Apa Bedanya Pekerjaan Web Designer dan Web Developer?

Apa Bedanya Pekerjaan Web Designer dan Web Developer?

Sering kali orang awan menganggap web designer dan web developer itu sama. Meski kedua nya berprofesi sama yaitu membangun website, Namun ada beberapa perbedaan mendasar yang paling jelas.

Hampir sebagian dari kita tentu sudah tidak asing lagi dengan profesi yang menggeluti sebuah situs web ini. Banyak perusahaan yang saat ini berlomba-lomba mempercantik dan mengoptimasi kinerja dari website mereka agar nyaman ketika di lihat oleh pengunjung.

Perusahaan itu tentu membutuhkan jasa dari web designer maupun web developer. Lalu apa sih sebenarnya web designer dan web developer? Sepenting apa sih profesi mereka?  Dan apa perbedaan kedua profesi ini?


Semua pertanyaan di atas akan kami bahas sampai tuntas. Jadi yuk simak penjelasannya sampai selesai!

Mengenal Web Designer dan Web Developer

Apa Itu Web Developer? Dan Apa Saja yang Harus Dipelajari? - Berkarir.id

1. Pengertian Web Designer

Web designer adalah profesi yang lebih  berfokus kepada pembangunan suatu website, web designer sendiri justru cenderung mempercantik tampilan dari  website. Sebelum sebuah situs dirilis web designer akan merancang desain tampilan mulai dari Home page, tata letak, tampilan visual, tampilan artikel dan berbagai fitur dari sebuah situs.

Sesuai namanya profesi ini bertanggung jawab atas semua desain dari sebuat website. Layout atau tata letak sendiri diperlukan  untuk mengatur isi dari sebuah konten yang di tulis di sebuah website. Jenis-jenis tata letak website antara lain:

  1. Fixed Layout 
  2. Liquid Layout
  3. Responsive Layout

Berbeda dengan web developer yang mengharuskan memahami bahasa pemrograman. Web designer justru lebih fokus terhadap desain visual dan tata letak website yang baik. Hal itu membuat profesi ini harus memahami tools seperti sketch, adobe photoshop, adobe xd, Adobe Illustrator dan sebagainya.

Web designer sendiri terbagi menjadi bermacam-macam profesi seperti UI designer dan UX designer.

Sampai sini sudah mulai paham bukan?

2. Pengertian Web Developer 

Web developer merupakan profesi yang bertanggung jawab membuat dan  memastikan sebuah website berfungsi dengan baik.

Web developer metsi menguasai dan memahami banyak fondasi website seperti bahasa pemrograman , database, coding, domain dan lainnya.

Profesi ini bertanggung jawab membangun sebuah website dari no sampai berhasil digunakan untuk pengguna.  Web developer lebih cenderung  mengerjakan dari dalam web tentang pembangunan website sekaligus memperhatikan komponen-komponen di dalamnya.

Web developer memiliki berbagai jenis profesi contohnya front-end developer, full stack developer, back-end developer, serta JavaScript developer.

Beberapa skill yang harus di pahami oleh web developer yaitu :

  1. HTML
  2. CSS
  3. JavaScript
  4. PHP, dan lain-lain.

Perbedaan Web designer dengan Web developer

Setelah memahami pengertian dari kedua profesi diatas, tentu kita harus lebih memperjelas perbedaan masing-masing profesi berdasarkan apa yang telah kita bahas.

1. Fungsi dan cangkupan tanggung jawab

Walaupun bergerak di bidang yang sama, nyatanya web designer dan web developer mempunyai fungsi yang berbeda. Kalau kita mengibaratkan sebuah website sebagai Smartphone, web developer bertugas untuk mengoptimasi mesin dan komponen didalamnya agar berfungsi dengan baik.

Sedangkan, web designer berfungsi untuk mendesain bagian luar smartphone, mulai dari warna, bentuk, tata letak tombol dan sebagainya. Supaya terlihat lebih cantik, elegan, dan menarik.

2. Kemampuan ( Skill )

Untuk menunjang berbagai tugas yang dijalankan tentunya harus memiliki kemampuan yang sepadan. Sebagai web developer dimana ia harus mengembangkan sebuah website, tentu ia harus menguasai berbagai bahasa pemrograman seperti HTML, JavaScript, CSS, PHP, Pyton dan sebagainya.

Hal itu berbanding terbalik dengan web designer yang tidak harus menguasai bahasa pemrograman. Web designer justru harus menguasai kemampuan dalam mendesain dan menguasai UX maupun UI.

Meski tidak harus menguasai bahasa pemrograman web designer tetap harus memahami dasar dari HTML supaya mengetahui bagaimana desain yang baik dari sebuah website.

3. Tools yang digunakan

Tools yang digunakan oleh masing-masing profesi tentunya jauh berbeda.

Untuk memahami bahasa pemrograman seorang web developer menggunakan tools sperti Sublime Text, jQuery, dan sejenisnya.

Sedangkan, web design sendiri cenderung menggunakan tools seperti, UXPin, Adobe Photoshop, Sketsa dan sejenisnya yang berguna mempercantik desain website.

Itulah tadi sedikit pembahasan mengenai perbedaan antara web design dan web developer, kami berharap kalian menyukai artikel ini.

Apa Itu Crawler dan Fungsinya?

Terkadang pemilik website menginginkan konten websitenya muncul di halaman pertama di SER(Search Engine Result Page) Google. Sehingga untuk menempatkan kontennya di ranking teratas Google kebanyakan orang akan mengandalkan di SEO(Search Engine Optimization). Padahal web crawling salah satu proses yang memiliki peran penting agar sebuah konten berada di SERP. 

Apa Itu Web Crawler?

Cara Mudah Membuat Web Crawler Sederhana dengan PHP ~ All Tutorials | Share  It

Pengertian dari Web Crawler atau Spiderbot adalah sebuah program atau bot internet yang digunakan untuk mengindeks dan mengunduh konten yang ada di internet, lalu disimpan kedalam database mesin pencarian. Kemudian disaat ada yang mencari suatu informasi, mesin pencari akan langsung menampilkan hasil yang relevan dari database tersebut 

Fungsi Web Crawler

Fungsi dari web crawler sendiri memang mengindeks konten di internet. Tetapi, ada beberapa fungsi lainnya yang juga penting berikut ini :

  1. Membandingkan Harga

Harga suatu produk di internet dapat dibandingkan dengan akurat menggunakan web crawler sehingga produk tersebut akan langsung muncul tanpa perlu masuk ke websitenya.

  1. Data untuk Tools Analisis

Tools analisis yang mengandalkan web crawler untuk mengumpulkan data dan melakukan indexing, ini akan mendapatkan hasil yang akurat dan terbaru.

  1. Data untuk Statistik

Untuk website berita atau statistik mendapatkan data-data penting Anda juga bisa menggunakan web crawler. Misalkan untuk muncul berita di Google News diperlukan sitemap khusus yang akan di-crawl oleh web crawler nantinya.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Web crawler akan mulai berjalan berdasarkan daftar link halaman yang sudah ia kenal sebelumnya dari sitemap suatu website. Nantinya ia akan menemukan link-link yang tersebar di dalamnya lalu akan terjadi crawling pada link yang baru ditemukan. Ini akan terulang lagi di link selanjutnya dan akan berjalan terus tanpa henti. Proses crawling tidak dilakukan sembarangan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu sebagai berikut :

  1. Relevan Suatu Konten

Web crawler tidak hanya mengindex tetapi juga menentukan halaman mana yang relevan dan penting untuk ditampilkan pada pencarian. Prosesnya biasa dilakukan perlu berdasarkan jumlah backlink(tautan/link yang mengarah ke website kita) dari halaman website.

  1. Konfigurasi File Robots.txt

Merupakan file di sebuah website yang digunakan untuk mengetahui bagian mana yang perlu dan tidak perlu diindeks pada search engine. Biasanya file ini terletak di root directory website. Web crawler akan mengecek file robot.txt dari website Anda terlebih dahulu sebelum melakukan proses crawling. Jika terdapat file robot.txt di website Anda maka crawler akan menelusuri website berdasarkan konfigurasi yang ada pada file tersebut. Jika tidak terdapat  file tersebut crawler masuk akan dengan bebas dan menelusuri website Anda.

  1. Kunjungan Rutin

Untuk memastikan bahwa versi terakhir pada halaman tersebut ada di indeks, web crawler secara rutin akan mengunjungi berbagai halaman website. Ini dikarenakan konten-konten yang ada di internet selalu berganti-ganti setiap detiknya.

Pengaruh Web Crawler ke SEO

Bila web crawler tidak mengindex website Anda maka website Anda tidak akan muncul di hasil pencarian. Oleh karena itu pastikan website Anda telah di index terlebih dahulu sebelum melakukan SEO.

Memblokir Web Crawler

Anda dapat memblokir web crawler menggunakan robot.txt pada kondisi tertentu seperti pada konten duplikat. Konten duplikat ini bisa membuat website Anda terhapus dari indeks. Jika Anda memblokir crawling juga bisa mengurangi beban pada website Anda dan mempercepat proses indexing.

Contoh Web Crawler

Untuk web crawler ada beberapa dan setiap search engine memilikinya web crawler nya sendiri. Ini beberapa web crawler sebagai berikut :

  1. Googlebot
  2. HTTrack
  3. Webhose
  4. Bingbot
  5. Alexa crawler
  6. Baiduspider
  7. DuckDuckBot
  8. ExaBot
  9. Cyotek Webcopy
  10. Yandex Bot
  11. Slurp Bot
  12. Sogou Spider

Setelah mengetahui tentang web crawler, Anda pasti menginginkan web crawler mengindeks ke website Anda, untuk itu Anda perlu mengoptimalisasikan website. Baik dari segi aspek SEO, desain,dan juga responsivitas website Anda. Semoga bermanfaat, sampai bertemu lagi di artikel selanjutnya, terima kasih!

Mengenal Jenis-jenis Domain Website

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar istilah domain?, domain merupakan alamat sebuah situs website. Situs web hosting contohnya adalah seperti rumah kamu, maka domain adalah alamat rumah. Nah dengan begitu, domain nantinya akan membawa orang-orang menuju ke rumahmu atau situs web yang kamu miliki. Domain pada dasarnya merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang berisi kombinasi angka yang rumit.

Menghafalkan berbagai macam alamat IP dengan kombinasi angka tentunya akan sangat sulit, dan lebih mudah apabila menggunakan domain. Jadi, bisa dikatakan bahwa hadirnya domain sangat membantu segalanya di internet terasa lebih mudah. 

Domain memiliki beberapa jenis, berikut jenis-jenis domain website.

1. TLD atau Top Level Domain

TLD merupakan tipe domain paling tinggi dalam struktur DNS di internet, dan sudah sangat populer dikalangan banyak orang. Yang paling populer dari TLD yaitu com, .org, .gov, dan .net meskipun TLD mempunyai ratusan domain. Banyak orang yang menggunakan TLD dikarenakan TLD ini lebih mudah dikenal dan diingat oleh banyak orang. Keuntungan yang didapat jika menggunakan TLD adalah bisa mendapatkan peringkat yang lebih unggul di search google karena memang mudah diingat. TLD memiliki beberapa jenis domain, diantaranya:

a. Country Code Top Level Domain (CCTLD)

CCTLD adalah jenis domain yang dalam penamaanya berdasarkan pada letak geografis suatu negara seperti contohnya .au untuk Australia. dan .id untuk Indonesia. Domain CCTLD ini bisa didaftar oleh siapa saja meskipun bukan dari negara yang bersangkutan. 

b. Generic Top Level Domain (GTLD)

GTLD yaitu jenis domain umum yang dapat digunakan oleh siapapun. GTLD ini cocok digunakan bagi orang yang membutuhkan domain ekstensi populer seperti .com, atau .org. Selain itu karena pembuatan domain yang mudah kamu tidak akan direpotkan dengan berbagai macam persyaratan.  Beberapa contoh dari jenis GTLD adalah:

  • .com awalnya .com ini adalah akronim dari commercial tapi saat ini domainnya sudah meluas penggunaanya.
  • .edu domain yang digunakan untuk edukasi.
  • .info domain yang digunakan oleh media informasi.
  • .ac domain ini digunakan oleh institusi pendidikan untuk website mereka.
  • .sch jika .ac digunakan oleh perguruan tinggi maka kebalikanya .sch digunakan oleh institusi pendidikan tingkat dasar hingga menengah.
  • .gov domain ini digunakan untuk lembaga pemerintahan.
  • .mil domain yang digunakan untuk lembaga Negara

c. Premium Top Level Domain (PTLD)

PTLD merupakan suatu domain yang penamaanya dapat di custom. Contohnya .site, .web, .travel, .host, .doctor dan ekstensi lainnya. PTLD lebih menjelaskan spesifikasi yang terdapat pada sebuah website. Contohnya adalah penggunaan domain dengan nama .travel maka website tersebut membahas hal seputar dunia travel atau web yang menawarkan suatu produk.

2. Second Level Domain (SLD)

Pengertian Second Level Domain (SLD) - Ilmu Web Hosting | Pilihan Tepat  untuk Belajar Web Hosting

Second Level Domain merupakan nama domain yang didaftarkan atau nama unik yang dibuat. Dalam membuat nama domain harus memperhatikan keunikan namanya supaya mudah diingat dan menarik perhatian orang. Dan perlu berhati-hati juga dalam penamaanya jangan sampai nama yang dibuat adalah brand milik orang lain. Jika nama yang dibuat dianggap mencuri domain pihak lain maka akan ada sanksi pidana yang sudah diatur dalam beberapa peraturan.

Peraturannya yaitu terdapat pada pasal 76, pasal 90, dan pasal 91 UU Merek, pasal 6 ayat (3) UU Merek. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Tahun 2013 yang berisi tentang pengelolaan nama domain, dan lain sebagainya.

3. Third Level Domain (TLD)

Tiga Level Domain - Hosteko Blog

Third Level Domain atau disebut juga dengan sub domain. “www” merupakan TLD yang paling banyak digunakan tetapi juga bisa custom. TLD biasanya banyak digunakan untuk web yang merupakan pecahan dari web utama yang secara khusus pembahasan khususnya di luar pembahasan di web utama. Sebagai contohnya yaitu “news.google” kata “news” ini yang disebut dengan TLD dan merupakan sub informasi yang dibuat sebagai pecahan dari web utamanya yaitu google.

Setelah mengetahui jenis-jenis domain website, berikut ada tips yang bisa kamu untuk memilih nama domain:

  1. Gunakan domain yang mudah diingat contohnya .com.
  2. Pastikan nama yang digunakan itu unik dan juga tidak terlalu panjang.
  3. Dalam memilih nama domain jangan gunakan angka maupun tanda hubung.
  4. Usahakan nama domainnya mudah diucap dan juga dieja.

Demikian artikel mengenai jenis-jenis domain website dan tips dalam memilih nama domain. Semoga bermanfaat.