blogmasboi

Radio Komunitas Internet untuk Orang Muda

Posted: February 28th 2012

Bernas Jogja, 27 Februari 2012 Oleh Yohanes Widodo Media dan orang muda bisa dibilang dua hal tak terpisahkan. Hampir semua media, baik koran, majalah, radio, dan televisi menjadikan orang muda sebagai target media dan menjadikan orang muda sebagai obyek, sasaran, konsumen yang menggunakan dan menikmati media. Kini, pelan tapi pasti, kondisi itu mulai berubah. Internet mengubah orang muda yang selama ini menjadi obyek berubah menjadi subyek,  yang seblumnya konsumen beralih menjadi produsen informasi.  Banyak orang muda yang aktif di jurnalisme warga (citizen journalism) berbasis blog, website komunitas, Youtube, dan lain-lain. Di dunia penyiaran, kini berkembang gerakan penyiaran warga (citizen broadcasting) siaran radio atau televisi online. Dengan fasilitas komputer/laptop, mikrofon, dan jaringan internet, orang muda bisa menjadi penyiar radio atau televise dari kamar masing-masing, tanpa harus membangun pemancar, master control dan ruang siaran.


Kampung Digital

Posted: January 26th 2012

Oleh Yohanes Widodo Bernas Jogja, 10 Januari 2012 Teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Internet, selama ini identik dengan kalangan menengah atas dan didominasi orang-orang kaya/masyarakat kota. Namun, kini teknologi informasi dan komunikasi mulai bergeser ke kampung-kampung. Internet pun kini mulai masuk ke kalangan menengah ke bawah dan warga desa. Ini berkat inisiasi dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah, LSM, dan komunitas sipil melalui kebijakan, program, gerakan, maupun kegiatan semacam Kampung Digital, Kampung Siber, atau Sistem Informasi Desa. Warga diberi akses, kemudahan, dan fasilitas agar warga mampu memanfaatkan teknologi informasi. Pemerintah desa juga diharapkan mampu meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan efektif. Sejumlah pemerintah daerah bahkan mencanangkan program ini secara serius. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), misalnya, mengupayakan terbentuknya 10 kampung media atau kampung digital di berbagai lokasi strategis dalam tahun anggaran 2011. Program ini didukung alokasi anggaran sebesar Rp 1,7 miliar pertahun (Kompas.com, 9/01/2011). Sebelumnya, tahun 2006, komunitas Internet … Read more


I-Branding bagi UKM

Posted: December 13th 2011

Oleh Yohanes Widodo Usaha kecil dan menengah (UKM) diakui sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.  Menurut Data BPS 2008, jumlah unit usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai 51,3 juta unit—ini berarti 99 persen dari total pelaku usaha nasional. Namun, jika dilihat dari sisi sumbangan revenuenya secara kelompok, kontribusi UKM ini sangat rendah dibanding potensinya (Amalia E. Maulana, 2010). Sejumlah studi menunjukkan, masalah yang paling sering dihadapi oleh UKM antara lain: pemasaran, anggaran yang tidak memadai, kapasitas, keterampilan dan keahlian. Bagi sebagian besar UKM, yang disebut pemasaran, sejauh ini fokus pada produk dan harga, penggunaan brosur dan sebagian besar berorientasi penjualan. Ini menyiratkan bahwa membangun brand belum menjadi prioritas. Sejauh ini, branding biasanya identik dengan perusahaan berskala besar. Branding merupakan bidang yang relatif baru di kalangan UKM. Namun, beberapa start up dan brand lokal telah memulainya, bahkan  menjadi booming dan menuai sukses setelah menerapkan strategi I-branding. Sebut … Read more


Tips dan Trik Menulis Motivation Letter – Holland Education Fair

Posted: November 9th 2011

Jangan Ragu Kuliah di Belanda Tribun Jogja – Selasa, 8 November 2011 20:57 WIB TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Beberapa alumni mahasiswa asal Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Belanda, juga hadir dalam event Holland Education Fair 2011, yang bertempat di Ballroom Hotel Phoenix Yogya, Selasa (8/11). Satu diantaranya adalah Yohanes Widodo. Alumni S-2 Ilmu Komunikasi Wageningen University ini, hadir untuk memberikan gambaran dan tips bagi calon mahasiswa yang akan menempuh kuliah di Belanda. “Atmosfir kehidupan sosial di Belanda sangatlah hangat. Masyarakatnya begitu terbuka dalam menyambut mahasiswa asing yang ada di sana,” kata Yohanes, yang menempuh studi di Belanda dari tahun 2007 sampai 2009 ini. Uniknya, di Belanda lanjut Yohanes, juga ditemukan masakan khas Indonesia seperti gudeg, mie instan Indomie, gula kelapa dan lain sebagainya. “Jadi saya jamin, ketika pertama tinggal di Belanda, orang Indonesia tak akan mengalami shock culture. Karena masyarakatnya sangat ramah. Hampir sama seperti orang Jawa kok, senang diajak … Read more


Radio Internet, Perlu Regulasi?

Posted: September 6th 2011

Oleh Yohanes Widodo Perkembangan teknologi Internet memungkinkan media-media tradisional bermetamorfosis. Surat kabar atau majalah berkembang menjadi media online atau dotcom. Di dunia radio, muncul radio Internet sebagai pelengkap sekaligus pesaing radio tradisional. Radio Internet (sering juga disebut sebagai web radio, net radio, streaming radio dan e-radio) adalah layanan siaran audio yang disebarluaskan melalui Internet. Siaran di Internet sering disebut sebagai webcasting karena siaran tersebut tidak disebarluaskan melalui media nirkabel. Sejak kemunculannya pada akhir 1990-an, radio Internet juga digunakan oleh radio tradisional (FM atau AM) untuk memancarluaskan siaran dan program mereka, baik melalui situs mandiri maupun situs sindikasi seperti Jogjastreamers.com Radio Internet adalah inovasi teknologi terbaru di bidang radio siaran sejak siaran radio dimulai pada awal 1920an. Berbeda dengan radio tradisional yang menggunakan gelombang radio, radio Internet disiarkan dan bisa didengarkan melalui Internet (koneksi broadband). Inovasi ini sekaligus memecahkan persoalan keterbatasan kanal frekuensi.


Science and policy collaboration: The bird flu case

Posted: July 28th 2011

Yohanes Widodo, Yogyakarta | Thu, 07/21/2011 7:00 AM The avian influenza virus, or bird flu, which has apparently reemerged, is reportedly spreading at an alarming pace. A total of 64,095 chickens in 17 districts in South Sulawesi have died from the virus as of July 2011 (Kompas, July 13, 2011). It is the widest outbreak of the infection in Indonesia since a series of outbreaks during the period between 2003-2007. At that time Indonesia was thought to be the country with the largest number of people infected by the bird flu virus in the world. Indonesian scientists struggled in addressing many uncertainties. While conducting their research, the scientists had to deal with the peripheral problems caused by the outbreak of the disease. Most people, however, turned a blind eye to the seriousness of the disease. Data from the National Commission for avian influenza and pandemic preparedness said that 97 percent … Read more


Skripsi, ‘Mahkota’ Mahasiswa?

Posted: July 11th 2011

Skripsi ibarat ‘mahkota’ kebanggaan mahasiswa. Ia punya arti penting, bahkan dianggap sebagai masterpiece seorang sarjana. Praktik ini dimulai pada abad pertengahan. Ketika itu, untuk bisa diterima di organisasi pekerja, seorang calon pekerja atau pengrajin harus menunjukkan kemampuannya dengan memproduksi a piece of work yang disebut masterpiece. Ia diuji oleh pengurus organisasi untuk mendapatkan gelar master (Michael A. Covington, 2011). Ketika universitas berdiri, praktek semcam ini pun diterapkan. Skripsi, tesis, atau disertasi menjadi bukti bahwa mahasiswa bisa melakukan pekerjaan tertentu. Namun, kerapkali skripsi dianggap momok. Pengerjaannya sulit dan lama. Mahasiswa harus menyediakan waktu khusus untuk mengerjakannya. Tak sedikit dari para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi mengalami kendala, seperti kurang mempunyai minat baca, tidak mempunyai kemampuan menulis, tidak mempunyai kemampuan akademis, tidak mempunyai kesukaan untuk meneliti. Kendala lainnya yaitu keterbatasan dana, ketidakmauan mencari literatur, ketakutan menghadapi dosen pembimbing, keraguan pada keprofesionalan dosen pembimbing (Riewanto, 2003). Akibatnya, beberapa mahasiswa yang sudah lulus teori … Read more


Be Focus on System

Posted: July 6th 2011

* Perang Bintang di Perusahaan Oleh Yohanes Widodo Apakah persoalan SDM semata urusan perusahaan? Pemerintah, perusahaan, dan universitas semestinya berkolaborasi  memecahkan persoalan itu. Sayangnya, ketiga elemen kunci tersebut sering kali tidak sinkron. Universitas, sebagai pihak yang menghasilkan SDM, ditantang untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, tahu dunia bisnis, melek teknologi, berwawasan global, kreatif dan siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif dan terus berubah.  Dukungan pemerintah penting untuk menciptakan iklim yang kondusif lewat kebijakan dan terutama dana yang cukup. Kita tahu, pendidikan adalah investasi SDM yang sifatnya high cost dan long-term. Dunia usaha sebagai pihak yang memanfaatkan lulusan universitas, bisa ambil bagian dengan menggandeng universitas, untuk menyiapkan kandidat-kandidat terbaik lewat dukungan dana penelitian dan berpartisipasi dalam memberi masukan dalam penyusunan kurikulum perguruan tinggi, serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilan. Sebagai contoh, untuk mengantisipasi perkembangan dunia digital, popularitas media cetak yang kian menurun, dan platform jaringan sosial dan perangkat … Read more


Book Chapter

Posted: June 30th 2011

My paper titled “Citizen Journalism and Media Pluralism in Indonesia” has been published in Conners, Thomas J., Frank Dhont, Mason C. Hoadley, and Adam D. Tyson, eds. 2011. Social Justice and Rule of Law: Addressing the Growth of a Pluralist Indonesian Democracy. Diponegoro University Press: Semarang. This paper focuses on the contribution of citizen journalism to media pluralism in Indonesia through case studies of two citizen journalism projects, namely Kompasiana initiated by the Kompas newspaper and Panyingkul initiated by citizens in Makassar, South Sulawesi. The main challenge to media pluralism is concentration of ownership via acquisitions and mergers. Such are considered dangerous for democracy because they limit the number of actors in the media industry, thereby concentrating influence in the hands of a small group of businessmen. Many conglomerates control or have substantial interest in the media, which can lead to conflicts of interest. Concentration of ownership also leads to … Read more


Ketika ‘Produser’ menjadi ‘Prosumer’

Posted: June 22nd 2011

* Oleh-oleh dari SEARCH Conference 2011 Taylor’s University Malaysia kembali menggelar  ajang 2nd International SEARCH Conference 2011 dengan topic New Media Culture and Challenges di Lakeside Campus, Subangjaya, Malaysia, 28-29 Mei 2011. Kali ini, Yohanes Widodo dari UAJY menjadi salah seorang presenter. Konference menampilkan 72 paper dengan topik yang beragam, antara lain: Muslim and the New Media, Social Gaming Network, News Agregator, Citizen Journalism, Reality Shows, Reality TV, Media and Public Relations, TV Advertising, Japanese Popular Culture, E-Government, dan lain-lain. Setiap presenter diberi waktu 30 menit, 10 menit untuk presentasi dan 20 menit untuk diskusi.



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php