BIOLOGI

Burung Enggang Badak (Buceros rhinoceros) yang terbang dilangit yang biru!

Posted: August 27th 2016

Burung Enggang Badak (Buceros rhinoceros)

Klasifikasi
Kerajaan Animalia
Filum Chordata
Ordo Coraciiformes
Famili Bucerotidae
Genus Buceros
Spesies Buceros rhinoceros

 

enggang

Burung rangkong atau enggang merupakan kelompok burung yang mudah dikenali karena memiliki ciri khas berupa paruh yang besar dengan struktur tambahan di bagian atasnya yang disebut balung (casque). Di Indonesia, ukuran tubuh rangkong berkisar antar 40 cm sampai 150 cm, dengan rangkong terberat mencapai 3,6 kg. Rangkong badak memiliki paruh kuning berpangkal merah dengan tanduk berwarna merah kuning yang melengkung ke atas. Bulu didominasi warna hitam dan putih dan ekor berwarna putih mencolok dengan garis hitam lebar melintang.

Rangkong termasuk dalam famili Bucerotidae. Mayoritas rangkong banyak ditemukan di daerah hutan dataran rendah hutan perbukitan (0 – 1000 m diatas permukaan laut). Di daerah pegunungan (> 1000 m diatas permukaan laut) rangkong sudah mulai jarang ditemukan. Jenis rangkong yang besar seperti Buceros rhinoceros mendiami pohon-pohon yang sangat besar, karena itu rangkong mendiami pohon di hutan sampai pohon tersebut mati atau tumbang.

Rangkong mempunyai sebaran mulai dari daerah sub-sahara Afrika, India, Asia Tenggara, New Guinea dan Kepulauan Solomon. Sebagian besar hidup di hutan hujan tropis dan hanya beberapa jenis saja yang hidup di daerah kering seperti di Afrika. Pada Enggang Badak (Buceros rhinoceros) tersebar dari Semenanjung Malaya, Singapura, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Burung Rangkong Badak merupakan salah satu spesies burung terbesar di Asia. Keanekaragaman burung Rangkong di Indonesia saat ini semakin hari populasi makin menurun. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kawasan habitat sebagai akibat deforestasi hutan, berkurangnya makanan, tempat bersarang, dan perburuan burung Rangkong. Di Indonesia terdapat beberapa jenis subspesies dari burung Rangkong Badak yaitu Buceros  rhinoceros rhinoceros (Malay dan Sumatera), Buceros rhinoceros borneonsis (Borneo), Buceros rhinoceros silvertris (Java).

Menurut Daftar Merah IUCN (Internasional Union For Conservation of Nature and Natural Resources), burung Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) termasuk spesies yang hampir terancam (near threatened). CITES juga mengklasifikasikan satwa burung ini ke dalam kategori Appendix II, yaitu sebagai spesies yang dilarang untuk perdagangan komersial internasional karena hampir mengalami kelangkaan, kecuali jika perdagangan tersebut tunduk pada peraturan ketat, sehingga pemanfaatan yang tidak sesuai dapat dihindari. Pemerintah melindunginya melalui UU No 5 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

220px-Buceros_rhinoceros_-Singapore_Zoo_-pair-8a

Upaya konservasi dilakukan pada kawasan Harapan Rainforest (HRF) yang terdapat di perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan merupakan kawasan yang penting bagi konservasi Rangkong. Dalam hal ini konservasi in-situ dapat dilakukan untuk mengurangi ancaman kepunahan rangkong dengan memelihara jenis-jenis tumbuhan yang menjadi pakan Rangkong. Konservasi in-situ ini merupakan upaya perlindungan jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilakukan dalam habitat aslinya, sehingga tidak diperlukan lagi proses adaptasi bagi kehidupan dari jenis tumbuhan dan satwa liar tersebut ke tempat yang baru.

Populasi Rangkong di Sumatera cenderung menurun dari tahun ke tahun akibat adanya tekanan perburuan serta perubahan habitat. Rangkong memiliki peranan yang penting dalam proses regenerasi kawasan  hutan, terbatasnya variasi dan jumlah pakan yang tersedia bagi burung  ini pada akhirnya akan mengancam kelestarian populasi Rangkong tersebut. Untuk itu sebagai generasi muda sudah saat nya melestarikan dan melindungi dari perburuan liar karena peran penting Burung Rangkong ini dalam penyebaran biji tumbuhan tropis. Rangkong memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga hutan tropis yang sehat dan beragam.

Sumber : Andry, S. dan Agus, S. 2016. Keberadaan Burung Rangkong (Bucerotidae) di Gunung Betung Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Lestari. 4(2): 9-16.

Bambang, A. dan Amir, H. 2006. Burung di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah Keanekaragaman, Adaptasi dan jenis-jenis Penting untuk Dilindungi. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 13 (1):9-12.

Diah, I. dan Lilik Budi, P. 2013. Komposisi Avifauna di Beberapa Tipe Lansekap Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Birds Composition in Different Types of Landscape in Bukit Barisan Selatan National Park). Jurnal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 3(2): 135-151.

Very, A. dan Bambang, H. 2015. Keanekaragaman Jenis Rangkong dan Tumbuhan Pakannya di Harapan Rainforest Jambi. Jurnal Biospesies.8(2): 73-75.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php