Lucia Astri

Apa yang bisa kita lakukan untuk Orangutan Sumatera??

Posted: December 3rd 2016

images

Orangutan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di Asia, sementara tiga kerabatnya, yaitu; gorila, simpanse, dan bonobo hidup di Afrika. Kurang dari 20.000 tahun yang lalu orangutan dapat dijumpai di seluruh Asia Tenggara, dari Pulau Jawa di ujung selatan sampai ujung utara Pegunungan Himalaya dan Cina bagian selatan. Akan tetapi, saat ini jenis kera besar itu hanya ditemukan di Sumatera dan Borneo

Orangutan Sumatera (Pongo abelii) adalah jenis orangutan yang paling terancam di antara dua spesies orangutan yang ada di Indonesia. Dibandingkan dengan ‘saudaranya’ di Borneo, orangutan Sumatera mempunyai perbedaan dalam hal fisik maupun perilaku. Spesies yang saat ini hanya bisa ditemukan di propinsi-propinsi bagian utara dan tengah Sumatera ini kehilangan habitat alaminya dengan cepat karena pembukaan utan uantu perkebunan dan pemukiman serta pembalakan liar.

Orangutan dapat dijadikan ‘umbrella species’ (spesies payung) untuk meningkatkan kesadaran konservasi masyarakat. Kelestarian orangutan menjamin kelestarian hutan yang menjadi habitatnya, sehingga diharapkan kelestarian makhluk hidup lain ikut terjaga pula. Sebagai pemakan buah, orangutan merupakan agen penyebar biji yang efektif untuk menjamin regenerasi hutan. Orangutan juga sangat menarik dari sisi ilmu pengetahuan karena kemiripan karakter biologi satwa itu dengan manusia. Sebagai satu-satunya kera besar yang hidup di Asia, orangutan memiliki potensi menjadi ikon pariwisata untuk Indonesia.

Status Kepunahan

Menurut IUCN, selama 75 tahun terakhir populasi orangutan Sumatera telah mengalami penurunan sebanyak 80%. Saat ini populasi orangutan Sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 6.500-an ekor (Rencana Aksi dan Strategi Konservasi Orangutan, Dephut 2007) dan dalam IUCN Red List edisi tahun 2002, orangutan Sumatera dikategorikan Critically Endangered atau sudah sangat terancam kepunahan.

images-2

Ancaman

Orangutan menyukai hutan hujan tropis dataran rendah sebagai tempat hidupnya, sehingga perlindungan ekosistem tersebut sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup satwa itu. Meskipun Pemerintah telah membangun sistem kawasan konservasi seluas 6,5 juta hektar di Sumatera bagian utara dan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, upaya pengelolaan kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan di luar taman nasional dan cagar alam tidak kalah pentingnya. Pemanfaatan kawasan hutan, baik untuk industri kayu maupun pertanian, yang tidak memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan terbukti berdampak sangat buruk bagi keberadaan orangutan. Konflik yang terjadi antara orangutan dan manusia di luar kawasan konservasi bahkan tidak jarang merugikan pihak pengusaha dan masyarakat.

Ancaman terhadap populasi orangutan Sumatera mencakup hilangnya habitat hutan yang menjadi perkebunan sawit, pembukaan jalan, illegal logging maupun legal logging, kebakaran hutan dan juga perburuan. Habitat orangutan di Sumatera menghilang dengan sangat cepat. Saat ini sebaran orangutan di habitat aslinya hanya terdapat di Aceh dan Sumatera Utara serta areal reintroduksi orangutan di perbatasan Jambi dan Riau. Padahal, dulu sebaran orangutan iperkirakan hingga ke Sumatera Barat. Meskipun telah dilindungi oleh hukum di Indonesia sejak 1931, perdagangan liar orangutan untuk dijadikan hewan peliharaan merupakan salah satu ancaman terbesar bagi satwa langka ini. Saat ini di beberapa lokasi di sumatera utara dilaporkan telah terjadi konflik antara orangutan dan manusia akibat adanya pembukaan hutan alam untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di habitat atau wilayah jelajah orangutan.

Aksi Konservasi

Pelestarian hutan dan orangutan Sumatera tidak bisa dilakukan hanya oleh pihak tertentu saja, namun membutuhkan partisipasi semua pihak. Banyak cara-cara yang sederhana dan tindakan kecil yang bisa kita lakukan untuk berpartisipasi aktif dalam usaha pelestarian hutan dan orangutan Sumater. Jangan selalu berpikir bahwa aksi untuk konservasi alam itu selalu mebutuhkan dana besar atau harus telihat megah.Tindakan atau aksi kecil itu jauh lebih bermakna daripada angan-angan besar yang tidak pernah terwujud. Wawasan kita tentang konservasi alam memang harus luas, namun ketika kita sudah mengetahui tentang permasalahan yang tejadi terhadap hutan dan satwa liar, saatnya kita beraksi! Kata prihatin dan peduli saja tidak cukup, harus bertindak nyata.

Sebagai seorang pelajar, saya dapat melakukan aksi konservasi terhadap Orangutan tersebut dengan melakukan kegiatan berikut:

  1. Kunjungan edukasi ke sekolah, kampus atau komunitas (seperti komunitas pemuda, motor, hobby dll) untuk mengenalkan isu pelestarian hutan dan Orangutan. Metode edukasi bisa dilakukan dengan cara presentasi dan pemutaran film sehingga para pelajar mengenal kondisi nyata saat ini tentang Orangutan Sumatera yang terus berkurang jumlahnya.
  2. Bergabung menjadi relawan dalam organisasi sosial seperti PROFAUNA untuk membantu kegiatan konservasi yang mereka lakukan, yang mana kegiatan utama PROFAUNA adalah kampanye, pendidikan, investigasi, advokasi, dan pendampingan masyarakat.
  3. Ikut serta dalam melakukan pencegahan dan monitoring perburuan dan perdagangan ilegal bersama dengan Balai Besar Konservasi Daya Alam (BKSDA) Riau.

Yang tak kalah penting, upaya yang harus kita lakukan adalah membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya perdagangan ilegal satwa liar, khususnya Orangutan Sumatera, karena jika tidak didukung oleh kesadaran dari masyarakat dalam membantu melindungi Orangutan Sumatera, termasuk dengan tidak adanya keinginan untuk membeli dan memelihara Orangutan Sumatera, maka langkah apa pun tidak akan berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya, maraknya perdagangan ilegal tersebut dipicu oleh permintaan pasar yang tinggi, sehingga jika masyarakat menyadari tentang keberadaan Orangutan Sumatera yang terus berkurang dan menghetikan permintaan tersebut, maka perdagangan ilegal Orangutan akan berkurang.

images-1

http://www.profauna.net/id/apa-yang-bisa-anda-lakukan#.WEKiD_l97IV

http://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_sumatera/

http://pdf.usaid.gov/pdf_docs/Pnady487.pdf

 


10 responses to “Apa yang bisa kita lakukan untuk Orangutan Sumatera??”

  1. corneliaratnakusuma says:

    Wah aksi yang sangat inovatif. Namun, tindakan Ikut serta dalam melakukan pencegahan dan monitoring perburuan dan perdagangan ilegal bersama dengan Balai Besar Konservasi Daya Alam (BKSDA) Riau tersebut kira-kira bagaimana ? makasih.

  2. Anastasya_HW says:

    wow menarik untuk dibaca tentang orang utan ini.. sebagai warganegara Indonesia saya merasa miris pada fenomena langkahnya orang utan.. padahal orang utan ini merupakan binatang yang patut kita banggakan.. izin bertanya, untuk action plan yang akan kamu lakukan kira-kira kapan bisa terrealisasikan?

  3. AprilianiTheodora97 says:

    Wow… Aksi konservasi yang menarik untuk dilakukan.. Semoga dapat dilaksanakan agar terutama yg kunjungan edukasi ke sekolah atau ke kampus agar para pelajar juga mengetahui kondisi orang utan yg terancam punah..

  4. agathaivana says:

    wah semoga action plan mu bisa segera terealisasikan yaaa… semoga setelah lulus kuliah kamu bisa mengembangkan ilmu-mu yg km dapat di bangku kuliah agar bisa dipergunakan untuk aksi konservasi orangutan ini.

  5. lidyaseptilia says:

    Wah keren sekali aksi konservasi nya kak, saya setuju juga jika tidak ada kesadaran dr pihak masyarakatnya sendiri semuanya tdk bisa berjalan, good luck dlm menjalankan aksinya!

  6. Vitalis Edi Susilo says:

    sangat bagus, tapi bisa dipertimbangkan lagi sekala dan modalyang dimiliki, mengenai permasalahan siapa yang akan anda gandeng maka sedini mungkin sebaiknya segera mencari dan menjalin relasi yang berhubungan dengan rencana aksimu, pasti bisa terwujut ! semangat

  7. praditacahyaa says:

    Bagaimana cara kamu untuk menarik perhatian oranglain agar mereka tertarik dengan presentasi kamu ?

  8. Devina says:

    WAHH… Aksi konservasimu setelah dibaca sangat menarik… semoga aksi yang kamu ingin lakukan berhasil dan tidak hanya menjadi angan-angan belaka apalagi masyarakat kita sendiri yang kurang peduli,,, kalau bukan kita yang memulai langkah siapa lagii. SEMANGAT DAN LAKUKAN INOVATIF INOFATIF AGAR SI ORANGUTAN TERUS HIDUP DAN LESTARI YA 🙂

  9. Julia Ceacilia says:

    Wah bagus sekali infonya. Oh iya mau tanya, jika PROFAUNA benar2 direalisasikan, kalangan mana sajakah yg bisa bergabung? Terimakasih 🙂

  10. lidya kristanti says:

    Halo Astri! Action plan km dan topik yg km angkat sudah bagus. Sepertinya saya pernah tau salah satu komunitas orang utan, tapi saya lupa namanya hehe. Kapan2 akan saya beritahu scr lgsg kalo sudah ingat. Semangat! Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php