blogmasboi

Tim Uzhur PPIW: Futsal Juara Tiga, Catur Juara Umum

Posted: May 13th 2008

Tim PPI Wageningen FC, yang merupakan tim ‘underdog’ dan ‘uzhur’ akhirnya bisa melenggang ke babak semifinal turnamen futsal Groenscup yang diselenggarakan di Groningen, Belanda, Sabtu-Minggu (10-11/5/2008). Di cabang catur, tim PPI W menyapu gelar juara satu hingga empat.

Tim futsal PPI Wageningen masuk ke babak semifinal setelah mampu mengalahkan Eindhoven dan menyingkirkan Utrecht, Sabtu (10/5/2008). Ahmad Bessy kembali menjadi inspirator kemenangan. Kerjasama Bessy, Awang, Firdaus mampu memecah pertahanan lawan dan diselesaikan dengan gol kaki kiri yang indah. Gol ini menjadi pemicu semangat tim PPI Wageningen. Beberapa penonton pun berdecak kagum melihat gol Bessy ini. melewati dua pemain muda Eindhoven, kaki kiri mahasiswa PhD ini mampu menyarangkan bola dengan kaki kirinya.

Gebrakan-gebrakan tim PPI Wageningen pun semakin menjadi. Dengan stok pemain yang sudah udzur dan terbatas, PPI Wageningen akhirnya melakukan rotasi untuk menjaga stamina tim yang dipastikan akan bermain Minggu (11/5/2008). Pergantian pemain yang dilakukan sangat efektif untuk meredam serangan Eindhoven yang didominasi pemain-pemain muda. PPIW pun memasukkan seluruh pemain untuk merasakan iklim kompetisi dan pemanasan untuk pertandingan besok. Setelah melalui tiga pertandingan, PPIW memastikan tempat di perempat final menghadai PPI Enschede.

Semi Final: Kalah 6-2

Di semi final PPI Wageningen bertemu dengan PPI Arnhem-Nijmegen. Sayang sekali hasil akhirnya adalah kekalahan untuk tim PPI Wageningen dengan score akhir 6-2 (3-0). Bermodalkan kemenangan monumental atas Enschedeh yang akhirnya menyedot perhatian banyak pengujung, PPI Wageningen memainkan formasi inti dalam pertandingan ini meski kelelahan yang luar biasa telah menghinggapi. Sementara itu Arnhem-Nijmegen yang berisikan pemain-pemain muda juga menurunkan formasi terbaiknya.

Pertandingan berjalan alot di awal pertandingan. Sayangnya dengan semakin kurang mobilnya pasukan PPI Wageningen akibat cidera dan kelalahan, tim Arnhem-Nijmegen berhasil membobol gawang PPI Wageningen sebanyak 3 kali di babak pertama. Memasuki babak kedua kembali kesalahan dibuat oleh tim PPI Wageningen sehingga skor berubah menjadi 4-0. Banyak pihak mengira tim PPI Wageningen akan menyerah karena waktu untuk semi final ini adalah 2 x 20 menit (lebih lama dari waktu babak penyisihan dan perempat final).

Dengan semangat membara dan keramahan tim PPI Wageningen terhadap tim-tim yang lain, PPI Wageningen mampu merebut simpati massa untuk menyuarakan dukungan-dukungan untuk tim PPI Wageningen. Tim ibu-ibu (Mbak Ida, Hikmah, Atin dan Marlin) pun menjadi suntikan semangat di saat-saat kemarau semangat. Tim-tim dari rotterdam, utrecht, enschede, maastricht, persatuan perawat netherland-Indonesia hingga tim Eindhoven pun turut memberikan semangat kepada tim PPI Wageningen terutama saat Pak Bessy menggiring/menguasai bola hingga membuat tim PPI Wageningen serasa bermain di kandang sendiri.

Berikutnya PPI Wageningen mampu mencetak 2 gol berturut-turut melalui Pak Bessy dan 1 gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi umpang lambung Awang. kemasukan 2 gol membuat tensi pertandingan kembali memanas, bahkan PPI Wageningen sempat membuat barisan pertahanan Arnhem-Nijmegen porak poranda. Sayangnya kiper tim Arnhem-Nijmegen bermain sangat baik dengan berkali-kali mementahkan tendangan keras Bessy dan Awang.

Memasuki 10 menit terakhir tim PPI Wageningen harus kehilangan Kak Rijal akibat cidera disusul dengan Awang. Pemain pengganti Mas Arfi, Masboi, dan Raja pun bermain sangat baik sebetulnya. Defisit 2 gol pun memaksa PPI Wageningen untuk terus maju dan mencoba kembali memasukkan pemain inti. Dengan agak memaksakan diri Pak Bessy, Firdaus dan Awang pun bermain menyerang dan bertahan sekaligus. Akhirnya faktor kelelahan akibat kekurangan pemain dan cidera pun menjadikan permainan tidak bisa lagi optimal. Pertandingan pun ditutup dengan score 6-2.

Dengan hasil ini PPI Wageningen menjadi penghuni peringkat ke tiga mengingat pada semi final yang lain Eindhoven juga mengalami kekalahan dari Amsterdam 3-2, sementara secara head to head PPI Wageningen lebih unggul karena telah mengalahkan Eindhoven 2-0.

Catur Juara Umum

Di cabang yang lain, seperti basket dan tenis meja, tim PPIW rontok pada babak pertama, sementara badminton berhasil lolos pada babak kedua namun akhirnya kandas. Prestasi cemerlang diraih oleh tim catur yang terdiri dari Herman, Hadiyanto, Zaini, dan Rizal yang berhasil merebut juara satu hingga juara empat.

Sayed Resa Yamani, Menpora PPIW didampingi Ahmad Komarulzaman, ketua kontingen PPIW mengucapkan selamat kepada tim futsal dan catur atas prestasi maksimal yang dicapai. Juga kepada pemain cabang olahraga bulu tangkis, basket dan tenis meja yang bermain cukup baik pada pertandingan Groningen Cup 2008.

“Teman-teman telah bertanding dengan maksimal. Pemain bermain dengan luar biasa selama 2 hari. Akan tetapi masih ada beberapa pembenahan yang harus lebih dimaksimalkan kedepannya, yakni kerjasama tim dan strategi bermainu,” ujar Reza.

Kedua faktor ini, menurut Reza, sangat penting dalam bermain futsal disamping fisik dan stamina. “Sepanjang yang saya ketahui strategi bermain futsal atau street soccer sedikit berbeda dengan bermain soccer atau football. Pengalaman bermain dan latihan futsal pada lapangan yang tepat sangat penting untuk mengasah strategi dan kerjasama permainan. Sesuai pepatah ‘bisa karena biasa’,” tambah Reza.

Semoga ke depan prestasi cabang olah raga PPI Wageningen (futsal, basket, tenis meja, bulu tangkis) lebih baik dan lebih gemilang. Sukses untuk PPI Wageningen!


2 responses to “Tim Uzhur PPIW: Futsal Juara Tiga, Catur Juara Umum”

  1. aan says:

    nah mas, ngapo make nomer 12?

  2. Eriek says:

    di foto itu, masboi yang mana ya? susah nyarinya. mirip semua. hehehe… 🙂

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php