Mayaangelita

We save sea turtle, We safe world

Posted: December 10th 2019
This image has an empty alt attribute; its file name is jurgennn_38371.jpg

Penyu hijau adalah salah satu dari 7 spesies penyu yang ada di dunia, khususnya hewan ini ada di Indonesia. Penyu hijau ini memiliki nama latin Chelonia mydas dan merupakan satu-satunya yang berasal dari chelonia. penyu hijau ini memiliki warna kuning kehijauan atau coklat hitam gelap. Ukuran tubuh dengan panjang 80 – 150 cm dan berat 132 kg. penyu hijau ini biasa ditemukan di perairan tropis, khususnya yang dekat dengan pesisir benua dan sekitar kepulauan.
Penyu hijau ini bersifat herbivora, makanan utamanya adalah lamun laut atau alga. Biasa ditemukan di perairan tropis dan subtropis. Persebaran dari penyu hijau ini sendiri dapat dilihat dari kawasan peneluran dan dan pencarian sumber makanan. persebarannya dapat dilihat sekitar kawasan pesisir Afrika, India, dan Asia Tenggara(Khususnya di Indonesia), kawasan garis pantai pesisir Australia, dan di Kawasan Pasifik Selatan. Penyu hijau betina khususnya akan melakukan migrasi di kawasan yang luas. kawasan tersebut mencakup tempat dia mencari makan dan bertelur. penyu hijau betina ini akan mengikuti garis pantai yang ada di kawasan tersebut.

 Penyu hijau ini akan mengeluarkan 150 telur bahkan lebih pada setiap sarangnya disaat musim bertelurnya. Banyaknya telur penyu ini agar penyu yang bertahan hingga dewasa juga semakin banyak. keseimbangan antara penyu laut ini dengan pemangsa alaminya dapat membuat jumlah populasi penyu hijau ini akan menurun. Jenis pemangsa yang di introduksipun akan membuat penurunan jumlah individu penyu hijau ini di laut. Contohnya ada di Pantai peneluran Guianas, dimana hewan anjing menjadi ancaman utama bagi telur penyu yang baru saja di keluarkan oleh induknya.

Ancaman yang saat ini dihadapin adalah hilang dan rusaknya habitat bagi penyu hijau ini. pembangunan yang saat ini sedang dilakukan, menjadi tidak terkendali, khususnya di daerah pantai yang menjadi lokasi pendaratan dan peneluran dari penyu hijau ini sendiri. Lokasi untuk mencari makan pun juga hilang akibat kerusakan yang diakibatkan oleh manusia sendiri. penjualan telur penyu pun menjadi salah satu ancaman yang menjadi permasalahan setiap tahunnya. Bagi masyarakat pantai, hal tersebut dapat membantu perekonomian, tetapi setelah ditinjau lebih jauh, hal tersebut justru membuat jumlah populasi dari penyu hijau ini pun semakin menurun, sehingga saat ini pemerintah telah melarang penjualan telur penyu di pasar-pasar ataupun di pantai. 

 Ancaman selanjutnya adalah pengambilan penyu hijau secara langsung. Penyu hijau yang ditangkap akan dibunuh secara langsung. Beberapa negara, tukik(sebutan untuk penyu yang masih kecil) ditangkap, kemudian diawetkan dan dijual. Hal tersebut karena harga jual dari penyu ini sendiri cukup tinggi, dan dapat sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung. Pengambilan secara tidak langsung terjadi ketika ada penyu hijau yang terperangkap di jaring yang dipasang, dan mereka akan kesusahan untuk menyelamatkan diri, dan akan mati.

 Aksi nyata yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pantai. Bisa dilihat bahwa penyu tidak bisa membedakan antara plastik dengan lamun atau alga yang menjadi sumber makanannya. Hal tersebut dapat membuat penyu hijau akan makan plastik dan menyebabkan kematian. Sampah yang membahayakan selain plastik adalah kayu atau besi yang dibuang ke laut, hal tersebut dapat melukai penyu itu sendiri. Sosialisasi mengenai penyu ini haru dilakukan, mengingat peran penting penyu dalam ekosistem di laut sendiri, sehingga dari sekarang perlu dilakukan hal tersebut bahkan kepada anak-anak sejak usia dini dan kepada masyarakat luas, agar mereka memahami betapa pentingnya penyu ini.

Aksi nyata yang dapat dilakukan adalah dengan berkunjung ke kawasan Konservasi Penyu. Kawasan Konservasi penyu di Yogyakarta ada di beberapa pantai. Kawasan tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar dan pemerintah setempat. Kita sebagai mahasiswa yang paham tentang pentingnya konservasi penyu ini harus turun tangan dan membantu kegiatan yang dilakukan di kawasan tersebut, seperti membantu penetasan telur penyu, memindahkan tukik ke kolam buatan, diberi pakan, hingga saatnya yang cocok untuk di lepaskan ke habitat aslinya, yaitu ke Laut. Edukasi tentang penyu harus dilakukan sejak dini, mengingat saat ini jumlah populasi penyu semakin sedikit, sehingga hal ini menjadi salah satu hal yang harus kita lakukan, demi menjaga kelestarian fauna dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Penyu Hijau

One response to “We save sea turtle, We safe world”

  1. angela says:

    Semoga dapat terealisasikan dgn baik yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php