blogmasboi

Studi Gratis

Majalah Berita Mingguan TEMPO

Edisi. 37/VI/31 Maret – 06 April 2008
Pendidikan

Berebut Studi Gratis

Seribu lebih beasiswa ke luar negeri ditawarkan tiap tahun. Pegawai negeri dan peminat dari Indonesia timur diprioritaskan.

Sudah dua tahun Zahwa Rania tak pernah absen mengirim aplikasi untuk mendapatkan beasiswa. Cita-citanya, menempuh program Master of Business Administration di luar negeri secara gratis. Banyak negara penyedia beasiswa dibidiknya. Dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Prancis, Australia, hingga Jepang.

Berkali-kali dia menerima surat penolakan. Padahal, demi mengejar beasiswa dambaan, wanita berusia 30 tahun ini melakukan berbagai persiapan yang menguras waktu, energi, dan biaya. Ia keluar-masuk kursus bahasa Inggris serta mengikuti tes TOEFL internasional dan GMAT. ”Saya yakin, di mana ada niat pasti ada jalan,” kata Zahwa, seorang konsultan kehumasan. Dia bisa segera menjajal lagi: mulai Maret ini hingga September nanti lembaga asing pemberi beasiswa kembali membuka lowongan.

Marionni Arline Hanoum juga pemburu beasiswa. Tapi pengalamannya bertolak 180 derajat dengan Zahwa. Karyawati Departemen Kehutanan itu hanya sekali tes di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, langsung lolos. Masalah sempat muncul, karena ia harus berpisah dengan anaknya yang baru dua tahun. ”Meninggalkan keluarga lebih berat ketimbang studi,” kata Marioni yang mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Ritsumeikan, Kyoto.

Mencari beasiswa memang gampang-gampang susah. Tapi, begitu mendapatkannya, jalan terbuka lebar. Gelar master atau doktor dari luar negeri masih bisa jadi jaminan mendapat karier yang baik di negeri ini.

Setiap tahun bisa lebih dari seribu beasiswa studi ke luar negeri tersedia. Lembaga beasiswa Amerika Serikat, Aminef, misalnya, menyediakan sedikitnya 120 kursi. Neso Belanda tahun lalu memberangkatkan 200 mahasiswa. Ini belum menghitung kursi yang disiapkan Chevening Inggris atau ADS Australia serta pemerintah Indonesia.

Biasanya, pengumuman tentang beasiswa bisa ditemui di kampus atau iklan. Dalam lima tahun terakhir, informasi tentang beasiswa makin gampang didapat di Internet. Puluhan situs memampang nama lembaga penyelenggara. Mailing list beasiswa juga tidak kalah banyaknya. Bahkan penyelenggara terjun sendiri ke daerah dan kampus untuk menjaring calon.

Sayang, banyak pemburu beasiswa asal-asalan saat melamar. Menurut Direktur Eksekutif Aminef Michael McCoy, kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa ke luar negeri ada dalam proposal riset dan tujuan studi. ”Masalahnya, orang cenderung menunggu sampai saat terakhir sebelum mengisi dan mengajukan lamaran. Jadi mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menulis tujuan studi dan proposal riset yang realistis, terarah, dan mungkin dilaksanakan. Mereka juga tidak membuka Internet dulu untuk mencari tahu program studi dan universitas apa yang tersedia, padahal itu penting bagi penulisan proposal riset,” katanya.

Pencari juga harus pandai-pandai menghitung peluang, karena alokasi jumlah beasiswa berubah dari waktu ke waktu. Setelah serangan terorisme 11 September 2001 ke gedung World Trade Center di New York, lembaga pemberi mencoba menjembatani kesenjangan antara Islam dan Barat dengan memberi porsi lebih besar pada intelektual muslim untuk studi ke luar negeri.

Tren itu kembali berubah pada tiga tahun terakhir. Kali ini, sasarannya adalah kaum terpelajar dari luar Pulau Jawa, terutama Indonesia timur. Beasiswa Neso, yang biasanya didominasi pelamar dari Jawa, membidik peminat dari Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, dan Bali sejak 2005. ”Peserta yang mendapat beasiswa dari luar Jawa hanya 28 persen. Kita maunya lebih banyak yang luar Jawa,” kata Liza Marsin, Manajer Promosi Neso Indonesia.

Hal serupa juga dilakukan oleh Australia, yang mematok sepertiga beasiswanya untuk peminat dari kawasan timur, seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Aminef pun merasakan ada ketimpangan antara peminat dari Jawa dan luar Jawa. Itu sebabnya, mereka banyak melakukan pengenalan program ke daerah. Tapi, menurut McCoy, tidak ada alokasi khusus bagi peminat dari luar Jawa.

Tiap pemberi beasiswa juga mempunyai kekhasan masing-masing. Australia membuka kesempatan besar bagi pegawai negeri. Programnya, yang umum dikenal dengan sebutan ADS (Australian Development Scholarship), menyediakan dua pertiga dari sekitar 300 beasiswa untuk para abdi negara saban tahun. StuNed, yang disediakan Belanda, mempunyai empat target yang diberi prioritas, yaitu dosen, pegawai pemerintah, aktivis lembaga swadaya masyarakat, dan wartawan.

”Karena mereka dianggap punya fungsi menyebarkan ilmu. Wartawan menjadi salah satu target, tapi jumlahnya tiap tahun tidak lebih dari 25 aplikasi. Jadi angkanya juga masih sangat kecil,” kata Liza.

Beasiswa Erasmus Mundus dari Komisi Eropa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar mi-nimal di dua universitas dan dua negara berbeda selama kuliah. Ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri, sehingga peminat cukup banyak, meski setiap tahun hanya mengirim 40 peserta.

Fokus bidang studi juga berganti-ganti. Chevening, yang tahun ini memberangkatkan 35 mahasiswa ke Inggris–turun separuh dari biasanya—memberikan kesempatan lebih besar kepada mahasiswa yang memperdalam studinya di bidang media, hubungan internasional, administrasi pemerintahan, demokrasi, dan pluralisme. Ada juga jurusan yang sama sekali terlarang, seperti kedokteran yang tidak bisa dipilih peminat Fulbright atau MBA yang diemohi Chevening.

Peminat beasiswa naik-turun. ADS, misalnya, didatangi 4.000 pelamar, turun dari 5.000 pada tahun sebelumnya. Nama besar Fulbright malah kurang diminati karena dianggap paling angker. ”Orang menyangka peminat Fulbright ada 10 ribu, padahal dari 40 posisi, hanya 300 yang mendaftar tahun lalu,” kata McCoy.

Pemerintah Indonesia juga menyediakan beasiswa melalui Departemen Pendidikan Nasional serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. Ada ratusan yang disiapkan, seperti tahun lalu program Beasiswa Unggulan Departemen Pendidikan membiayai 65 dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri untuk menempuh program doktor. Beasiswa juga diberikan untuk program magister, baik untuk pegawai negeri maupun masyarakat umum.

Ini sedikit berbeda dengan yang dilakukan pemerintah Malaysia, Cina, dan India, yang memberikan pinjaman tanpa bunga kepada mahasiswa mereka. Di Malaysia, pemerintah menyediakan pinjaman sampai 5.000 ringgit (Rp 14 juta) per tahun, yang bisa dicicil selama 15 tahun sejak penerima lulus kuliah. Sebenarnya model ini pernah dilakukan pemerintah Indonesia pada 1980-an berupa Kredit Mahasiswa Indonesia. Saat itu pinjaman diberikan kepada mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya.

Skema yang hampir sama ditawarkan oleh Universitas Teknologi Nanyang dan pemerintah Singapura. Rinaldo Akbar, 27 tahun, adalah salah satu penerima beasiswa dari pemerintah Singapura untuk kuliah S-1 di Universitas Nanyang. Sebenarnya, yang diterima pria asal Jakarta ini tidak murni beasiswa, karena dari Sin$ 20 ribu biaya kuliah tiap tahun, Sin$ 6.000 harus ia kembalikan. Jumlah itu masih ditambah pinjaman biaya hidup Sin$ 4.000 per tahun. Jika kuliah selama empat tahun, ia harus mengembalikan Sin$ 40 ribu, yang dicicil maksimal 20 tahun.

Masih ada ikatan lain: ia harus bekerja di Singapura minimal tiga tahun. Adapun Rinaldo sudah lima tahun ini bekerja di sana dan berstatus permanent residence. ”Hidup di sini cukup nyaman, tapi saya sedang mencari pekerjaan di Amerika Serikat,” kata Rinaldo. Penghasilannya sebulan sekarang sudah mencapai Sin$ 4.000 (setara dengan Rp 25 juta).

Studi ke luar negeri—yang bisa menjanjikan sukses—membuat persaingan kian ketat. McCoy mengatakan pelamar yang sudah dua atau tiga kali gagal masih bisa lolos. Jadi peluang selalu ada.

Yudono Yanuar, DA Candraningrum, Rina Widiastuti, Bunga Manggiasih

Lembaga Pemberi Beasiswa

Asian Development Bank – Japan Foundation
adb.org

  • Beasiswa: ADB-Japan Scholar Program
  • Tujuan: AS, Asia, Australia
  • Waktu Aplikasi: Januari-Desember
  • Jumlah: 300
    ADS
    adsjakarta.or.id
  • Beasiswa: Australian Scholarship
  • Tujuan: Australia
  • Syarat: IELTS 5, TOEFL 500
  • Waktu Aplikasi: 5 September
  • Jumlah: 300
    Chevening
    chevening.or.id
  • Beasiswa: Chevening British
  • Tujuan: Inggris Raya
  • Syarat: IELTS 6,5
  • Waktu Aplikasi: 1 September-16 November
  • Jumlah: 35
    Neso
    nesoindonesia.or.id
  • Beasiswa: StuNed
  • Tujuan: Belanda
  • Syarat: IELTS 6 TOEFL 550
  • Waktu Aplikasi: Desember-Maret
  • Jumlah: 200
    Sampoerna Fondation
    sampoernafoundation.org
  • Beasiswa: MBA Scholarship
  • Tujuan: AS, Inggris, Australia, Prancis, Singapura
  • Syarat: TOEFL 600
  • Waktu Aplikasi: 30 Mei
  • Jumlah: 10
    Departemen Pendidikan
    beasiswaunggulan.diknas.go.id
  • Beasiswa: Beasiswa Unggulan
  • Tujuan: Dalam dan luar negeri
    Aminef
    aminef.or.id
  • Beasiswa: Fulbright
  • Tujuan: AS
  • Syarat: TOEFL 550
  • Waktu Aplikasi: 31 Mei
  • Jumlah: 120-130
    Komisi Eropa
    mundus-urbanu.eu
  • Beasiswa: Erasmus Mundus
  • Tujuan: Eropa
  • Waktu Aplikasi: Juni-Januari
  • Jumlah: 40
    Asean Foundation
    aseanfoundation.org
  • Beasiswa: AF-AIT scholarship
  • Tujuan: Thailand
  • Waktu Aplikasi: 31 Maret
  • Jumlah: 10
    Nanyang University
    ntu.edu.sg
  • Beasiswa: Undergraduate Program
  • Tujuan: Singapura
  • Waktu Aplikasi: Desember

Beasiswa Depkominfo

Departemen Komunikasi dan Informatika pada Tahun 2009 kembali membuka kesempatan dan menyediakan beasiswa pendidikan S2 dan S3 di luar negeri bagi PNS di lingkungan lembaga pemerintah, karyawan/karyawati di lembaga pendidikandan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta masyarakat umum.

Persyaratan :

1.Lulusan sarjana S1 untuk pendidikan S2 dan lulusan Sarjana S2

untuk pendidikan S3.

2.Memiliki IPK minimal 2,75 (dari skala 4)

3.Memiliki nilai Institutional TOEFL (ITP) minimal 550 atau IELTS minimal 6.5

4.Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550

5.Mendapat rekomendasi dari pejabat yang berwenang

6.Diutamakan :

a.Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun

b.Berusia maksimal 35 tahun untuk pendidikan S2 dan 40 tahun untuk

pendidikan S3.

c.Belum memiliki gelar dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 (bagi pelamar program S2) atau S3 (bagi pelamar program S3)

7.Pendaftaran dan penyerahan berkas lamaran beasiswa paling lambat tanggal 18 Februari 2009.

Selengkapnya baca di sini : http://www.depkominfo.go.id/program/beasiswa-s2-s3-luar-negeridepkominfo-2009/

=================================

INFORMASI MENGENAI PERSYARATAN BEASISWA S2 & S3 LUAR NEGERI TAHUN 2008

INFORMASI UMUM

1.Beasiswa disediakan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bagi

PNS, yakni pegawai negeri sipil di lembaga departemen dan lembaga non-departemen, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Karyawan lembaga pendidikan, yakni pimpinan, dosen, dan staf pada lembaga-lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Karyawan industri TIK, yakni pimpinan, karyawan dan karyawati perusahaan-perusahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, baik BUMN/D maupun swasta murni.
Masyarakat umum, yakni pihak-pihak di luar tiga kategori tersebut, termasuk perorangan.

2.Beasiswa akan diberikan kepada para pelamar yang oleh Panitia Seleksi dinilai memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pendidikan S2 dan S3 di perguruan tinggi di Belanda, Perancis, Australia, Swedia, dan Inggris yang telah ditetapkan Depkominfo.

3.Pelamar wajib memilih program studi sesuai dengan bidang-bidang studi yang telah ditetapkan Depkominfo, dan khusus bagi yang mendapatkan tugas akhir berupa penelitian, wajib menyelesaikan penelitian dengan tema / topik sesuai visi dan misi Depkominfo.

4.Bagi pelamar beasiswa S3, wajib melampirkan proposal penelitian dalam bahasa Inggris sesuai standar penulisan ilmiah.

5.Pelamar yang saat ini telah memiliki Surat Penerimaan (Letter of Acceptence) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan Depkominfo, dan Surat tersebut telah mendapatkan verifikasi dari Depkominfo, akan mendapatkan prioritas.

6.Pelamar wajib mengikuti ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan Depkominfo.

INFORMASI KHUSUS

Persyaratan Umum

Warga Negara Indonesia (WNI)
Sehat jasmani dan rohani
Tidak sedang mendapatkan fasilitas beasiswa dari pihak lain
Mengikuti ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan Depkominfo

Persyarata Khusus:

Lulusan S1 bagi pelamar beasiswa S2 atau lulusan S2 bagi pelamar beasiswa S3
Memiliki IPK minimum 2,75 ( dari skala 4,0)
Memiliki nilai Institutional TOEFLminimum 550 atau IELTS minimum 6.5 (batas waktu tes terakhir adalah tahun 2006)
Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimum 550 (batas waktu tes terakhir adalah tahun 2006). Bagi yang belum memiliki nilai TPA, dapat mengikuti tes yang akan diselenggarakan Bappenas. (hubungi: Ibu Ajeng, Unit Pelayanan dan Penyelenggara TPA Bappenas Jl. Proklamasi No. 70, Jakarta, Telp. 021-3911627)
Memiliki nilai GRE/GMAT, bila program studi di perguruan tinggi yang bersangkutan mensyaratkan (batas waktu tes terakhir adalah tahun 2006).
Mendapat rekomendasi dari pejabat berwenang (minimum dari pimpinan instansi setingkat Eselon II bagi PNS, dari pimpinan perusahaan atau pejabat lain yang berwenang bagi karyawan dan karyawati industri TIK,dari pimpinan perguruan tinggi atau pejabat yang berwenang di lembaga pendidikan bagi pimpinan satuan kerja, dosen dan staf di lembaga pendidikan, dan dari dosen pembimbing skripsi atau pembimbing tesis bagi masayarakat umum)

Diutamakan :

Memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 2 tahun, terhitung mulai tanggal diangkat menjadi PNS dalam gelar S1 pada instansi yang bersangkutan (bagi pelamar kategori PNS) atau memiliki pengalaman bekerja minimum 2 tahun (bagi pelamar kategori karyawan dan karyawati perusahaan industri TIK, dan masayarakat umum)
Berusia usia maksimum 35 tahun (bagi pelamar beasiswa S2) dan 40 tahun (bagi pelamar beasiswa S3) pada saat pendaftaran
Belum memiliki gelar dan tidak sedang mengikuti program pendidikan S2 (bagi pelamar program S2) dan S3 (bagi pelamar program S3)
Khusus bagi pelamar beasiswa S2 dan S3 yang telah lulus seleksi penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri yang sesuai dengan ketetapan Depkominfo, wajib melampirkan Surat Penerimaan (Letter of Acceptence) dari perguruan tinggi yang bersangkutan
Mengisi Formulir Pendaftaran
Menandatangani Surat Pernyataan yang telah disediakan.

Bidang Studi

Bidang studi yang diutamakan dalam program beasiswa ini adalah:

·Hukum (Cyber, Satelit, Telekomunikasi, dan bidang hukum yang terkait dengan TIK lainnya)

·Ekonomi (E-Commerce, E-Business,dan bidang ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan TIK lainnya)

·Ilmu Komputer

·Teknik Informatika

·Teknik Elektro/Elektronika

·Teknik Telekomunikasi

·Ilmu Komunikasi (Penyiaran, Jurnalistik, dan Komunikasi Masa)

Nama Perguruan Tinggi dan Negara Tujuan Studi

Perguruan Tinggi dan negara yang diutamakan dalam program beasiswa ini adalah:

Belanda

Tilburg University

University of Twente

Utrecht University

University of Groningen

Erasmus University Rotterdam

Delft University of Technology

Leiden University

Vrije Universiteit Amsterdam

Hogeschool Utrecht

Univeriteit van Amsterdam

Eindhoven University of Technology

HAN University of Applied Science

Wageningen University and Research Center

Universiteit Maastricht

The Hague University

Perancis

a.Ecole Normale Superieure, Paris

b.Ecole Polytechnique

c.Universite Pierre et Marie Curie, Paris

d.Ecole Normale Superieure de Lyon

e.Universite Louis Pasteur

f.Science Po Paris

g.Universite Paris-Sud

h.Universite Paris Sorbonne

Australia

a.University of New South Wales

b.University of Adelaide

c.University of Sidney

d.University of Melbourne

e.Australia National University

f.University of Queensland

g.Monash University

h.University of Western Australia

Swedia

Chalmers University of Technology

Linkoping University

Halmstad University

University of Trollhatan/Uddevalla

IT University of Goteborg

Upsalla University

Royal Institute of Technology

Inggris

a.University of Cambridge

b.University of Oxford

c.Imperal College London

d.University College of London

e.University of Edinburgh

f.King’s College London

g.University of Manchester

h.University of Bristol

PROSES SELEKSI DAN PEMBERANGKATAN

Proses Seleksi

Proses seleksi terdiri dari tiga tahap, yaitu:

Seleksi administratif, yakni tahap penilaian terhadap kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan
Seleksi kemampuan akademik, yakni tahap penilaian terhadap kemampuan bahasa Inggris (nilai TOEFL/IELTS), TPA, GRE/GMAT (bila diperlukan), dan aspek lain untuk menyusun daftar pendek berdasarkan peringkat prestasi, prioritas, dan potensi pelamar.
Wawancara, yakni tahap penilaian terhadap tujuan dan motivasi belajar, sikap kepribadian, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tujuan program beasiswa.

Proses Pemberangkatan

Pemberangkatan ke negara-negara tujuan studi segera dilaksanakan bila pelamar:
Selesai mengikuti seluruh proses persiapan yang diselenggarakan oleh Depkominfo
Memiliki Surat Penerimaan (Letter of Accepatence) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan, dan surat tersebut telah diverifikasi oleh Depkominfo
Memenuhi aturan keimigrasian negara tujuan studi
Memiliki surat ijin belajar dari Pemerintah Indonesia
Tidak sedang dalam keadaan hamil pada saat pemberangkatan ke negara tujuan studi

Prioritas pemberangkatan diberikan kepada pelamar yang telah lulus seleksi dan telah memiliki Surat Penerimaan (Letter of Acceptence) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan Depkominfo.

CAKUPAN DAN KEWAJIBAN PENERIMA BEASISWA

Cakupan Beasiswa

Biaya kuliah (tuition fee)
Biaya perjalanan pesawat udara kelas ekonomi pergi-pulang dari dan ke negara tujuan studi (pada saat keberangkatan dan kepulangan)
Uang penempatan awal (establishment cost)
Biaya hidup selama mengikuti pendidikan (living allowance)
Asuransi kesehatan
Biaya pengurusan visa pelajar (student visa)

Catatan:

Peserta yang telah berkeluarga dapat membawa serta keluarganya ke negara tujuan studi dengan biaya sendiri (Depkominfo tidak memberi tunjangan keluarga).
Formulir pendaftaran harus diisi dengan jelas dibubuhi materai secukupnya dan disertai dengan semua dokumen sebagaimana tersebut dalam Daftar Kelengkapan Persyaratan
Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

Kewajiban pelamar

Mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh Depkominfo berkaitan dengan program beasiswa
Mematuhi peraturan negara tujuan studi sebagai pemegang visa pelajar (student visa)
Berperilaku baik dan menjaga nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia selama mengikuti pendidikan di luar negeri
Melaporkan perkembangan dan hasil studi kembali kepada Depkominfo selama mengikuti dan setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri.

Formulir Pendaftaran yang telah diisi dan seluruh dokumen yang dipersyaratkan harus dikirim via pos atau diantar langsung dan diterima Panitia Seleksi dengan alamat tersebut di bawah ini paling lambat tanggal 15 Februari 2008.

Panitia Seleksi tidak melayani pertanyaan atau komunikasi, baik secara langsung maupun via telepon dan Internet.

Alamat Pengiriman Berkas Lamaran :

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia

Panitia Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri

Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika Lt. 5

Jalan Medan Merdeka Barat No. 9

Jakarta – 10110

Catatan:

Keterangan lebih lanjut, bisa dilihat di http://www.depkominfo.go.id

 

STUNED

Bagi kawan-kawan yang ingin belajar di Belanda, beasiswa Stuned menawarkan kesempatan untuk 200-an orang setiap tahunnya.

Apakah StuNed?

StuNed, Studeren in Nederland atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia.

Setiap tahun sekitar 150-200 beasiswa penuh ditawarkan kepada mereka yang berkecimpung dalam pembangunan Indonesia. Penerima beasiswa dapat mengikuti master course, short course atau tailor made training programme yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Setelah menyelesaikan studi dan kembali ke Indonesia, penerima beasiswa diharapkan meneruskankomitmennya bagi pembangunan.

Program StuNed mengacu pada kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang tujuan utamanya adalah penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan dengan mendukung pencapaian “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015. Dalam rangka itu kerja sama bilateral dengan Indonesia difokuskan pada pengembangan kapasitas institusi di sektor-sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan seperti:

  • pendidikan
  • penanggulangan HIV/AIDS
  • pelestarian lingkungan
  • penyediaan air bersih dan sanitasi
  • memajukan iklim investasi
  • pemberdayaan masyarakat
  • hak-hak asasi manusia

Berkaitan dengan pembangunan sektor-sektor di atas, ada dua isu lintas tema yakni good governance dan gender yang harus menjadi perhatian, misalnya dengan memberikan 50% dari total beasiswa kepada perempuan.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia, seperti yang dipaparkan dalam “Poverty Reduction Strategy Papers (PRSP)”, peningkatan proses desentralisasi juga merupakan tujuan lain program StuNed. Oleh karena itu, perhatian khusus diberikan kepada para kandidat yang bekerja di luar Jawa.

Profil Kandidat

Program beasiswa StuNed khusus diadakan untuk masyarakat Indonesia dan diprioritaskan bagi staf pemerintah (pusat dan daerah), staf LSM, staf pengajar PTN dan PTS serta wartawan. Karyawan perusahaan swasta yang bekerja di sektor-sektor yang terkait dengan pembangunan juga dapat ikut serta.

Kandidat StuNed idealnya memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan, pemberantasan korupsi, mampu memimpin dan menyadari sepenuhnya bahwa manfaat beasiswa ini adalah untuk kepentingan pembangunan institusi dimana ia bekerja dan dengan demikian mendukung pembangunan Indonesia pada umumnya.

Pilihan Program Studi

Secara umum program studi yang ada di daftar ‘Study in Holland’ dan yang berkaitan erat dengan sektor-sektor pembangunan Indonesia dapat dipilih, diantaranya:

  • Law and human rights studies
  • Social and behavioural sciences
  • Environmental studies
  • Public health, HIV/AIDS programmes
  • Urban and regional planning
  • Agriculture oriented studies
  • Education oriented studies
  • Studi-studi Linguistik, Kesusasteraan dan Sejarah yang berkaitan dengan Indonesia dan atau Belanda (studi sastra atau bahasa-bahasa lain selain Indonesia dan Belanda tidak dapat dipilih)

Persyaratan:

  • Untuk mendaftar di program gelar master, peminat harus memiliki ijazah S1 atau setara D4. Untuk beberapa bidang studi yang popular, umumnya jumlah siswa yang dapat diterima dibatasi atau diberlakukan kuota.
  • Merupakan keharusan bagi siswa asing untuk dapat berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Inggris dengan baik. Siswa harus berhasil lulus tes bahasa Inggris atau yang dikenal dengan tes TOEFL. Umumnya universitas di Belanda menerima hasil tes TOEFL atau tes bahasa inggris lainnya seperti IELTS. Persyaratan yang diminta umumnya siswa harus memiliki skor TOEFL 550 atau CBT 213 atau untuk IELTS antara 5.5 – 7.

Pendaftaran sudah dibuka. Untuk form pendaftaran, bisa didonlot dari sini.


© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php