Mengapa Mie Instan Mungkin Menyakiti Kesehatan Anda

Mengapa Mie Instan Mungkin Menyakiti Kesehatan Anda

Dalam keadaan darurat, mie instan selalu merupakan cara yang baik untuk mendapatkan makanan cepat saji. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa melakukan hal itu mungkin sebenarnya buruk bagi Anda. 
Studi ini “menemukan bahwa terlepas dari faktor-faktor lain, wanita [Korea Selatan] yang makan mie instan setidaknya dua kali seminggu adalah 68 persen lebih mungkin untuk mengalami sindrom metabolik,” sebuah konstelasi kondisi kesehatan yang meliputi tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi . 
Menariknya, efek yang sama tidak terlihat pada pria. Para peneliti mengatakan ini “mungkin karena wanita melaporkan diet mereka lebih akurat atau karena wanita pascamenopause lebih sensitif terhadap efek diet karbohidrat, natrium dan lemak jenuh.” (NYT).
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi natrium yang tinggi dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Pada 2004, Malaysia mengonsumsi 870 juta paket mie instan, tetapi pada 2008 meningkat menjadi lebih dari 1.210 juta paket.

Ini merupakan peningkatan hampir 40 persen selama periode 4 tahun. Mie instan adalah makanan olahan tinggi yang tidak memiliki nilai gizi. Ini adalah makanan sampah.

Setiap porsi mie instan mengandung karbohidrat, natrium, dan bahan tambahan makanan lainnya, tetapi rendah pada unsur-unsur penting seperti serat, vitamin dan mineral.

Di sini kita melihat 10 alasan utama mengapa kita harus menghindari godaan manis ini:
1. Penyerapan Nutrisi: 

 Mie menghambat penyerapan nutrisi untuk anak di bawah 5 tahun.


2. Kanker:  

Bahan dalam mie instan yang disebut “Styrofoam ‘, adalah agen penyebab kanker.


3. Keguguran:

  Wanita yang makan mie instan selama kehamilan menyebabkan keguguran, karena itu mempengaruhi perkembangan janin.


4. Junk Food:  

mie instan diperkaya dengan penuh karbohidrat, tetapi tidak mengandung vitamin, serat dan mineral. Ini menjadikan mi instan dianggap sebagai junk food.


5. Natrium:  

Mie instan adalah kekuatan yang dikemas dengan jumlah natrium yang tinggi. Konsumsi natrium yang berlebihan menyebabkan penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan kerusakan ginjal.


6. MSG: 

 Monosodium Glutamate digunakan untuk meningkatkan rasa mie instan. Orang yang alergi terhadap MSG mengkonsumsinya sebagai bagian dari makanan mereka, kemudian mereka akhirnya menderita sakit kepala, muka memerah, nyeri, sensasi terbakar.


7. Kegemukan:  

Makan Mie adalah penyebab utama obesitas. Mie mengandung lemak dan sodium dalam jumlah besar, yang menyebabkan retensi air dalam tubuh dan pastinya menyebabkan kegemukan, dan obesitas menyebabkan masalah jantung.


8. Pencernaan:  

Mie instan buruk untuk sistem pencernaan. Konsumsi mie instan secara teratur menyebabkan gerakan mangkuk tidak teratur dan kembung.


9. Propylene Glycol:  

Bahan dalam mie instan yang disebut “Propylene Glycol” yang memiliki sifat anti beku. Bahan ini digunakan karena mencegah mie kering dengan mempertahankan kelembaban. Ini melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Mudah diserap oleh tubuh dan menumpuk di ginjal, jantung, dan hati. Ini menyebabkan kelainan dan kerusakan pada area tersebut.


10. Metabolisme:  

Konsumsi mie instan secara rutin mempengaruhi metabolisme tubuh, karena zat kimia seperti zat tambahan, pewarna dan pengawet di dalam mie

beranda

10 Kebiasaan Merusak Otak Yang Harus Anda Ketahui