blogmasboi

Monthly Archives: January 2008


Kemana Penyanyi Cilik Kita?

Posted: January 31st 2008

Setelah generasi penyanyi cilik seperti Joshua, Agnes Monika, Sherina, dan Tasha, dan lain-lain; kini Masboi tidak tahu lagi bagaimana perkembangan penyanyi cilik di Indonesia. Yang terakhir Masboi kenal, Tasha, dengan lagunya “Libur Telah Tiba”, dan satu lagu “Jangan Takut Gelap” yang dinyanyikan bersama Duta Sheila on 7. Setelah itu, mereka kebanyakan menghilang. Sementara penyanyi cilik yang baru belum juga muncul. Ajang pencari bakat semacam AFI Junior pun hilang dari peredaran.


Selamat Jalan Mbah….

Posted: January 28th 2008

Hari Minggu (27/01/2008) kemarin, tepatnya pukul 13.10 WIB, Haji Muhammad Suharto a.k.a Pak Harto meninggal dunia. Sebelas tahun lalu, tepatnya hariMinggu, (28/4/1997) pukul 05:10 Ibu Tien Soeharto, meninggal dunia karena serangan jantung, di Rumah Sakit Gatot Soebroto. Sama ketika Ibu Tien meninggal, dua hari ini beberapa radio dan televisi mengumandangkan lagu Gugur Bunga. Ada gojekan di sebuah milis: “Kalau waktu pemakaman Pak Harto dikumandangkan lagu Telah gugur pahlawanku…. gugur satu tumbuh seribu…. Wah, gawat, tuh! Kalau satu “pahlawan” ini saja sudah bikin menderita jutaan rakyat Indonesia, gimana kalau “pahlawan” seperti ini tumbuh seribu…


Menatap Palembang dari Venice

Posted: January 26th 2008

Pengantar: Pada tanggal 27 Desember 2007 s.d. 4 Januari 2008 Masboi melakukan perjalanan winter tour ke Italia. Salah satunya, adalah mengunjungi Venice. Berikut tulisan Masboi tentang Venice, untuk kota Palembang, yang dijuluki ‘The Venice of the East’. Kita mesti bersyukur bahwa Palembang punya keunikan sebagai kota sungai. Sebagai kota tertua di Indonesia, sejak dahulu Palembang dan Sungai Musi menjadi pusat kehidupan, jalan protokol, dan pusat perdagangan masyarakat Palembang dengan dunia luar. Masih terlihat hingga kini, rumah-rumah di sepanjang sungai Musi, rumah rakit, dan perahu atau ketek yang lalu lalang di sepanjang Musi, yang menandai Palembang sebagai kota sungai atau kota air (water front city).


Bung “Klimis’ Harmoko Nongol Lagi

Posted: January 22nd 2008

Udah berapa tahun ya, tidak melihat Bung Harmoko, si rambut klimis, mantan Menpen, mantan Ketua DPR/MPR RI, yang dulu hampir tiap hari nongol di tipi? Beberapa hari ini, berita di Kompas tentang Harmoko yang menjenguk Pak Harto, menjadi berita terpopuler di Kompas.com. Ingat tentang Si Bung ini, ada satu anekdot paska terpilihnya Bung Harmoko menjadi Ketua DPR/MPR. Karena sudah terbiasa menggunakan kalimat ‘menurut petunjuk bapak presiden’, si Bung kita ini bingung bagaimana harus memanggil Pak Harto. Judulnya “Harmoko Bingung”: Setelah tahu pasti bahwa dirinya bakal menjadi anggota MPR/DPR RI, Harmoko kebingungan. Pasalnya, dia harus memanggil Presiden Soeharto dengan sapaan “Saudara Presiden”. Lebih sial lagi kalau dia menjadi Ketua DPR, artinya dia harus lebih sering memanggil dengan sapaan itu. Jelas sungguh sulit karena seumur-umur dia tidak pernah melakukannya. “Bune, bagaimana ini yaa baiknya. Aku kan jadi pakewuh nanti,” katanya pada sang istri. “Aduh Pakne, aku juga bingung,” jawab Yu Srie, “Lebih … Read more


Misteri Hidup Soe Hok Gie

Posted: January 22nd 2008

Pengantar: Kisah hidup Hok Gie muda ini inspiring bagi Masboi. Ia mati muda, tapi di usianya yang relatif pendek itu, ia melakukan dan berbuat sesuatu yang luar biasa. Seluruh tulisan saya comot dari Majalah Femina. Ketika Mira Lesmana dan Riri Riza menggarap film Gie, Soe Hok Gie, sudah 36 tahun terlelap dalam tidur abadinya. Buku hariannya Catatan Harian Seorang Demonstran sudah 10 tahun menghilang dari toko buku.   Wajar saja jika pertanyaan “Siapa Soe Hok Gie? akan dijawab orang berbeda-beda. Di mata mahasiswa ia adalah seorang demonstran tahun 60-an. Namun di mata pecinta alam dia adalah anak Mapala UI (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia) yang tewas di Semeru tahun 1969.   MELAMUN DI ATAS GENTING “Gila! Umur 14 tahun dia sudah baca bukunya Gandhi, Tagore (Rabindranath Tagore, filsuf India-Red). Saya mungkin perlu waktu 10 tahun untuk bisa mengejar, puji Nicholas Saputra tentang Gie.   “Saya sering mendapatinya asyik membaca di … Read more


Kasus Terbesar Adalah Pelanggaran HAM

Posted: January 21st 2008

Jika sebelumnya, komentar Masboi tentang Pak Harto dimuat oleh Rakyat Merdeka edisi online, Senin (21/01) ini giliran komentar Masboi digabung dengan komentar kawan Masboi, Saurlin P. Siagian, mahasiswa ISS Denhaag, muncul di Rakyat Merdeka edisi cetak. Berhubung website ini terbatas untuk yang berlangganan (harus membayar), maka isi selengkapnya Masboi kutipkan di sini.   Rakyat Merdeka, Senin, 21 Januari 2008, 05:14:58 Kasus Terbesar Adalah Pelanggaran HAM Mahasiswa Indonesia di Belanda Ngomongin Soeharto MAHASISWA Indonesia di Belanda tak mau ketinggalan membicarakan kasus hukum yang membelit Soeharto. Nuan­sa inilah yang ditangkap kores­ponden Rakyat Merdeka di ne­geri kincir angin itu. Yohanes Widodo, mahasiswa Universitas Wageningen misal­nya. Dia berpendapat, proses hu­kum terhadap Soeharto harus d­ilanjutkan. “Tapi secara moral, Soeharto harus tetap diakui seba­gai pemimpin kita,” kata Wakil Ketua Persatuan Pelajar Indone­sia (PPI) Wageningen ini. Melihat perkembangan kondisi Soeharto, Yohanes membedakan kasus Soeharto dari sisi hukum dan moral. “Secara hukum, se­tiap warga negara termasuk Soe­harto harus … Read more


Masboi on ‘Time’ Magazine…

Posted: January 17th 2008

<a Iseng. Lagi pengen narsis. Masboi adalah wong ndeso, lahir dan besar di Desa G1. Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (ada nggak ya, di Google maps?). Desa ini merupakan sebuah desa transmigran bedol desa pada jaman Belanda (dibuka sekitar 1938). Saat ini tinggal di sebuah desa di Belanda, tepatnya (desa) Wageningen. Ciri-ciri desa di Belanda, salah satunya adalah: tidak punya stasiun spoor alias kereta api, hehehe. Desa Wageningen ini merupakan desa global, karena sebagian besar warganya berasal dari berbagai negara, sehingga di sini kami bisa menemukan berbagai macam warna kulit dan jenis rambut. Bangga menjadi orang desa, itu intinya! Penjelasan lebih lanjut, bisa didapatkan di Majalah Time, edisi terbaru.


Ceritanya Mms Banget…

Posted: January 16th 2008

Bisa dibilang, ini posting yang spesial. Kenapa spesial? Karena Masboi jarang menulis posting atau bercerita tentang hal-hal pribadinya, termasuk tentang ad, isteri Masboi. Sejak dinikahkan 14 Juli 2007 – dan sebulan berikutnya, 20 Agustus 2007 Masboi harus berangkat ke Belanda – pasangan muda ini menjalani long distance relationship. Mereka hanya berkomunikasi lewat sms, email, chating, dan voip.


Masboi Dikutip Koran

Posted: January 14th 2008

Sesama bis kota dilarang saling mendahului. Tetapi, sesama wartawan boleh (dan tidak dilarang) saling mewawancarai. Sebagai seorang jurnalis dan reporter radio, sesuatu hal yang biasa dan lumrah jika Masboi mewawancarai narasumber dan membuat berita. Kali ini giliran Masboi yang diwawancarai dan dikutip sebagai narasumber. Nama Masboi muncul di koran Rakyat Merdeka online. Berita lengkapnya bisa diklik di sini. Bagaimana ceritanya, Masboi kok bisa dikutip koran online? Hari Sabtu (13/01) kemarin Bung A. Supardi Adiwijaya, koresponden Rakyat Merdeka di Belanda mengirim email ke Masboi dan meminta komentar tentang perkembang kasus Pak Harto. Nah, enaknya jadi wartawan di jaman internet, si wartawan, tidak perlu datang dan ketemu Masboi untuk wawancara dan menyorongkan tape recorder. Cukup pertanyaan dikirim via email, kemudian di-reply, dan jadilah berita. Simpel, kan? Satu hal penting adalah: Masboi harus banyak belajar dan harus tetap meng-update berita-berita di tanah air. Supaya ketika menjadi narasumber, komentar atau pendapat Masboi tidak terlalu … Read more


Bule Gondrong, Boso Jowone Medhok

Posted: January 8th 2008

Dia seorang bule gondrong nan sangar dan pintar main gitar. Tapi anehnya, dia bisa mengajari cara bermain gitar dengan bahasa Jawa yang sangat medhok. Saya pernah temukan di blognya mas Anang. Tapi ternyata juga ada di Youtube. Silakan simak dan ikuti cara si Buljo (bule jowo) ini bermain gitar. Kalau nggak ngerti bisa saya bantu untuk menterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Monggo mas bule, gek ndang diwiwiti! Jrenggg…!!!



© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php