blogmasboi

Sajak Pertemuan Mahasiswa

Posted: April 3rd 2009

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=DdwQFoB7Tcc[/youtube]

Oleh: W.S. Rendra

Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Universitas Indonesia dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya dan pernah dilarang peredarannya.

Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.

Kita bertanya:
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “Kami ada maksud baik”
Dan kita bertanya:”Maksud baik untuk siapa?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya:
“Maksud baik saudara untuk siapa?
Saudara berdiri di pihak yang mana?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung sudah menjadi milik orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok bagi petani yang sempit tanahnya.

Tentu saja kita bertanya:
“Maksud baik saudara untuk siapa?”

Kita mahasiswa tidak buta

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya:
Kita ini dididik untuk memihak yang mana?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan?

Kita menuntut jawaban!

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba.
Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan-pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari
matahari akan terbit kembali.
Senantiasa hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan akan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke kali
akan menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari yang ini kita bertanya:
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita
memihak yang mana!

(Potret Pembangunan dalam Puisi, Jakarta, 1 Desember 1977)


3 responses to “Sajak Pertemuan Mahasiswa”

  1. Na na na ! says:

    Sajak paling keren yang pernah gue denger, mantap banget penjiwaanya!

  2. yunika says:

    aq suka bangat sajak pertemuan mahasiswa oleh rendra!
    aq merasakan juga kekhawatirannya kpd mahasiswa yang tidak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat ataupun gagasan gagasan mereka.
    semoga setelah membaca karya rendra, mahasiswa sebagai generasi bangsa tergugah hati dan pikirannya utk berjuang merubah keadaan yang buruk ini !!
    hidup mahasiswa!!!

  3. ibnu "boy" khalid says:

    Mantap sekali. Sebagai salah seorang penggemar Rendra, saya sudah lama ingin melihat cuplikan pembacaan puisi ini. Akhirnya saya temukan juga.
    Terima kasih banyak.

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php