mariaalintar's

“Whale Sharks” , si besar aset wisata Indonesia

Posted: September 9th 2014

Ikan Hiu adalah suatu spesies yang sangat rentan terhadap over-fishing (over exploitation). Hal ini dikarenakan hiu reproduksinya lambat, anakannya sedikit serta jangka umur panjang. Adanya over exploitation ini akan berdampak negatif terhadap keberlanjutan spesies ini dan juga ekosistem laut. Hiu merupakan apex-predator yang berarti hiu menempati puncak rantai makanan dan memainkan peran penting dalam menjaga ekosistem. Tanpa adanya apex-predator itu, ekosistem akan rusak dan bahkan bisa mengancam spesies yang lain.

Kepunahan hiu akan berdampak besar pada mata rantai makanan di laut.

Begitu hiu punah, populasi ikan yang biasa menjadi mangsanya, seperti tuna dan kerapu menjadi meningkat. Kedua jenis ikan itu akan memangsa ikan-ikan di bawahnya secara besar-besaran. Tak pelak lagi, dalam waktu singkat ikan-ikan yang biasa dimakan tuna dan kerapu juga akan habis. Kehabisan makanan, memungkinkan kedua ikan itu lambat laun juga menga­lami kepunahan. Saat ini, hiu memang tengah menghadapi ancaman besar kepunahan karena perburuan siripnya. Indonesia merupakan salah satu eksportir hiu dan produk hiu terbesar di dunia. Padahal keberadaan hiu secara langsung mempengaruhi produktifitas perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian dan sumber protein bagi warga.

Padahal, dari hasil sebuah penelitian menunjukkan, hiu hidup dapat dijadikan sebagai obyek pariwisata, dan ini jauh lebih bernilai dari sisi keekonomian dibandingkan hiu mati yang diambil siripnya. Ada perhi­tungan yang menyebutkan, hiu hidup untuk bisnis wisata bahari bisa memberikan sumbangan devisa sebesar Rp 300 juta sampai dengan Rp 1,8 miliar per tahun . Ini setara dengan Rp 18 miliar selama ikan itu hidup.

Salah satu hiu yang banyak diburu adalah Hiu Paus ( Whale Sharks) . Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan salah satu spesies dalam kingdom animalia yang terbesar di dunia. Ukuran hiu paus dapat mencapai 18 meter bahkan lebih dengan ukruan dwqasa jantan rata-rata 7.05 – 10.26 meter dan betina 10.6 meter . Hiu paus memiliki habitat di perairan tropis hingga subtropis yang bersuhu hangat dan memakan plankton, krill, karang, dan telur ikan. whale-shark_1_9412

Hiu paus mampu bertahan hidup hingga 70 tahun. Spesimen hiu paus terbesar yang dapat diverifikasi adalah yang tertangkap di Karachi, Pakistan. Panjangnya 12,65 meter, lingkar badannya 7 m, dan beratnya lebih dari 21,5 ton. Menurut IUCN ( Internatioal Union for Conversation of Nautue), megafauna tersebut masuk kedalam daftar merah satwa yang terancam punah sehingga dimasukkan ke dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ) pada tahun 2002.

Hiu paus telah ditetapkan sejak 2013 sebagai satwa yang dilindungi di Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) KP Nomor 18/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Hiu Paus.

Di Indonesia, salah satu wilayah dimana hiu paus dapat ditemui adalah di perairan Teluk Cendrawasih yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Kawasan tersebut memiliki topografi pantai berbukit dan begunung dengan sisi curam. Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia yang terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0.9%), daratan pulau-pulau (3.8%), terumbu karang (5.5%), dan perairan lautan (89.8%) (Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BTNTC) , 2009). Taman Nasional Teluk Cendrawasih ditetapkan Menteri Kehutanan sesuai SK No. 8009/Kpts-II/2002, berada pada geografis 1°43’ – 3°22’ LS dan 134°06’ – 135°10’ BT dengan luas 1.453.500 hektar.  Taman Nasional tersebut terletak di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Daerah ini biasanya disebut sebagai “rumah” bagi para hiu paus ini.

peta_teluk

unduhan (1)

teluk-cendrawasih

meskipun jangkauan jelajah hiu paus luas, tetapi Teluk Cendrawasih ini menjadi spot teramai bagi para hiu paus tersebut. Banyak penyelam yang rela merogoh kocek cukup dalam demi untuk melihat hiu paus ini. Namun, harus diperhatikan regulasi untuk pendekatan dengan hiu paus ini karena biasanya mereka takut dengan “bubble” yang dikeluarkan oleh para penyelam. Mereka merasa dibohongi oleh manusia karena bubble yang muncul akan dianggap sebagai makanan dan akan berusaha diserap (makan dengan filter-feeding)CocosWhaleShark4.

Hiu paus merupakan salah satu jenis yang memiliki potensi cukup tinggi untuk pengembangan pariwisata bahari, oleh karena itu perlindungan hiu paus akan mendukung kegiatan pariwisata, termasuk meningkatkan aktivitas pemanfaatan pariwisata di kawasan konservasi yang telah berkembang selama ini.

Referensi :

http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/beritabaru/144-konservasi-hiu-untuk-pariwisata

http://www.nature.or.id/siaran-pers/kawasan-konservasi-laut-salah-satu-solusi-dalam-perlindungan-hiu/

Rizqi , Mahardika . 2014 . KOMPOSISI HIU PAUS BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN UKURAN SERTA PERILAKU KEMUNCULANNYA DI KAWASAN TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH . Skripsi . Institut Pertanian Bogor .


10 responses to ““Whale Sharks” , si besar aset wisata Indonesia”

  1. Sainawal Tity says:

    kamu setuju nggak sama eco-diving ?
    wacana nya memang diving yang lebih “green” tapi namanya manusia, pasti saja ada ‘gerak-gerik” nya yang membuat ikan ini terganggu secara tidak langsung. menurut kamu ?

    • mariaalintar says:

      @Sainawal tity , eco-dive itu sebenarnya percabangan dari diving itu sendiri dan merupakan cara dive untuk melakukan penelitian. Namun , sebenarnya yang namanya adanya kegiatan manusia yang ada di alam kecenderungannya mengganggu jika tidak dilakukan prosedur dengan benar. 🙂

  2. santha21 says:

    Wahhh, teryata umur Hiu sama dengan rata-rata umur manusia 70 tahun. Hiu juga merupakan apex predator yang merupakan kunci keseimbangan ekosistem. Marii kita bantu pelestariannya,,!

    • mariaalintar says:

      @santha yupp bener banget . dan karena itu, reproduksinya lambat. sehingga adanya perburuan yang “over” menyebabkan bekurangnya jumlah spesies secara signifikan . #savesharks !

  3. alanpeter says:

    Ecodiving bisa sangat bermanfaat buat masyarakat dan lingkungan juga karena bisa menaikan ekonomi masyarakat secara tidak langsung, dan juga mengajak masyarakat unntuk peduli terhadap konserasi lingkungan terutama laut. Setahu saya hal itu sudah dilakukan di kawasan konservasi terumbu karang Raja Ampat.

  4. franstheowiranata says:

    apabila kita dapat menekan over-fishing maka kemungkinan untuk melindungi Whale Sharks sangat besar mari kita awasi dan jaga #waspadadiraanuraga

  5. Leonardusady says:

    Upaya pemerintah dalam melindungi paus ini belum adakah seperti UU ataupun usaha melestarikannya?

    • mariaalintar says:

      peraturan dari menteri nya sih ada nomer 8 dari menteri KP sendiri . namun sekarang semua tergantung dari masyarakatnya dan penegak hukum nya seberapa tegas untuk menanganinya 🙂

  6. Florencia Grace Ferdiana says:

    Walaupun menurut IUCN hiu paus telah dimasukkan ke dalam satwa yang terancam punah, tetapi sepertinya pemerintah belum benar-benar menegakkan hukum tentang perlindungan hiu ini, terbukti dari beberapa berita yang menyatakan bahwa masih banyak orang yang mengincar hiu ini untuk diperdagangkan . benar-benar miris 🙁

  7. elviena says:

    sangat disayangkan apabila hewan besar perairan ini tak dapat dijumpai lagi. seharusnya pemerintah lebih giat menegakkan hukum dalam melindungi hiu, seperti diadakannya patroli polisi kelautan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php