blogmasboi

Monthly Archives: March 2009


Ibu dan Facebook

Posted: March 27th 2009

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=XQvndF6n-YU[/youtube] Ibu.. Facebook.. Hubungannya erat sekali Setiap hari, sehabis mandi, selesai makan, sehabis apapun.. dalam hatiku, aku berpikir, mau kemana gerangankah ia ? Notebook.. Tapi, apa yang selalu ia lihat di notebook ? Facebook.. setiap hari, tawanya menggema Sampai kapankah hubungan erat antara Ibu dan Facebook ? Mungkin sampai akhir hayatnya Notebooknya akan dibawanya ke surga… Facebook ternyata sudah merajalela hingga kaum ibu pun kecanduan dibuatnya. Hingga seorang  Serafina Ophelia Simanjuntak  (9) siswi kelas 4 SD Bellarminus 2 Bekasi, membuat puisi yang menggambarkan betapa erat hubungan antara ibunya dengan Facebook. Puisi tersebut dibacakan oleh Afin, dalam “Pertunjukan Pantomisasi Puisi” bertema Mari Tertawa hasil kerja sama CCF Jakarta dan Komunitas Bunga Matahari, di hari Sabtu 14 Maret 2009.


Manifesto 1925: Prolog dari Belanda

Posted: March 25th 2009

Tiga tahun sebelum 1928, para pelajar Indonesia di Belanda menerbitkan Manifesto 1925. Lebih penting dari Sumpah Pemuda. ANAK-ANAK muda yang bergelora! Dalam setelan jas Barat, dagu mereka sedikit terangkat dengan pandangan mata tajam dan serius. Ini soal harga diri: kesadaran bahwa mereka bagian dari sebuah bangsa yang baru lahir. Selembar foto tua pertengahan 1920-an menggambarkan suasana itu. Mohammad Hatta, Nazir Pamuntjak, Achmad Soebarjo, Soekiman Wirjosandjojo adalah mereka yang memulai Indonesia di usia yang sangat muda. Dua di antara anak-anak muda itu suatu hari bertemu. Yang satu, Mohammad Hatta, pada September 1921 baru tiba di Nederland. Yang lain, Nazir Pamuntjak, sudah lebih dulu tinggal di Leiden. Ketika itu Nazir tengah menengok Hatta yang menginap di Tehuis voor Indische Studenten, rumah untuk mahasiswa dari Hindia, di Den Haag.


Peringatan Sumpah Pemuda di Belanda

Posted: March 25th 2009

Catatan: Ini adalah arsip berita tentang peringatan Sumpah Pemuda yang digelar Perhimpunan Persaudaraan (02/11/2008) yang kemudian diudarakan oleh Radio Netherlands Siaran Indonesia atau Ranesi (05/11/2008. Berita ditulis oleh Bari Muchtar. Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia sampai sekarang masih belum terselesaikan. Partai Komunis Indonesia (PKI) berperanan sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Itulah antara lain inti dari sambutan dan uraian yang disampaikan dalam peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda  di Diemen, Belanda, 2 November 2008. Apakah itu sekedar perayaan seperti ribuan perayaan-perayaan lainnya atau ada hasil konkretnya? Setelah dikumandangkannya lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan disusul dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa acara diawali dengan berbagai sambutan. Dalam sambutannya ketua panitia Revina Rachmat mengutip ucapan mantan menteri urusan daerah jajahan Belanda Hendrikus Colijn. Menurut Colijn kesatuan Indonesia adalah sebuah konsep kosong dan Hindia Belanda tidak mungkin akan bersatu menjadi sebuah negara. Tapi, tegas Revina Rachmat dalam sambutannya, pernyataan Colijn dibantah oleh … Read more


Lomba Blog Berhadiah ‘Summer Course’

Posted: March 13th 2009

Ini info menarik bagi Anda, para blogger! Ada kompetisi blog berhadiah jalan-jalan ke Belanda ikut ‘Summer Course’. Kompetisi blog “Studi di Belanda” ini digelar Neso Indonesia dan dagdigdug. Salah satu jurinya antara lain Raditya Dika, si Kambing Jantan yang tahun lalu menikmati ‘Summer Course’ di Utrecht atas beasiswa Neso Indonesia. Siapa nanti Anda bisa ketemu Masboi di Belanda (halah!)…. Ide kompetisi blog ini sempat Masboi lontarkan tahun lalu ketika ber-chating ria denga Mbak Liza Marzin, bagian promosi Neso. “Lomba blog dampaknya akan luar biasa, karena kekuatan blog dan internet itu ada pada network, sehingga informasi bisa menembus segala penjuru,” ujar Masboi kala itu. Ide itu kemudian digarap oleh Neso bekerja sama dengan dagdigdug.


Kutang untuk Cowok?

Posted: March 12th 2009

Bra atau beha alias kutang, biasanya digunakan oleh perempuan dan waria. Tapi di Jepang, bra untuk cowok — lebih serign disebut ‘bro’ — menjadi pakaian dalam yang paling diminati di sebuah website online Rakuten, seperti yang diberitakan oleh Reuter, November 2008 lalu.


Hentikan Studi Banding DPR

Posted: March 4th 2009

Catatan: Artikel ini menindaklanjuti pernyataan sikap yang disampaikan oleh PPI Belanda tentang studi banding DPR. Saya coba kirimkan ke Harian Kompas, 8 Oktober 2008, namun tidak dimuat. Terima kasih. Cerita tentang DPR di negeri ini tak pernah menggembirakan. Di era Orde Baru, institusi DPR tak lebih dari sekadar ‘stempel’ tiap kebijakan Soeharto. Di era reformasi ini, Survei Transparency International Indonesia (2006) menempatkan institusi wakil rakyat ini sebagai salah satu lembaga terkorup. Selain korupsi dan moralitas, program studi banding anggota DPR juga banyak disorot. Resistensi dari masyarakat terhadap program ini terus menguat. Namun anggota DPR tetap getol mengadakan studi banding ke luar negeri. Studi banding seolah menjadi romantisme kegiatan ‘widya wisata’ ketika di SD dan SMP. Para murid ramai-ramai mengunjungi TMII, kebun binatang, atau tempat bersejarah. Lalu, ada tugas membuat catatan tentang apa yang dilihat. Selebihnya rekreasi dan berburu souvenir.


Servern Cullis-Suzuki : Saya Menantang Anda…

Posted: March 3rd 2009

Gadis itu bernama Severn Cullis-Suzuki. Ia dilahirkan pada 30 November 1979 dan dibesarkan di Vancouver dan Toronto, Canada. Pada usia sembilan tahun, ia telah mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). Ia tumbuh menjadi seorang pejuang dan aktivis lingkungan hidup.  Pada usia 22 tahun, setelah lulus sebagai Sarjana Biologi dari Yale University, dia menjadi anggota dewan penasehat Sekjen PBB Kofi Annan pada pertemun dunia yang diselenggarakan di Johannesburg tahun 2002. ECO adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah-masalah lingkungan. Pada tahun 1992 mereka diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB (United Nation Earth Summit) di Rio de Janeiro. Severn yang saat itu berusia 12 tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar dan membungkam beberapa pemimpin dunia terkemuka. Pidatonya bisa membuat Ruang Sidang PBB hening sesaat. Beberapa orang delegasi bahkan meneteskan air mata. Ketika pidatonya selesai orang-orang terkemuka itu memberikan tepuk tangan … Read more



© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php