blogmasboi

Media Sosial Masuk Kelas?

Posted: March 26th 2013

Bernas Jogja, Selasa, 26  Maret  2013 Oleh Yohanes Widodo SEPERTI pengguna media sosial pada umumnya, banyak dosen perguruan tinggi di Indonesia menggunakan media sosial semacam Facebook atau Twitter. Hanya saja ada kecenderungan bahwa sebagian besar dosen tidak mengenakan “topi” dosen ketika menggunakan Facebook atau Twitter. Artinya, penggunaan media sosial lebih banyak untuk kepentingan atau kebutuhan pribadi, misalnya untuk bersosialisasi dengan teman-teman atau keluarga daripada kepentingan profesional sebagai dosen. Lantas, bagaimana media sosial (bisa) digunakan untuk mendukung proses belajar-mengajar, khususnya di perguruan tinggi? Tingkatkan produktivitas Media sosial adalah media komunikasi interaktif seperti blog, wiki, podcast, Facebook, Twitter, Youtube, jurnalisme warga seperti Kompasiana, dan lain-lain. Bagi dosen, penggunaan media sosial di dalam kelas akan meningkatkan produktivitas, komunikasi, dan pemahaman anak didiknya. Media sosial bisa digunakan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar sehingga lebih efektif. Pertama, karena media sosial banyak digunakan oleh mahasiswa atau siswa/remaja. Kalau pun belum punya akun, orang dengan mudah bisa … Read more


1 Maret 2013: Selamat Ulang Tahun Ketiga, Anjelie :)

Posted: March 1st 2013

Anjelie sayang! Melalui tulisan ini, ayah ingin ‘membayar hutang’. Ingat kan? Tahun 2010 lalu ayah berjanji akan menulis surat atau jurnal untukmu, sebulan sekali. Nyatanya itu tak bisa terwujud. Kini janji itu ayah direvisi: tidak sebulan sekali, tapi (minimal) setahun sekali – pas Utah Anjelie 🙂 Setuju? Hari ini, Jumat 1 Maret 2013 ini Anjelie berulang tahun ketiga. Ulang tahun Anjelie dirayakan di sekolah, PAUD Warna-Warni. Ulang tahun ketiga ini tentu merupakan hari bahagia bagi Anjelie. Di usia ketiga ini Anjelie sudah mulai paham, apa itu ulang tahun. Setengah tahun terakhir ini memang Anjelie beberapa kali mengikuti perayaan ulang tahun teman-teman di sekolah. Ketika tiba di rumah Anjelie bercerita panjang ke ayah dan bunda, siapa yang ulang tahun dan apa yang Anjelie lakukan. Di rumah, Anjelie juga sering menyanyikan lagu Selamat ulang tahun meski sering kali salah lirik. Masa, lagu pada Panjang Umur, pada bagian “tiup lilinnya, tiup lilinnya… serta … Read more


Launching dan Diskusi Buku Bencana Merapi

Posted: February 22nd 2013

Dipublikasi: December 7, 2012 dari Web Perpustakaan UAJY Meski Dies Natalis ke-47 Universitas Atma Jaya Yogyakarta berpuncak pada Upacara Dies tanggal 27 September 2012, namun masih ada satu kegiatan yang tesisa. LPPM bekerja sama dengan Perpustakaan,  menyelenggarakan Launching dan Diskusi Buku “HIDUP NYAMAN BERSAMA BENCANA: Pengalaman Radio Komunitas Lintas Merapi.” Acara yang dihadiri oleh para dosen, pustakawan, mahasiswa, pengelola radio komunitas, dan masyarakat sekitar Merapi berlangsung cair dan hangat dipandu oleh Surya Adi Pramana, M.Si. (editor buku dan dosen Prodi Sosiologi FISIP UAJY). Hadir sebagai pembahas Dr.Eko Teguh Paripurno direktur Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Yogyakarta dan Yohanes Widodo, MA., dosen Prodi Ilmu Komunikasi UAJY. Dalam pembahasannya Dr. Eko Teguh Paripurno memaparkan bahwa pengalaman menjadi indah ketika dituliskan. Selanjutnya beliau mengungkapkan, “Apa kalau gunung mbledhos wong-wong kudu mati dan warga harus diturunkan? Gunung boleh meletus orang jangan mati. Kenapa orang meninggal bukan karena mbledhosnya, tapi orangnya gak bisa ngopeni soal … Read more


Bahasa dan Ancaman Kepunahan

Posted: October 10th 2012

Bernas Jogja, Selasa 9 Oktober 2012 Oleh Yohanes Widodo Indonesia adalah negara multietnis dengan 1.128 etnis (BPS, 2010) dan negara multilingual kedua di dunia setelah Papua Nugini dengan 742 bahasa (Ethnologue, 2005). Ini berarti 10 persen dari 7.000 bahasa di dunia berada di Indonesia (Antara, 2012/09/04). Penggunaan Bahasa Indonesia dimulai sejak 1928, ketika pemuda-pemudi memilih bahasa Melayu sebagai lingua franca menjadi bahasa persatuan dengan pernyataan butir ketiga Sumpah Pemuda: “Kami, putera-puteri Indonesia, menjunjung bahasa bersatuan, Bahasa Indonesia”. Sebagai bahasa nasional yang dinyatakan dalam UUD 1945, menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi antaretnis, bahasa resmi pemerintah, dan bahasa pengantar di lembaga pendidikan di Indonesia. Bahasa Indonesia diajarkan di sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran wajib sejak di Sekolah Dasar. Bahasa daerah jarang digunakan di sekolah-sekolah formal selain sebagai mata pelajaran muatan lokal di beberapa daerah. Bahasa lokal lebih banyak digunakan dalam pendidikan non-formal, khususnya dalam bidang sastra (Haddad, 2006). Orang Indonesia umumnya bilingual. … Read more


Diaspora Orang Muda Indonesia dan Bahasa Mereka

Posted: August 24th 2012

Bernas Jogja, Selasa 21 Agustus 2012 Oleh Yohanes Widodo Perbincangan tentang Diaspora Indonesia kembali mengemuka sejak digelar  Congress of Indonesian Diaspora (CID) yang berlangsung 6-8 Juli 2012 di Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat. Istilah diaspora berasal dari Bahasa Yunani yang artinya penyebaran (Merriam Webster); gerakan, migrasi, atau menyebarnya bangsa atau penduduk etnis manapun yang terpaksa atau terdorong untuk meninggalkan tanah air atau etnis tradisional mereka; orang-orang yang tinggal jauh dari tanar airnya (Ember dkk, 2004). Menurut Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal, diaspora merujuk pada semua orang di luar negeri yang berdarah, berjiwa dan berbudaya Indonesia – baik yang masih warga negara Indonesia maupun yang sudah menjadi warga begara asing. Di sini termasuk warga yang bekerja dan pelajar Indonesia yang sedang kuliah di luar negeri. Berdasarkan catatan Dino terdapat sekitar 3,5 juta orang WNI di luar negeri. Namun faktanya jumlah diaspora Indonesia jauh lebih banyak … Read more


Diet Berita Negatif

Posted: July 10th 2012

Bernas Jogja, 10 Juli 2012 Oleh Yohanes Widodo Di media sosial dan dunia maya saya sering menemukan komentar bahkan umpatan tentang berita media yang didominasi oleh hal-hal negatif yang membuat orang muak. Sejak bangun hingga menjelang tidur, berita dan tayangan televisi tentang korupsi, pembunuhan, penculikan, kasus suap, kecelakaan dan berita negatif lainnya, membombardir ruang-ruang privasi kita. Fenomena tayangan atau berita negatif itu cukup fantastis. Arry Rahmawan (2012) mencatat, perbandingan berita positif dan negatif yang ditayangkan stasiun televise di Indonesia rata-rata 1:11. Satu untuk berita positif dan 11 untuk berita negatif. Sebagian besar koran pun sering menampilkan headline sensasional dan mengerikan. Sajian atau tayangan media nefatif cenderung menyebarkan pesimisme, menguatkan ketidakpastian, dan menurunkan rasa percaya diri. Orang pun merindukan berita atau cerita yang positif dan mencerahkan.


Polling Pendengar Radio PPI Dunia

Posted: June 20th 2012

Loading…


Polling Penyiar Radio PPI Dunia

Posted: June 18th 2012

Loading…


Simpang Amsterdam – PPI Belanda Rujakan Melulu?

Posted: June 13th 2012

Pengantar: Wawancara Masboi dengan Radio Nederland Siaran Indonesia (Ranesi) On air: 11 Mei 2012 14:35 – 16 Mei 2012 14:35 dan dipublish di sini. Karena Ranesi akan ditutup, saya amankan di blog ini 🙂 Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI Belanda, memperingati hari jadinya yang ke 90 tahun 8 Mei lalu. Simpang Amsterdam berkesempatan mengundang dua pemuda yang (sempat) berperan aktif dalam PPI dengan topik seputar peran PPI masa kini. Walaupun berasal dari “kampung” yang sama, Yohanes Widodo yang akrab disapa Masboi (mantan sekjen PPI Belanda 2008-2009) dan Reo Paembonan (sekjen PPI Belanda 2011-2012) bisa juga berdebat seru tentang kegiatan PPI di tahun-tahun belakangan. Masboi yang pada masa kepemimpinannya antara lain menelurkan majalah online Jong Indonesia dan Radio PPI, menyentil PPI sekarang yang sepertinya banyak senang-senang saja. Seperti istilah moderator Junito Drias: rujakan melulu. Masboi mengatakan, PPI bagaimanapun punya embel-embel kata Indonesia, dan punya muatan politis . “Kalau hanya itu pleasure, … Read more


Diseminasi Informasi Publik di Era Internet

Posted: April 17th 2012

Oleh Yohanes Widodo Perubahan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat dan dinamika sosial dan politik sakan mempengaruhi pilihan strategi komunikasi dan diseminasi informasi publik. Hal ini menjadi tantangan sekaligus catatan bagi pejabat publik dan humas pemerintah untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan tersebut. Secara umum pola komunikasi di masa mendatang relatih tidak berubah. Komunikasi linier, sebagai basis, tetap digunakan. Namun, proses atau pendekatan  komunikasi transaksional (yang bersifat diskusi interaktif, kooperatif, egaliter, resiprokal) akan makin berkembang dan menjadi kebutuhan. Fenomena ini bisa kita lihat, misalnya, acara-acara talkshow yang menghadirkan narasumber dan melibatkan pendengar, tetap menjadi pilihan. Hanya saja, media perlu berupaya agar mereka yang selama ini ‘diam’ menjadi ‘mau bersuara’; dan menghindari narasumber yang “itu lagi, itu lagi” karena akan membuat audiens cepat bosan. Dalam konteks strategi komunikasi dan diseminasi informasi publik, prinsip komunikasi adalah tercapai common interest, yakni bagaimana kepentingan pemerintah dan masyarakat ‘bertemu’. Untuk itu, ada … Read more



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php