blogmasboi

Habis Summer Terbitlah Kuliah

Posted: August 29th 2008

merahTak terasa sudah berada di penghujung bulan Agustus. Liburan summer habis, dan siap-siap kuliah lagi – dengan status baru: senior. Masboi bersyukur karena bisa menikmati liburan summer di Belanda. Bisa bersenang-senang dan mengosongkan otak – mesti tidak bisa seratus persen kosong. Maklum, masih ada tanggungan satu mata kuliah yang harus diperdalam lewat re-exam. Syukurlah, akhirnya lulus.

masboi di berlin

Liburan summer dua bulan ini banyak kegiatan dan pengalaman menarik. Mulai dari 16-19 Juli 2008 lalu, Masboi bersana 11 artis Kampung Wageningen, jalan-jalan di Berlin, Jerman. Di sana sempat menatap dan meratap di depan bekas Tembok Berlin dan jalan-jalan menyusuri kota Berlin.  Yang paling berkesan, ketika Masboi menemukan kaos dan topi merah bergambar palu arit di dekat Charlie Point. Kaosnya seharga 10 Euro dan topinya 5 Euro. Setelah dibeli langsung dipakai dan foto-foto.

Sempat membayangkan, apa yang terjadi jika kaos merah bergambar palu arit dan bertulisan CCCP – kata teman-teman, kepanjangannya: Cowok Cakep Cari Perhatian – dan topi merah beremblem logo Uni Soviet itu jika dipakai di Indonesia, waktu Soeharto masih berkuasa. Hmmm, mungkin Masboi langsung diciduk dan dikirim ke bui!

cowok cakep cari perhatian

Waktu kuliah di Jogja ada seorang teman harus berurusan dengan Koramil karena mengenakan kaos bertulisan OTB: organisasi tanpa bentuk. Mungkin kalau sekarang tidak ada yang menangkap. Tapi orang-orang akan memandang dengan aneh dan curiga, karena phobia dengan partai terlarang itu.

Ternyata banyak juga teman yang senang dengan mengenakan topi merah itu. Seorang teman mengatakan, saya mirip dengan Che. Ah, mungkin lebih tepatnya Che Gue Elu, kaleee!

Selain ke luar negeri, Masboi juga sempat jalan-jalan di Belanda. Diawali dengan bertandang ke Stadion Hilversum untuk bertanding sepak bola Piala Proklamasi bersama dengan timnas sepak bola PPIW, 2/8/2008. Meski sepak bolanya kalah, tapi ada pengalaman menyenangkan karena jualan cabenya laku.

Dari Hilversum, Masboi dan Arfi langsung menuju Amsterdam. Hari itu kita sempat mengobok-obok kawasan Lampu Merah alias Red Light District. Keb etulan hari itu ada ada acara Gay Festival. Malamnya, Masboi dan Arfi menginap di apartemen Uul di Amstel.

Besoknya, kita mengadakan reuni dengan teman-teman Pre-Reg Stuned 2007: teman-teman seperjuagan kursus Bahasa Inggris di ELS Mampang, Januari-Juli 2007. Ada beberapa teman yang pulang ke Indonesia Agustus atau September ini karena program kuliahnya hanya satu tahun. Menyenangkan bertemu kembali dan bercengkerama dengan mereka.

* * *

Pengalaman menyenangkan selama summer juga dirasakan di Kampung Wageningen. Salah satunya, menikmati segarnya pemandangan alam dan sejuknya air Sungai Rhine. Sekitar seminggu, hampir setiap hari Masboi dan teman-teman ngebuaya di pinggir Sungai Rhine. Di sana kami bermain musik serta menyaksikan orang-orang mandi dan berjemur. Masboi pun merasakan kesegaran Sungai Rhine dan mandi di sana bersama Joebel, Lorence, dan beberapa teman dari Philipine.

Pada saat mandi, kami menemukan banyak sekali kerang pipih (mussel) – bahasa Jawanya kijing atau remis. Melihat itu, terbersit di pikiran kami untuk mengumpulkan kerang tersebut dan memasaknya.

Beberapa anak Belanda yang melihat kami mengumpulkan kerang tersebut bertanya, untuk apa kerang itu? Kami jawab, “Untuk dibawa ke kampus, untuk diteliti di laboratorioum.” Ya, jika kami jawab untuk dimakan, mungkin mereka akan heran. Alhasil, dari ajang mandi tersebut kami berhasil mengumpulkan kerang sekitar lima kilo gram. Beberapa teman Philipine langsung memasaknya, dan selama lima hari kerang itu baru habis.

* * *

Memasuki pertengahan Agustus 2008, Kampung Wageningen mulai disibukkan dengan kedatangan dan penjemputan mahasiswa baru. Beberapa mahasiswa 2007 mendapat jatah untuk menjemput mahasiswa baru di Schiphol, termasuk Masboi.

Oh, ya dalam rangka Hari Kemerdekaan (17/08/2008), Masboi ditemani Ronny (mahasiswa 2008) dan Anna (mahasiswi asal Slovakia) berangkat ke Denhaag untuk menyaksikan kemeriahan perayaan 17 Agustus di Sekolah Indonesia di Netherlands (SIN) Warsenaar. Paginya, para artis Wageningen menyanyikan lagu Arbab pada pembukaan kebaktian Student Chaplaincy dan ICF di Kampus Leeuwenborgh.

dorce tangannya gedeBerangkat dari Wageningen sekitar jam 13.00 dan tiba di Warsenaar, sekitar pukul 15.30. Kami masih sempat berhasil memburu makanan lezat seperti bakso, sate, batagor, dan lain-lain.

Sore itu ada penampilan Dorce Gamalama di panggung utama. Jika selama ini hanya bisa menyaksikan penampilan Dorce di televise, di Belanda justru bisa menyaksikan secara langsung. Ternyata ramai sekali di sana. Dengar-dengar, ada sekitar 6000-an orang Indonesia, juga sejumlah bule dan warga asal Suriname.

Berikutnya, para artis Wageningen kembali unjuk gigi di International Club Wageningen dalam acara Asian Bight, Senin (18/8/2008). Kami menyanyikan lagu Gethuk yang diaransemen ala empat suara, Naik Delman, Hari Merdeka, dan lain-lain. Tak lupa kami mengajak pengunjung untuk menarikan Kewa-Kewa asal Flores, dan beberapa lagu dangdut seperti Bang SMS dan Kucing Garong.

* * *

Giliran berikutnya, Masboi Band yang beranggotakan Joebel, Masboi, Jed Guinto dan Laurence kembali tampil di Borneys Café, Rabu (26/08/2008). Penampilan kali ini sungguh menyenangkan, karena dilengkapi sound system. Pengunjungnya juga lumayan banyak, sekitar 60-an orang. Pukul 12.00 bahkan sejumlah gadis-gadis bule melantai dan bergoyang, setelah beberapa lagu Bob Marley dan Beatles dinyanyikan. Mereka puas, kami lemas… eh, kami puas juga!

masboi band

Minggu lalu, Radio Swara Wageningen kembali mengudara, untuk memperkenalkan radio internet ala kampong ini kepada mahasiswa baru. Masboi juga sempat mengajak Joebel untuk siaran. Bahkan dia menyanyikan beberapa lagu secara live.

Rangkaian kegiatan summer akan ditutup dengan penyambutan mahasiswa baru Sabtu (30/08/2008). Selain perkenalan dengan sekitar 18 mahasiswa baru, juga ada perkenalan tentang PPI Wageningen, makan bersama, dan sejumlah permainan, seperti joget balon, dan lomba makan pisang.

Untuk teman-teman mahasiswa baru, selamat belajar dan menjalani kuliah. Mari kita ukir sejarah dengan kreativitas dan aktivitas di kampung Wageningen. Veel success!!!


2 responses to “Habis Summer Terbitlah Kuliah”

  1. rani says:

    huehehe seru mas! emang siy kalo diliatnya dari tembok berlin agak2 mirip dikit sama che 😀

  2. mudah2an sukses di negeri orang dan mbalik bisa mbangun negeri indonesia (masih kenal kan !!!) yang butuh orang seperti sampeyan….

Artikel lainnya

Satu Tahun di Belanda (3)

Go to post

Apa Sih, Menikah Itu?

Go to post
© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php