blogmasboi

Monthly Archives: November 2007


Reog Ponorogo Dicaplok Malaysia

Posted: November 28th 2007

Setelah rebut-ribut tentang lagu Rasa Sayange mereda, rebutan klaim artefak/produk budaya antara Indonesia dan Malaysia kembali memanas. Pasalnya, di situs promosi kebudayaan Malaysia, ditampilkan tarian Barongan yang sangat mirip dengan tarian Reog Ponorogo yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Di video yang saya saksikan situs Malaysia itu, Barongan ini memang dengan tarian Reog yang saya temukan di Youtube ini. Ada dadak merak, penthul, dan lain-lain. Persis seperti saat saya menyaksikan reog. Bedanya, musik atau gamelannya terdengar agak aneh!


Menebar Virus Ngeblog

Posted: November 25th 2007

Virus ngeblog harus ditularkan. Ilmu ngeblog harus dibagi-bagi. Kalau Anda kecanduan ngeblog, ajaklah teman-sahabat-tetangga Anda, supaya bisa menikmati nikmatnya candu blog. Seperti disampaikan di posting ini, Sabtu (24/11) kemarin, masboi telah menularkan virus ngeblog ini kepada muda-mudi kampung Wageningen.


Menyoal Pendidikan Jurnalisme (3)

Posted: November 19th 2007

Jika Thomas Hanitzsch menyoroti pendidikan jurnalisme cetak, maka pendidikan jurnalisme penyiaran jauh lebih minim lagi, dan lebih memprihatinkan. Menurut Eric Sasono, trainer jurnalisme radio dari Internews Indonesia, dengan pertumbuhan media penyiaran seperti sekarang, ternyata pemasoknya masih sangat minim. Selain Universitas Indonesia, UGM dan UNPAD, tak banyak perguruan tinggi yang punya pendidikan untuk penyiaran – terutama radio. Dan masalah ketersambungan dengan kebutuhan industrinya juga masih persoalan sangat besar. 


Menyoal Pendidikan Jurnalisme (2)

Posted: November 19th 2007

Salah satu penelitian tentang pendidikan jurnalisme di Indonesia dilakukan oleh Thomas Hanitzsch, seorang kandidat PhD dari Universitas Ilmenau, Jerman, yang pernah kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Gadjah Mada. Andreas Harsono (1994) mengupas tulisan Hanitzsch berjudul “Rethinking Journalism Education in Indonesia: Nine Theses,” yang diterbitkan jurnal Mediator terbitan Universitas Islam Bandung (vol. 2 no. 1 tahun 2001). Menurut Hanitzsch, mendefinisikan mutu dalam jurnalisme, dengan mengutip ilmuwan Jerman, Stefan Russ-Mohl, “Ibaratnya memaku puding ke tembok.” Ia sesuatu yang sia-sia.  


Menyoal Pendidikan Jurnalisme (1)

Posted: November 19th 2007

“Saya selalu kesulitan untuk mencari fresh graduate yang memiliki kriteria, wawasan dan kemampuan seperti yang saya inginkan.”  (Yudha Kartohadiprodjo, Editor-in-Chief Men’s Health Indonesia) SOROTAN terhadap pers dan wartawan tak kunjung henti. Bak lagu ‘benci tapi rindu’: pers dan wartawan dicinta namun (terus) digugat. Kebebasan pers yang diagung-agungkan oleh  pers justru ditanggapi sebagian masyarakat dengan kecaman dan hujatan. Pers sering dituduh tidak lagi mengindahkan kode etik, mengabaikan prinsip keseimbangan dan keakuratan, dan cenderung mengembangkan sajian informasi konflik, kekerasan, dan pornografi.


Pelatihan Blog – Sabtu 24 November 2007

Posted: November 19th 2007

Kawan-kawan Wageningers yang baik, Jika kawan-kawan mengamati berita-berita dunia internet Indonesia bulan Oktober dan November 2007 ini, ada satu topik yang cukup ‘hot’ dibicarakan, yakni tentang Pesta Blogger 2007. Ada hal yang menarik dari sambutan Enda Nasution, selaku ketua panitia Pesta Blogger 2007, tentang blogger sebagai ‘suara baru Indonesia’, dan ajakan untuk membangun ‘blogosphere’ Indonesia.


Pidato Politik Kandidat Presiden PPI Wageningen

Posted: November 15th 2007

Kawan-kawandi Wageningen yang baik,   Ketika (bermimpi) datang ke Belanda, saya teringat beberapa tokoh republik yang pernah hidup dan belajar di sini, serta sebuah organisasi pelajar Indonesia yang catatan kesejarahan tersendiri.    Ya. Di Belanda ini pernah lahir Perhimpoenan Indonesia (PI), organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa-mahasiswa perantauan Indonesia delapan puluhan tahun lampau, di mana Hatta dan Syahrir menjadi di antara lokomotifnya, dalam usia yang lebih muda dari kebanyakan kita.


I am The Candidate of The President

Posted: November 15th 2007

Senin (12/11) lalu saya ingin meramaikan dunia perpolitikan di Desa Wageningen dengan mencalonkan diri sebagai President of Indonesian Student Association (ISA-1).  Memang, sampai dengan Senin itu, siapa calon-calon Ketua PPI-W belum jelas batang hidungnya. Padahal sudah ada beberapa nama disebut dan dicalonkan. Karena itu saya memberanikan diri untuk memunculkan batang hidung saya. Tujuannya, supaya peta politik makin jelas, sehingga ‘ekperimentasi demokrasi’ di Desa Wageningen ini kelihatan nyata dan hidup.   Berikut ini statement pencalonan saya:


Saatnya Kaum Muda Memimpin

Posted: November 8th 2007

Tulisan di Kompas (7/11) berjudul Selamat Jalan Pemimpin Tua, menguatkan gugatan bahwa tahun 2009 (paling lambat 2014) adalah saatnya orang muda memimpin. Setelah sepuluh tahun gerbong reformasi terbengkalai dan dipenuhi oleh para ‘bajing loncat’, maka kini saatnya kaum muda mengambil alih kepemimpinan dan menjadi kekuatan baru Indonesia. Lewat jalan mana? Lewat jalan republik, lewat jalur demokrasi.


Monggo Mampir di Lampu Merah

Posted: November 2nd 2007

“Mas, kalau di Belanda, jangan lupa mampir di lampu merah,“ pesan seorang kawan kepada saya. Lampu merah yang dimaksud kawan saya, bukan lampu merah ‘bangjo’ yang warnanya merah-kuning-ijo itu, tapi red light district.  Red Light District (RLD) adalah pusat ‘wisata budaya’ dan pusat esek-esek di Amsterdam. RLD merupakan bagian dari kehidupan malam yang dikelola secara professional. Denyut kehidupan RLD di waktu malam mampu memancing dan menarik para pengunjung dan wisatawan untuk mampir. Setiap tahun, jutaan wisatawan datang dan mampir ke kawasan lampu merah itu. 



© 2018 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php