blog maria

Manggarai jadi Surganya Pecinta Kopi

Posted: February 21st 2017

    Kopi berperan penting bagi setiap sendi kehidupan masyarakat Flores khususnya Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Karenanya potensi ini menjadi salah satu ungggulan di wilayah tersebut. Hampir setiap rumah membudidayakan tanaman tersebut. Komoditas ”mutiara hitam” ini juga menjadi gantungan hidup umum masyarakat setempat sehingga mereka dapat menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Manggarai Timur  merupakan wilayah yang cukup banyak menghasilkan kopi tiap tahunnya.  Hingga saat ini, luas lahan tanaman Kopi di Kabupaten Manggarai Timur adalah 22.673.17 ha, dengan luas areal kopi jenis Arabika mencapai 7.071 ha dan kopi jenis Robusta yang mencapai 15.602.27 ha. Angka akselesari kenaikan jumlah produksi komoditi Kopi Manggarai Timur, terus didorong oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur, melalui program perluasan lahan, intensifikasi perbaikan mutu dan pengembangan industri hilir. Tahun 2015  yang lalu,  kontes Kopi terbaik Indonesia kembali dilakukan, untuk menemukan Kopi terbaik milik Indonesia. Kontes yang diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur ini pada akhirnya … Read more


Save Komodo for The Better Future!!

Posted: December 16th 2016

  Spesies : Varanus komodoensis Latar Belakang            : Komodo merupakan reptil purbakala yang masih hidup hingga saat ini. Habitat komodo yakni di pulau komodo, pulau rinca, gili motang, dan padar. Menurut IUCN status komodo saat ini yakni Vulnerable. Di Pulau Rinca yang populasinya sempat mencapai angka tertinggi, sekitar 1.400 ekor, kini diperkirakan maksimal 1.100 ekor. Sementara di Pulau Komodo, populasi satwa itu yang sempat mencapai sekitar 1.500 ekor, diperkirakan turun menjadi 1.200-an. Terus menurunnya populasi komodo diakibatkan oleh berkurangnya jumlah mangsa komodo yakni rusa dan kerbau. Selain itu  juga akibat cuaca yang kurang mendukung pada masa penetasan telur seperti bulan Februari-Aprll ini yang suhunya terlalu dingin. Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September. Telur akan menetas setelah 7–8 bulan. Masa penetasan telur komodo memerlukan suhu lebih hangat berkisar 28-350C. Sementara di bulan-bulan tersebut terjadi penurunan suhu. Akibatnya dari 30 telur dalam satu sarang yang menetas hanya beberapa saja, … Read more


Elang Flores? Nih kenalan dulu

Posted: November 2nd 2016

Hello readers, kita bertemu lagi nih. Kali ini saya tetap membahas tentang Elang Flores (Nisaetus floris) sama seperti tulisan sebelumnya tapi kali ini kita ini akan lebih mengarah ke bioekologinya ya… kuy…kuy.. disimak.. Berdasarkan namanya, Elang Flores merupakan satwa endemik pulau Flores.  Jenis burung ini merupakan salah satu  jenis burung pemangsa atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raptor. Berdasarkan data IUCN, saat ini status konservasi raptor ini yakni Critically Endangered atau terancam punah sdengan jumlah ±250 ekor. Hal ini dikarenakan perubahan habitat dan ekploitasi berlebihan. Selain itu anggapan bahwa elang ini memangsa       Seperti jenis burung pemangsa lain, raptor ini menyukai hutan dataran rendah dan submontana hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Teknik memangsanya yang mudah terlihat adalah berburu dari tenggeran dan terbang mengangkasa memanfaatkan aliran udara panas (thermal soaring). Meskipun namanya elang flores, burung ini dapat dijumpai juga di Pulau Lombok, Sumbawa, serta pulau kecil Satonda dan Rinca, dan tentu saja di Pulau Flores, … Read more


“KRITIS”!!! Nasib sang Raptor Endemik Flores

Posted: August 29th 2016

Hallo readers, tahukah kalian bahwa terdapat sekitar 71 jenis raptor bisa ditemukan di Indonesia, dan 10 spesies diantaranya adalah raptor endemik. Salah satunya adalah elang Flores. Yap. Elang flores atau yang dikenal dalam bahasa ilmiah Nisaetus floris merupakan raptor endemik yang berasal dari daratan Nusa Tenggara. Pada awalnya elang ini digolongkan dalam subspesies dari elang brontok (Nisaetus cirrhatus) dengan nama ilmiah Spizaetus cirrhatus floris namun kemudian pada tahun 2005 para peneliti menemukan bahwa terdapat perbedaan antara elang flores dan elang brontok sehingga kedua elang tersebut dipisahkan dalam spesies yang berbeda. Namun naas nasib sang raptor flores ini sesaat dipisahkan dalam spesies yang berbeda, data dari IUCN (International Union for Conservation of Nature) menyatakan bahwa status konservasinya digolongkan dalan kondisi “kritis” (Critically endangered). Hingga saat ini jumlah elang flores yang tersebar di kepulauan Nusa tenggara tidak lebih dari 250 ekor. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut adalah klasifikasi ilmiah dari sang raptor : … Read more


Hello world!

Posted: August 24th 2016

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php