MAPS

Rafflesia arnoldii, keberadaannya tak seraksasa kelopak bunganya

Posted: September 7th 2014

Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan khas Indonesia yang dikenal memiliki ukuran raksasa dan mengeluarkan bau yang tidak sedap seperti bau bangkai. Apakah teman-teman pernah melihatnya secara langsung?? Teman-teman sangat beruntung apabila pernah melihatnya secara langsung, karena selain merupakan tumbuhan endemik Sumatra dan Kalimantan, tumbuhan unik ini mulai sulit ditemukan. Nah, kok bisa? Sesulit apa sih untuk menemukannya? Apakah sudah punah?? Check these out.. 😀

 

Sejarah Penemuan

Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

 

Klasifikasi Ilmiah

Nama ilmiah       : Rafflesia arnoldii

Kingdom              : Tumbuhan

Filum                     : Tracheophyta

Kelas                     : Magnoliopsida

Ordo                      :Malpighiales

Famili                    :Rafflesiaceae

Genus                   : Rafflesia

raffles

 

Gambar 1. Rafflesia arnoldii (setengah mekar dan mekar sempurna)

Deskripsi Morfologis

Bunga Raffelsia Arnoldi merupakan jenis bunga terbesar di dunia dengan lebar 1 meter dan berat 9 kg. Bunga Raffelsia Arnoldi menjadi satu-satunya jenis flora khas yang distribusinya hanya terbatas di bagian selatan Sumatera dan Kalimantan. Rafflesia arnoldii bersifat parasit, lebih menyerupai jamur daripada sebuah bunga (dikarenakan tidak memiliki akar, batang, daun, dan hanya memiliki kelopak bunga), dan mengeluarkan bau busuk sebagai mekanisme penarik perhatian serangga penyerbuk dan lalat. Satu bunga terdiri dari lima kelopak kasar berwarna oranye yang disertai dengan bintik-bintik berwarna putih. Pada saat bunga mekar, diameternya dapat mencapai 70-110 cm dengan tinggi mencapai 50 cm dan berat hingga 11 kg.

Rafflesia arnoldii memiliki organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik dalam satu rumah yang terdapat di bagian tengah dasar bunga yang berbentuk melengkung seperti gentong. Proses penyerbukan pada bunga raflesia dibantu oleh serangga yang tertarik pada bau bunga yang menyengat.  Kuncup-kuncup bunga terbentuk di sepanjang sela-sela batang dengan masa pertumbuhan bunga selama hampir 9 bulan dan masa mekar hanya sekitar 5-7 hari. Setelah mekar, bunga akan layu dan mati.

 

Penyebaran

Sumatera Barat: CA Batang Palupuh, Gunung Sago, Kamang Mudik, Alahan Panjang, CA Rimbo Panti

Aceh                      : CA Aceh Rafflesia Aran, Sungai Jernih, Munto, Serbajadi di sekitar Lukup

Begkulu               : CA Taba Pananjung,Rafflesia Despatah, CA Pagar Gunung, CA Manna (Lubuk Tapi), Talang Ulu, Taba Rena, Padang Guci, Bukit Kaba, Seblat, dan Talang Empat

Lampung             : Tanah Bukit Barisan Selatan

 

Status Konservasi

  • IUCN mempublikasikan 12 jenis tanaman yang terancam punah (endangered) dan Rafflesia arnoldii merupakan salah satunya.
  • SK Presiden RI No. 4 TH. 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, menetapkan Rafflesia arnoldii R. Br. sebagai Puspa Langka Nasional. Pada pasal 2 dan pasal 3 disebutkan bahwa diperlukan “suatu usaha di dalam mewujudkan kepedulian dan rasa cinta serta meningkatkan perlindungan dan upaya pelestarian ekosistem, habitat, dan pengembangan puspa langka nasional.”

 

Ancaman

Tingginya laju deforestasi, kebakaran hutan, dan semakin menurunnya luas hutan alam Sumatera, menjadi ancaman serius bagi kelestarian Rafflesia arnoldii. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga raflesia untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

 

Upaya dalam Konservasi Rafflesia arnoldii

  • Upaya penangkaran Rafflesia yang telah diupayakan sejak tahun 1789
  • Upaya oleh pemerintah Indonesia

    Pembangunan Taman Nasional Gunug Leuser (terletak di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi daerah Istimewa Aceh), Taman Nasional Kerinci Seblai (terletak di Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu), dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (terletak di Provinsi Bengkulu sampai Lampung)

  • Upaya oleh WWF Indonesia

    Pelaksanaan konservasi habitat Rafflesia arnoldiiMeskipun tidak secara langsung melakukan konservasi terhadap Rafflessia arnoldii, upaya konservasi habitat yang dilakukan WWF Indonesia di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS ) di Lampung dan Bengkulu, diharapkan dapat mendukung kelestarian Rafflesia arnoldii. Selain itu, WWF Indonesia bekerjasama  secara berkelanjutan dengan berbagai mitra terkait guna membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tumbuhan  Rafflessia arnoldii yang menjadi tumbuhan khas Indonesia

  • Upaya oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

    Pelaksanaan konservasi berbagai jenis tumbuhan inang rafflesia di Kebun Raya Bogor. Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Perambahan hutan menyebabkan pohon liana semakin langka, sehingga diperlukan pula konservasi terhadap genus Tetrastigma.

 

Nah, setelah teman-teman tahu kalau Rafflessia arnoldii terancam punah, kira-kira teman-teman mau memberikan sumbangsih apa nih buat keleselamatan dan kelestarian Rafflesia arnoldii??

 

Referensi

Kompas. 2011. Cara Budidaya Rafflesia Belum Ditemukan. http://sains.kompas.com/read/2011/04/19/0542419/Cara.Budidaya.Rafflesia.Belum.Ditemukan. Diakses pada 4 September 2014.

Newscientist. 1984. Almost as Dead as Dodo. The Detective in the Library, USA.

Supriatna, J. 2008. Melestarikan Alam Indonesia. Obor, Jakarta.

The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.2. www.iucnredlist.org. Downloaded on 04 September 2014.

Tim Mata Kuliah Umum Pendidikan Lingkungan Hidup. 2014. Pendidikan Lingkungan Hidup. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

WWF Indonesia. 2014. Rafflesia arnoldii. http://www.wwf.or.id/program/spesies/rafflesia_arnoldii/. Diakses pada 4 September 2014.

Zuhud, E. A. M., Hikmat, A., dan Jamil, N. 1998. Rafflesia Indonesia: Keanekaragaman, Ekologi, dan Pelestariannya. Kerjasama Yayasan Pembinaan Suaka Alam, dan Suaka Margasatwa Indonesia (The Indonesian Wildlife fund) dan Fakultas Kehutanan IPB, Bandung.


6 responses to “Rafflesia arnoldii, keberadaannya tak seraksasa kelopak bunganya”

  1. Inge says:

    thx’ infonya…
    satu flora langka yg dari jaman SD pun kita sudah tahu kalau flora ini langka, dan sampai jaman sekarangpun masih belum ada perbaikan signifikan.
    satu dilema memang, saat penemeuan dan pendayagunaan flora berkembang di masyarakat dan tidak diimbangi kesadaran bahwa fokus utama adalah konservasi, baru penggunaannya, (seperti kasus penggunaan flora ini untuk bahan obat)…

  2. maria18anindya says:

    berbeda dari jenis Rafflesia patma Blume yang dapat tumbuh di luar habitat melalui teknik grafting, bunga Rafflesia arnoldii lebih sulit ditumbuhkan di luar habitatnya, sehingga diperlukan usaha ekstra untuk pelestariannya. hal ini diperparah pula dengan kurang intensifnya usaha konservasi terhadap bunga Rafflesia itu sendiri, dan justru perambahan hutan habitat Rafflesia arnoldii semakin ‘intens’. 🙁

  3. novia11 says:

    sungguh sangat disayang sekali padahal Rafflesia arnoldi merupakan tumbuhan yang sangat langka, unik, dan sangat terkenal. Bahkan orang luar negeri saja terkagum kagum melihatnya.
    Pada bagian deskripsi morfologis dikatakan bahwa tumbuhan ini hanya ada di Sumatera dan di Kalimantan, untuk di Kalimantan apakah belum ada upaya penangkaran?

    • maria18anindya says:

      setelah saya mencari2, ada beberapa taman nasional yg ada di kalimantan seperti taman nasional Betung Kerihun dan taman nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Barat yang menjadi habitat Rafflesia arnoldii. 🙂
      bahkan taman nasional Betung Kerihun oleh pemerintah Indonesia pernah didaftarkan ke badan PBB UNESCO sebagai situs warisan alam.
      (http://www.antaranews.com/berita/302493/habitat-rafflesia-arnoldi-layak-jadi-situs-warisan-alam)

  4. ancilla says:

    Rafflesia arnoldii merupakan salah satu bunga nasional Indonesia selain melati dan anggrek bulan. Ketiga tanaman ini sangat berperan dalam mengenalkan Indonesia kepada negara lain. Namun, sangat disayangkan karena keberadaan rafflesia arnoldii sangat langkga dibandingkan dengan kedua bunga nasional lainnya. Alangkah lebih baik jika kita dapat mengetahui bagaimana cara membudidayakan tanaman ini sehingga masyarakat setempat dapat berupaya untuk memperbanyak. Semoga nantinya setelah kita sudah mengetahui cara budidayanya, keberadaannya dapat semakin luas dan tidak akan punah Puspa Pesona Indonesia ini. 😀

    • maria18anindya says:

      yapp setuju dengan Lala. 😀
      tp sayangnya, Rafflesia arnoldii termasuk tanaman endemik yg cukup sulit untuk ditumbuhnkan di luar habitatnya. berharap masyarakat di sekitar habitat Rafflesia arnoldii semakin peka terhadap keberadaan dan kelestariannya. tantangan juga buat kita anak teknobiologi untuk menemukan cara agar Rafflesia arnoldii bisa tumbuh secara ex situ guna meningkatkan jumlah dan daya hidup nya. 😀

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.

Artikel lainnya

Hello world!

Go to post

Kapan ya air sungai dekat rumah jadi jernih kembali????

Go to post
© 2022 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php