bogor.

Semiadi, G., Duckworth, J. W. dan Timmins, R. 2015. Axis kuhlii. https://www.iucnredlist.org/species /2447/73071875. 1 December 2018.

Weber, M. dan Gonzalez, S. 2003. Latin american deer diversity and conservation: a review of status and distribution. Ecoscience 10 (1): 443-454.


12 responses to “Rusa Yang Terlupakan”

  1. keithykho says:

    Kasian dia terlupakan, semoga aksinya terlaksanakan yaa

    • megasilvia13 says:

      WKWKWKWKWKKW iya, semoga segala rencana dan kegiatan dapat dilaksanakan dan memberi motivasi bagi mereka yang membacanya πŸ˜€

  2. THE TEA IS HOT says:

    Good

  3. suhandasg says:

    Keren lah panutan artikel ini, semangat buat mewujudkan nya teman! Semoga dapat terlaksana semua dan mendapat hasil terbaik diakhir nantinya!

  4. Desideria says:

    Artikelnya bagus dan menarik. Semoga aksinya bisa semakin diteruskan lagi dan ditingkatkan lagi

  5. Kornelia Sekar Lintang says:

    Informasi yang disampaikan cukup lengkap dan informatif, semoga kedepannya masyarakat dan pemerintah lebih aware terhadap konservasi rusa bawean ini. Dan kita sebagai mahasiswa juga bisa berani bertindak dan ambil bagian dalam kegiatan konservasi terhadap rusa bawean dengan menyebarluaskan informasi mengenai hewan ini dan mungkin bisa juga menjadi volunteer dalam edukasi kepada masyarakat lokal

    • megasilvia13 says:

      Terima kasih banyak πŸ™‚ semoga segala edukasinya akan memberi dampak positif bagi masyarakat sehingga bersama-sama kita dapat mencegah kepunahan rusa Bawean dan juga hewan lain yang berada disana πŸ˜€

  6. Susiyanti says:

    Kegiatan konservasi dapat ditingkatkan lagi dengan cara meminta masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan hidup rusa Bawean sehingga keseimbangan ekosistem dapat lebih terjagadan rusa Bawean maupun hewan lain yang mungkin saja memiliki kasus serupa karena kurangnya perhatian masyarakat, dapat terbebas dari resiko kepunahan. Plan anda ini sangat bagus dan menarik serta saya setuju.

    • megasilvia13 says:

      Terima kasih banyak ! πŸ˜€ semoga kegiatan tersebut dalam dilaksanakan dan memberi motivasi bagi mereka yang membacanya πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php