Masih lapar? Berikut 8 Alasan Anda Masih Lapar – Bahkan Setelah Anda Baru Makan!

Masih lapar? Berikut 8 Alasan Anda Masih Lapar – Bahkan Setelah Anda Baru Makan!

Ilmu tentang mengapa Anda tidak puas.

Apakah Anda kadang-kadang merasa lapar, meskipun Anda baru saja menghabiskan makan siang yang lezat, makan malam lengkap, atau camilan tengah malam? Beberapa bahan makanan bisa menipu tubuh kita untuk tidak mengenali ketika kita kenyang, menyebabkan “rasa lapar yang melambung” yang dapat menambah inci pada lingkar pinggang kita. Tetapi tweak sederhana ini dapat membantu menenangkan keinginan Anda untuk selamanya.

1. Anda Terlalu Banyak Minum Soda

Soda, es teh, dan minuman manis lainnya adalah sumber sirup jagung tinggi fruktosa terbesar kami — yang merupakan sekitar dua pertiga dari asupan tahunan kami.

Penelitian baru dari Universitas Yale menunjukkan bahwa ketika 20 orang dewasa yang sehat menjalani sesi MRI melihat otak mereka sambil minum cairan, minuman fruktosa tinggi mengurangi aliran darah dan aktivitas di daerah otak yang mengatur nafsu makan, dan peringkat kenyang dan kenyang lebih rendah jika dibandingkan dengan minuman. yang baru saja mengandung glukosa.

Dan penelitian sebelumnya dari University of California di San Francisco menunjukkan bahwa fruktosa dapat menipu otak kita untuk menginginkan lebih banyak makanan, bahkan ketika kita kenyang. Ini bekerja dengan menghambat kemampuan tubuh untuk menggunakan leptin, “hormon kenyang” yang memberi tahu kita ketika kita sudah cukup makan, kata para peneliti.

2. Makan Malam Anda Datang Dari Kaleng

Banyak makanan kaleng yang tinggi dalam bisphenol-A kimia, atau BPA, yang dinyatakan oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan adalah bahan kimia “yang menjadi perhatian.” Paparan terhadap BPA dapat menyebabkan lonjakan abnormal pada leptin yang, menurut para peneliti Universitas Harvard, mengarah ke mengidam makanan dan obesitas.

3. Sarapan Anda Tidak Cukup Besar

Setelah mengikuti 6.764 orang sehat selama hampir 4 tahun, para peneliti Universitas Cambridge menemukan bahwa mereka yang makan hanya 300 kalori untuk sarapan bertambah hampir dua kali lipat berat badannya dibandingkan mereka yang makan 500 kalori atau lebih untuk sarapan. Alasannya: Makan sarapan besar membuat kenaikan gula darah dan insulin yang lebih kecil sepanjang hari, yang berarti lebih sedikit mengidam makanan mendadak.

Tip sarapan lainnya — tambahkan protein. Satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa makan sarapan yang memiliki 30-39 gram item protein lebih tinggi seperti sosis dan telur mengurangi rasa lapar sepanjang pagi, dibandingkan dengan sarapan rendah protein yang memiliki item seperti pancake dan sirup. Lihat apakah Anda memulai pagi Anda tepat dengan peringkat kami dari The Best Breakfast Foods.

4. Anda Melewati Salad

Kebanyakan orang Amerika tidak mengonsumsi cukup sayuran hijau, yang kaya akan vitamin B-vitamin esensial dan membantu melindungi dari depresi, kelelahan, dan penambahan berat badan. Dalam sebuah penelitian, pelaku diet dengan kadar folat tertinggi di tubuh mereka kehilangan 8,5 kali lebih banyak dari mereka yang memiliki kadar terendah.

Sayuran hijau juga kaya akan vitamin K, nutrisi lain yang mengatur insulin yang membantu mengurangi rasa lapar. Sumber terbaik: Selada romaine, bayam, sawi, radicchio. butuh lebih banyak bantuan?

5. Anda Jangan Berhenti Saat Minum Teh

Menurut sebuah studi dalam Journal of American College of Nutrition, orang yang minum satu cangkir teh hitam setelah makan makanan tinggi karbohidrat menurunkan kadar gula darah mereka sebesar 10 persen selama 2 setengah jam setelah makan, yang berarti mereka tetap kenyang lebih lama dan sedikit mengidam makanan. Para peneliti memuji senyawa polifenolik dalam teh hitam karena menekan rasa lapar yang meningkat

6. Anda Tidak Tetap Cairan

Dehidrasi sering meniru perasaan lapar. Jika Anda baru saja makan dan masih merasa lapar, minumlah segelas air sebelum makan lebih banyak, dan lihat apakah keinginan Anda tidak berkurang.

Anda bahkan dapat menurunkan berat badan jika memastikan bahwa Anda memiliki segelas air yang berguna selama setiap makan sambil berdiet. Satu studi Virginia Tech menemukan bahwa orang tua yang memiliki dua cangkir air sebelum makan makan antara 75 dan 90 kalori lebih sedikit. Dan selama 12 minggu, para pelaku diet yang minum air sebelum makan kehilangan sekitar 5 pound lebih banyak daripada pelaku diet yang tidak menambah asupan air mereka.

7. Kamu Bosan

Para peneliti di Australia menemukan bahwa gangguan visual dapat membantu mengekang hasrat. Untuk menguji diri Anda, bayangkan steak yang besar dan mendesis. Jika Anda benar-benar lapar, steak akan terlihat menarik. Tetapi jika itu tampaknya tidak menggoda, kemungkinan Anda membutuhkan pengalih perhatian, bukan makanan lain. Atau gangguan lain yang berguna saat perut Anda keroncongan.

8. Sereal Anda Meninggalkan Anda Dingin

Jika Anda sering merasakan rasa lapar segera setelah semangkuk sereal untuk sarapan — atau sebagai camilan larut malam — maka lakukan pertukaran dengan oatmeal.

Sebuah studi baru-baru ini dari Louisiana State University menemukan bahwa ketika 46 orang dewasa memiliki semangkuk sereal Honey Nut Cheerios 363 kalori atau oatmeal, perasaan kenyang dan lapar lebih rendah ketika partisipan makan oatmeal dibandingkan dengan sereal yang siap makan. Peningkatan rasa kenyang dapat dikaitkan dengan viskositas oatmeal, tulis para peneliti, dan juga fakta bahwa ia memiliki serat oat yang lebih larut daripada kebanyakan sereal.

beranda

Air Kelapa dan Manfaatnya yang Tak Terbantahkan