Lucia Astri

Gosong Maluku, Si Mamoa Kerabat Maleo

Posted: September 5th 2016
5

http://www.mongabay.co.id/tag/maleo/

Di salah satu sudut wilayah Indonesia, bertempat di Desa Simau, Kecamatan Galela, Halmahera, terdapat pantai berpasir hitam yang menawarkan pemandangan indah, dan tempat ini berada di Maluku Utara. Ya, obyek wisata di Provinsi Maluku Utara memang sangat beragam mulai dari Wisata Alam, Bahari, Flora, Fauna, serta pantai-pantai yang cukup banyak dengan daya tarik yang berbeda dengan lainnya. Negeri di bagian timur daerah Indonesia ini memang mampu menyuguhi keindahan alam yang tak tertandingi.

Juga yang tak kalah menarik, negeri yang memiliki sejuta pesona untuk dikunjungi ini juga memiliki fauna khas yang begitu unik. Gosong Maluku namanya. Hewan endemik Maluku Utara ini tergolong kelas Aves dan kerap disebut Mamoa.

4

http://www.faunadanflora.com/gosong-maluku-terancam-punah/

Kingdom               : Animalia

Phylum                : Chordata

Class                 : Aves

Ordo                  : Galliformes

Family                : Megapodiidae

Genus                 : Eulipoa

Species               : Eulipoa wallacei

Gosong Maluku yang berukuran kecil dan memiliki panjang sekitar 31 cm ini memiliki nama latin Eulipoa wallacei. Burung ini merupakan satu-satunya spesies dari genus tunggal Eulipoa. Bulunya yang berwarna coklat zaitun, dengan kulit di sekitar muka berwarna merah muda dan bulu sisi bawah berwarna abu-abu biru gelap serta tungging berwarna putih menjadi daya tarik tersendiri bagi mamoa ini. Gosong maluku memiliki iris mata coklat, paruh kuning keabu-abuan, dan tungkai kaki besar & gelap. Selain itu, pada punggung Mamoa ini, terdapat motif berbentuk palang dan penutup sayap yang berwarna merah gelap dengan ujung abu-abu.

Populasi hewan endemik Maluku Utara ini dapat ditemukan di habitatnya, yaitu di hutan perbukitan dan pegunungan. Mamoa menghuni kawasan hutan hujan yang selalu hijau di dataran rendah hingga ketinggian 2000 mdpl. Namun, pada saat musim bertelur Mamoa akan pergi ke pantai berpasir atau semak pesisir untuk bertelur.

1

Gosong Maluku akan menggali sarang dan bertelur pada malam hari. Ia menggali lubang dengan kakinya dan mengubur telurnya dalam pasir. Gosong Maluku mengubur telurnya di pasir agar panas matahari pada siang hari dapat menghangatkan pasir sehingga telur-telur tersebut dapat menetas. Gosong Maluku ini memiliki keunikan tidak mengerami telurnya sendiri.

Lembaga konservasi, The International Union fo Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan status dari Gosong Maluku sebagai burung endemik yang rentan terhadap kepunahan (vulnerable). Saat ini, jumlah Gosong Maluku diperkirakan tinggal 10 ribu ekor dan terus mengalami penurunan jumlah yang drastis. Gosong Maluki ini rentan terhadap kepunahan karena banyaknya kegiatan konsumsi telur burung ini yang banyak disukai masyarakat sekitar karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Namun, pemanenan telur Gosong Maluku yang berlebihan ini tidak disertai dengan upaya pengembangbiakan, sehingga menyebabkan penurunan jumlah populasinya.

Selain itu, adanya predator alami seperti biawak, ular, dan burung pemangsa juga merupakan ancaman bagi koloni telur Gosong Maluku. Pembangunan kawasan pantai, adanya polusi dan sampah, serta ekstraksi pasir menjadi ancaman burung gosong untuk bertelur di luar ancaman deforestasi atau semakin menyempitnya habitat hutan tempat tinggal Mamoa.

Saat ini, di lokasi tertentu, warga sekitar sudah mulai sadar akan ancaman ini sehingga semakin aktif berpatroli di samping kondisi keamanan Maluku yang kurang stabil. Selain itu warga juga mulai membatasi jumlah telur Momoa yang boleh diambil dan di beberapa tempat juga telah dikelola peraturan tradisional untuk pemanenan telur demi kelestarian si kaki besar dari Maluku ini.

3

http://www.mongabay.co.id/tag/maleo/

Referensi:

Subekti, S. 2014. Gosong Maluku Unggas Berkaki Besar. http://www.satuharapan.com/read-detail/read/gosong-maluku-unggas-berkaki-besar. Diakses pada 4 September 2016.

Sigit, R.R. 2015. Burung Gosong, Inilah Kerabat Maleo dari Maluku. http://www.mongabay.co.id/2015/12/13/burung-gosong-inilah-kerabat-maleo-dari-maluku/. Diakses pada 4 September 2016.

Babon, I. 2016. Gosong Maluku, Unggas Kecil Berkaki Besar Kerabat Maleo yang Terancam Punah. http://www.faunadanflora.com/gosong-maluku-terancam-punah/. Diakses pada 4 September 2016.

http://www.iucnredlist.org/search. Diakses pada 4 September 2016.


9 responses to “Gosong Maluku, Si Mamoa Kerabat Maleo”

  1. anitadewi says:

    wahh baru pertama kali liat burung Gosong. namanya lucu yaa. semoga kedepannya burung ini masih ada, supaya anak cucu kita kelak mengenal burung ini juga.

    • luciaastri says:

      Iyaa, semoga semakin banyak juga warga yg sadar akan pentingnya pelestarian burung endemik ini. Terimakasih juga sudah menyempatkan membaca artikel ini 🙂

  2. agustinaapriyantidwilestari says:

    informasi yang sangat menarik sekali,,, saya baru mendengarnya,, membuat saya menjadi lebih tertarik untuk membaca artikel ini.. saya mau bertanya apakah cara penanganan tersebut sudah efektif untuk dilakukan? menurut anda apakah ada cara lain yang dapat dilakukan yang mungkin hasilnya lebih terlihat? (89/100)

    • luciaastri says:

      Terimakasih sudah membaca artikel ini 🙂
      Sebenarnya memang cara penanganannya sampai saat ini belum efektif, karena peraturan yang ada saat ini masih berupa peraturan tradisional saja dan belum ada tindak lanjut dari pelanggaran yang dilakukan. Penting sebenarnya untuk membangun kesadaran warga akan pentingnya mengembangbiakkan burung ini, mengingat warga Maluku juga sering mengkonsumsi telur burung Gosong ini untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, sehingga selain mereka tetap dapat mengkonsumsi telur Mamoa, Gosong Maluku juga tidak terancam keberadaannya.

  3. lidyaseptilia says:

    wah pemilihan topik yang sangat menarik kak, namanya yang unik sehingga mudah untuk dikenal dan dipelajari. sayang sekali ya jumlah Gosong Maluku sudah semakin berkurang semoga para manusia mulai sadar untuk mulai mengurangi kegiatan konsumsi telur burung dan juga berperan aktif dalam kegiatan konservasinya

  4. ngatini19 says:

    Informasi nya sangat menarik, membuka wawasan dan menambah pengetahuan saya mengenai burung endemik yang rentan punah ini, bentuk tubuh dan cara hidup burung ini sekilas mirip dengan burung “gumuk” yang biasa saya lihat di semak-semak pinggir pedesaan dan di sekitar sawah di Pati. Saya penasaran apakah burung ini bisa terbang tinggi di pohon, atau hanya berjalan kaki untuk mencari makan dll??Terimakasih.

  5. Artikel yang menarik sekali. Nama spesies ini juga unik, sayang sekali kalau nantinya punah. Semoga ada cara yang tepat untuk mencegah kepunahan Gosong Maluku ya. Atau mungkin bisa dikembangbiakan oleh manusia dan akhirnya nanti dilepas kembali ke alam (90/100)

  6. Maria Meita Purnasari says:

    Informasi yang sangat unik dan menarik. Pertama kali ini saya mendengar jenis burung unik asal maluku ini. Semoga burung ini tetap lestari (85/100)

  7. Devina says:

    pilihan yang bagus ka buat wawasannya.. semoga semakin banyak yang tahu jenis mamoa ini agar semakin banyak yang ikut memantu konservasi,, yuk kurangi juga konsumsi telur burung .. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php