blog maria

Save Komodo for The Better Future!!

Posted: December 16th 2016

 

  • Spesies : Varanus komodoensis

Latar Belakang            :

Komodo merupakan reptil purbakala yang masih hidup hingga saat ini. Habitat komodo yakni di pulau komodo, pulau rinca, gili motang, dan padar. Menurut IUCN status komodo saat ini yakni Vulnerable. Di Pulau Rinca yang populasinya sempat mencapai angka tertinggi, sekitar 1.400 ekor, kini diperkirakan maksimal 1.100 ekor. Sementara di Pulau Komodo, populasi satwa itu yang sempat mencapai sekitar 1.500 ekor, diperkirakan turun menjadi 1.200-an. Terus menurunnya populasi komodo diakibatkan oleh berkurangnya jumlah mangsa komodo yakni rusa dan kerbau. Selain itu  juga akibat cuaca yang kurang mendukung pada masa penetasan telur seperti bulan Februari-Aprll ini yang suhunya terlalu dingin.
Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September. Telur akan menetas setelah 7–8 bulan. Masa penetasan telur komodo memerlukan suhu lebih hangat berkisar 28-350C. Sementara di bulan-bulan tersebut terjadi penurunan suhu. Akibatnya dari 30 telur dalam satu sarang yang menetas hanya beberapa saja, padahal idealnya lebih separuhnya. Maka dari itu perlu dilakukan suatu usaha untuk membantu keberhasilan penetasan telur komodo tersebut demi menigkatkan keberhasilan hidup bayi komodo. Rencana aksi ini pada akhirnya bertujan untuk mencegah kepunahan biawak purbakala tersebut.

Rencana Aksi :

  1. Mempelajari lebih dalam tentang metode konservasi khususnya teknik penetasan telur menggunakan inkubator. Ini dilakukan selama masa kuliah.
  2. Melamar sebagai staff dibidang konservasi di Balai Taman Nasional Komodo. Rencana ini tentunya dilakukan setelah menyelesaikan studi S1 di fakultas Teknobiologi.
  3. Penetasan dengan bantuan inkubator

Pada saat pengeraman telur komodo oleh induk komodo maka induk tersebut  dipisahkan telebih dahulu dari sarang tempat pengeramannya. Telur-telur komodo diambil dan diletakan di dalam inkubator dengan suhu yang sesuai yakni 320C. Telur tersebut akan dipantau perkembangannya hingga terjadi penetasan.  Anakan komodo yang telah menetas akan dipindahkan ke kandang yang didesain khusus untuk bayi komodo. Bayi komodo akan diberi makan serangga. Bayi akan        berada di dalam kandang selama 1 bulan kemudian akan dipindah ke kandang habituasi.

  1. Kandang habituasi dikawasan Taman Nasional Komodo

Kandang habituasi akan ditempati bayi-bayi komodo berumur ± 1-2 tahun. Kandang ini berlokasi di habitat alami.bertujuan untuk menyesuakan kondisi di habitat alami bagi bayi komodo sebelum dilepas liarkan.

Diharapkan rencana aksi ini akan membantu membantu meningkatkan keberhasilan penetasan telur komodo sehingga dapat mencegah kepunahan.

Demikian rencana aksi saya semoga dapat terwujud! save Komodo

    

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php