Categories
Uncategorized

Keegoisan Manusia terhadap Orangutan

Orangutan merupakan jenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Namun akhir-akhir ini orangutan menjadi perhatian karena keberadaannya yang langka. Disini kita akan membuat suatu action plan untuk melindungi orang utan tersebut.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan spesies yang menjadi salah satu ciri khas dari pulau Borneo. Menurut IUCN orangutan sudah masuk dalam critically endangered. Orangutan belakang ini menjadi pembahasan karena keberadaannya yang semakin sedikit.

Data terakhir pada tahun 2017Total populasi orangutan di dunia tinggal 230 ribu, dengan perhitungan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) tersisa 104.700, sementara Orangutan Sumatera (Pongo abelii) hanya tersisa 7.500. Untuk melestarikan orangutan ada banyak kelompok yang mendirikan pusat rehabilitasi dan hutan konservasi orangutan, mulai dari World Wild Foundation sampai Orangutan.org. Pemerintah Indonesia juga ikut turun tangan dalam usaha penyelamatannya, dengan menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aki Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 (Rencana Aksi Konservasi Orangutan).

Namun melihat dengan keadaan yang sekarang aturan dari pemerintah sudah tidak sesuai denga prosedurnya. Masih banyak perusahaan sawit yang menggunakan lahan yang masih menjadi tempat tinggal dari orangutan. Perusahaan-perusahaan ini menentang aturan dari pemerintah, namun tidak ada ketegasan dari pemerintah sendiri. Salah satu penyebab kurangnya populasi orangutan adalah habitat mereka  yang sudah mulai berkurang.

Perusahan-perusahan sawit mulai menebang hutan untuk melakukan penanaman sawit. Perusahaan ini tidak memikiran akan kehidupan dari orangutan tersebut. Sehingga orangutan mulai mencari-cari lagi habitat yang baru untuk mereka tinggal. Sekarang juga mulai marak terjadinya kebakaran hutan dibeberapa daerah di Kalimantan yang menyebabkan orangutan tidak memiliki tempat tinggal. Mereka ketakutan dengan kebakaran hutan yang terjadi akibat dari oknum-oknum yang tidak bertangggung jawab.

Dengan adanya permasalahan seperti ini pemerintah harus bertindak tegas dengan perusahaan-perusahaan sawit yang membuka lahan sebesar-besarnya. Disini pemerintah harus membuat aturan yang lebih dipersempit dan perlu adanya denda sebesar-besarnya bagi mereka yang melanggar aturan tersebut. Bagi lahan yang masih menjadi habitat asli dari orangutan, diharapakn ada dari aparat pemerintah yang menjaga tempat tersebut agar tidak ada oknum yang melakukan sesuatu yang tidak baik.

Salah satu penyebab langkanya orangutan adalah adanya pemburuan liar. Banyak oknum yang memburu orangutan untuk keperluan pribadi seperti peliharaan pribadi atau pun dijual di luar negeri untuk mendapat keuntungan. Action plan yang akan saya lakukan pada orangutan membuat batasan dimana masyarakat tidak secara sembarang untuk memasuki kawasan orangutan. Disini juga peran pemerintah sangat penting untuk memberikan peraturan yang keras bagi oknum-oknum yang secara ilegal masuk ke dalam kawan orangutan.

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!