blogmasboi

Blog Archives


Simpang Amsterdam – PPI Belanda Rujakan Melulu?

Posted: June 13th 2012

Pengantar: Wawancara Masboi dengan Radio Nederland Siaran Indonesia (Ranesi) On air: 11 Mei 2012 14:35 – 16 Mei 2012 14:35 dan dipublish di sini. Karena Ranesi akan ditutup, saya amankan di blog ini 🙂 Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI Belanda, memperingati hari jadinya yang ke 90 tahun 8 Mei lalu. Simpang Amsterdam berkesempatan mengundang dua pemuda yang (sempat) berperan aktif dalam PPI dengan topik seputar peran PPI masa kini. Walaupun berasal dari “kampung” yang sama, Yohanes Widodo yang akrab disapa Masboi (mantan sekjen PPI Belanda 2008-2009) dan Reo Paembonan (sekjen PPI Belanda 2011-2012) bisa juga berdebat seru tentang kegiatan PPI di tahun-tahun belakangan. Masboi yang pada masa kepemimpinannya antara lain menelurkan majalah online Jong Indonesia dan Radio PPI, menyentil PPI sekarang yang sepertinya banyak senang-senang saja. Seperti istilah moderator Junito Drias: rujakan melulu. Masboi mengatakan, PPI bagaimanapun punya embel-embel kata Indonesia, dan punya muatan politis . “Kalau hanya itu pleasure, … Read more


Kobarkan Api Semangat JONG Indonesia

Posted: February 10th 2010

Penerbitan JONG Indonesia edisi kedua ini patut diberi jempol: like this! Kenapa? Berdasarkan pengalaman, lebih sulit mempertahankan atau menghidupkan sebuah penerbitan mahasiswa, dibandingkan ketika melahirkannya! Bikinnya gampang, tapi melanjutkannya yang susah! Sudah menjadi rahasia umum, rata-rata penerbitan mahasiswa punya motto: “Sekali berarti, sesudah itu mati!” Sekali terbit, setelah itu lenyap. JONG Indonesia terbit di tengah segala kesibukan kuliah dan aktivitas, tapi juga pragmatisme, dan keengganan mahasiswa untuk terlibat dalam kerja-kerja intelektual, JONG Indonesia berhasil menerbitkan edisi ini. Sekali lagi, jempol untuk teman-teman redaksi. Sebagai seorang yang membidani kelahiran JONG Indonesia, saya bangga bahwa api-semangat JONG Indonesia tetap menyala dan terjaga. Meski saat ini saya ‘melarikan diri’ ke Jogja – karena status saya yang bukan pelajar lagi – namun, teman-teman redaksi mampu melanjutkannya, bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Lebih dari itu, kita harus bangga karena di negeri Belanda inilah, beberapa tokoh the founding fathers republik dimotori oleh Hatta dan Syahrir … Read more


PPI Belanda Luncurkan Majalah Jong Indonesia

Posted: September 2nd 2009

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda meluncurkan edisi perdana majalah online Jong Indonesia, Agustus 2009. Penerbitan Jong |ndonesia ini diinspirasi oleh perjungan media yang dirintis oleh Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia. Organisasi yang berdiri tahun 1908 ini mempunyai bulletin Hindia Poetera yang diubah menjadi Indonesia Merdeka tahun 1924, ketika Indische Vereeniging berubah menjadi Perhimpunan Indonesia. “Sebagai organisasi yang punya kaitan historis dan semantis dengan Indische Vereeniging dan Perhimpunan Indonesia, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan lewat media,” ujar Yohanes Widodo, Sekjen PPI Belanda 2008-2009, yang akrab disapa Masboi. Ia melihat ada sekitar 1500 pelajar Indonesia di Belanda. “Mereka adalah anak bangsa yang cerdas dan militan. Kalau transformasi wacana dan pertukaran gagasan antarmereka terjadi, ini akan menjadi kekuatan yang sangat luar biasa,” tambahnya. Jong Indonesia diharapkan menjadi media pembelajaran, transfer informasi dan pengetahuan; mem-pererat-memperluas persaudaran antarmahasiswa Indonesia di Belanda; dan memberikan masukan terhadap perubahan menuju Indonesia yang … Read more


Mencari Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020

Posted: June 27th 2009

Detik.com Sabtu, 27/06/2009 21:28 WIB Eddi Santosa – detikNews Den Haag – Para pelajar dan intelektual Indonesia di luar negeri akan berkumpul untuk membahas dan mempersiapkan misi dan strategi bangsa Indonesia menghadapi tantangan dunia 2020. Kegiatan yang akan digelar di Gedung Museon, Denhaag (3-5/7/2009) berformat simposium internasional itu merupakan kolaborasi bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan Aliansi PPI Luar Negeri atau Overseas Indonesian Students Association Alliance (OISAA). Simposium bertema Visi dan Misi Intelektual Indonesia di Luar Negeri: Strategi Pembangunan Indonesia Menuju 2020, itu menurut rencana akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui teleconference. Siaran pers panitia yang diterima detikcom hari ini (27/6/2009) melalui Sekjen PPI Belanda menyebutkan bahwa hasil yang diharapkan dari simposium ini antara lain memberikan rekomendasi bagi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia di berbagai sektor. Selain itu juga diharapkan akan terbentuk organisasi yang menghubungkan seluruh intelektual muda Indonesia di luar negeri untuk aktif bersama-sama memberikan kontribusi … Read more


Radio PPI Dunia: Menemani Sobat PPI di Seluruh Dunia

Posted: May 16th 2009

Radio PPI Dunia diluncurkan pada hari Senin, 18 Mei 2009 pukul 00.00 WIB. Sebelumnya, radio ini telah melakukan uji coba siaran sejak 26 April 2009. Peluncuran Radio PPI dunia ditandai dengan siaran berantai dari Mesir, Belanda, Jerman, Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Inggris, dan Australia. Radio ini akan menemani pendengar setianya di seluruh dunia dengan siaran 24 jam. Radio PPI Dunia digagas oleh Aliansi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh dunia. Kelahiran radio ini diinisiasi momen Simposium Internasional di Den Haag, Belanda. Hingga saat ini, sebanyak 10 PPI di seluruh dunia terlibat di radio ini. Radio PPI Dunia merupakan radio online atau streaming yang disiarkan lewat internet dan bisa didengarkan melalui situs http://www.radioppidunia.com Pendengar juga dapat berkomunikasi dengan penyiar serta berkirim salam dan lagu melalui pesan singkat Yahoo Messenger: radioppidunia@yahoo.com


Pemilu di Belanda: “Ada yang Pilih Calon Karena Namanya Aneh”

Posted: April 9th 2009

Para mahasiswa sempat mengira kertas suara berisi foto-foto para calon. Lalu? Sumber: VIVANEWS.COM Jum’at, 10 April 2009, 05:33 WIB Elin Yunita Kristanti, Yudho rahardjo (Antara/ Jessica Wuysang) VIVAnews – Pemilu di luar negeri tak berlangsung hingar bingar seperti di tanah air. Jika pemilih dalam negeri sampai bosan melihat foto para calon yang terpampang di ruang-ruang publik, lengkap dengan janji-janji, para pemilih di luar negeri nyaris tak mengenal siapa bakal calonnya di parlemen. Sekretaris Jenderal Persatuan Pelajar Indonesia-Belanda, Yohanes Widodo mengatakan kurangnya sosialisasi calon membuat mahasiswa tak semangat ikut pemilu. Kalaupun terpaksa ikut, pemilu tak dianggap serius. “Hanya untuk hiburan saja,” kata Yohanes kepada VIVAnews, Jumat 10 April 2009 dini hari.


Diplomasi Pelajar Indonesia di Belanda

Posted: April 3rd 2009

Era ini ditandai adanya perubahan paradigma: peran masyarakat menguat, sementara peran negara berkurang. Perubahan itu juga terjadi di ranah diplomasi. Globalisasi membuka ruang keterlibatan publik dalam diplomasi. Diplomasi bukan lagi melulu urusan pemerintah. Hubungan internasional tidak lagi semata-mata dipandang sebagai hubungan antarnegara, tapi juga meliputi hubungan antar masyarakat internasional (Susetyo, 2008). Diplomasi tradisional (first track diplomacy) ala pemerintah kini berkembang menjadi diplomasi publik atau bisa juga disebut diplomasi informal (second track diplomacy). Isu diplomasi publik ini mengemuka karena pemerintah—jika berjalan sendirian—tidak lagi mampu secara efektif menyampaikan pesan-pesan diplomasi dalam situasi dan isu-isu yang semakin kompleks.


Manifesto 1925: Prolog dari Belanda

Posted: March 25th 2009

Tiga tahun sebelum 1928, para pelajar Indonesia di Belanda menerbitkan Manifesto 1925. Lebih penting dari Sumpah Pemuda. ANAK-ANAK muda yang bergelora! Dalam setelan jas Barat, dagu mereka sedikit terangkat dengan pandangan mata tajam dan serius. Ini soal harga diri: kesadaran bahwa mereka bagian dari sebuah bangsa yang baru lahir. Selembar foto tua pertengahan 1920-an menggambarkan suasana itu. Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Achmad Soebarjo, Soekiman Wirjosandjojo adalah mereka yang memulai Indonesia di usia yang sangat muda. Dua di antara anak-anak muda itu suatu hari bertemu. Yang satu, Mohammad Hatta, pada September 1921 baru tiba di Nederland. Yang lain, Nazir Pamuntjak, sudah lebih dulu tinggal di Leiden. Ketika itu Nazir tengah menengok Hatta yang menginap di Tehuis voor Indische Studenten, rumah untuk mahasiswa dari Hindia, di Den Haag.


Peringatan Sumpah Pemuda di Belanda

Posted: March 25th 2009

Catatan: Ini adalah arsip berita tentang peringatan Sumpah Pemuda yang digelar Perhimpunan Persaudaraan (02/11/2008) yang kemudian diudarakan oleh Radio Netherlands Siaran Indonesia atau Ranesi (05/11/2008. Berita ditulis oleh Bari Muchtar. Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia sampai sekarang masih belum terselesaikan. Partai Komunis Indonesia (PKI) berperanan sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Itulah antara lain inti dari sambutan dan uraian yang disampaikan dalam peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda  di Diemen, Belanda, 2 November 2008. Apakah itu sekedar perayaan seperti ribuan perayaan-perayaan lainnya atau ada hasil konkretnya? Setelah dikumandangkannya lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan disusul dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa acara diawali dengan berbagai sambutan. Dalam sambutannya ketua panitia Revina Rachmat mengutip ucapan mantan menteri urusan daerah jajahan Belanda Hendrikus Colijn. Menurut Colijn kesatuan Indonesia adalah sebuah konsep kosong dan Hindia Belanda tidak mungkin akan bersatu menjadi sebuah negara. Tapi, tegas Revina Rachmat dalam sambutannya, pernyataan Colijn dibantah oleh … Read more


Jusuf Kalla: Masak Disebut Wakil Gubernur, Tersinggung Saya

Posted: February 9th 2009

YON DARYONO Jusuf Kalla saat berbicara di depan masyarakat Indonesia di Belanda, semalam / Senin, 9 Februari 2009 | 08:17 WIB Laporan Yon Daryono dari Belanda DEN HAAG, SENIN — Mulai panasnya suhu politik di Tanah Air ternyata disikapi Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan santai. Ia menegaskan siap dipanggil sebagai Presiden RI. Hal itu disampaikan Wapres saat menemui masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda di halaman Wisma Duta Wassenar, tadi malam. “Sering orang tanpa sengaja menyebut saya Bapak Presiden, wah kalau itu tidak perlu saya koreksi. Pernah ada pidato gubernur menyebut saya sebagai bapak wakil gubernur, wah saya tersinggung itu,” canda Wapres.



© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php