the blogs sitohang

Lokal vs Import

Posted: May 8th 2016

Jaman waktu kita kecil dulu ya sekitar 10-15 tahun lalu jika kita ingin mencari buah kita tinggal pergi ke pasar dan membeli buah-buah. Terlebih lagi dulu buah lokal masih menjadi incaran banyak masyarakat Indonesia dari segala lapisan, buah lokal tersebut contohnya seperti papaya, jeruk, salak, pisang dan sebagainya. Buah-buah import memang waktu itu sudah ada namun belum terlalu terkenal dan semenarik waktu sekarang. Namun jika di lihat waktu sekarang tidak perlu lagi bangun pagi untuk membeli buah ke pasar.

Saat ini Warung buah sudah mulai marak dimana-mana, khususnya di Yogyakarta. Contohnya saja di sepanjang jalan UNY terdapat 3 warung buah yang saling berdekatan. Maraknya warung buah di Yogyakarta tidak lain disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen yang ada. Di warung buah ini tidak hanya buah local yang dijual, namun sekarang buah-buah import pun banyak di jual dan banyak konsumen yang mulai tertarik membeli dan mengkonsumsi buah import.

Oleh karena itu kelompok kami pun ingin mencari tahu secara langsung bagaimana perbandingan dan kondisi buah lokal dan import di dua tempat yaitu di pasar Nologaten dan warung buah UNY. Kelompok kami mengambil 2 tempat alasannya adalah agar kami mengetahui apakah ada perbedaan jumlah buah import dan buah lokal yang ada di antara pasar tradisional dan warung buah di pinggir jalan.

Berdasarkan Hasil Analisis Perdagangan Buah Di Pasar Nologaten dan warung Buah (UNY), yaitu :

1. Pasar Nologaten

Pasar ini banyak menyediakan buah, mulai dari buah lokal yang beraneka macam jenisnya dan beberapa buah import. Buah lokal yang telah ditemukan dari hasil survey, yaitu nanas, bengkuang, sirsak, belimbing, apple malang, jeruk, duku, dan buah naga. Buah import yang dijual di pasar ini, yaitu jenis buah apple Red Delicious yang berasal dari New Zealand, dan USA.

13199341_1319314234752385_694674049_o

2. Warung buah UNY

Jenis buah lokal yang ada di kios ini, yaitu pepaya, salak pondoh, pisang lemak manis, semangka, duku, apple malang, belimbing, jeruk, dan sirsak. Sedangkan buah import yang di jual di kios ini yaitu, kiwi (italia), Apple merah/Red Delicious (USA), apple Royal Gala (Dongyin : China), apple hijau/Granny Smith (USA), lemon (Australia).

13148424_1319314084752400_12948685_o

Kondisi buah lokal yang di dapat dari kedua tempat dapat dilihat bahwa buah lokal tetap memiliki jumlah yang lebih banyak jika dibandingkan denganbuah import. Buah import yang ditemukan di pasar maupun warung buah hanya ada 3 jenis yaitu apel, lemon, dan kiwi, namun jenis yang jumlahnya lebih banyak adalah pada jenis apel. Apel import bermacam-macam sumbernya yaitu USA, Cina, dan New Zealand. Sedangkan untuk buah lokal sangat banyak macamnya yang dijual. Jumlahnya pun lebih banyak dibandingkan buah import. Hal ini menunjukkan bahwa buah lokal Indonesia pun tak kalah bersaing dengan buah import, Cuma sekarang bagaimana kita sebagai konsumen untuk lebih bijak lagi dalam mengkonsumsi buah. Pilihlah buah lokal yang ada dijual disekitar kita. Khususnya apel yang dari kedua tempat yang kami datangin merupakan jenis buah import dengan jenis terbanyak dan berasal dari 3 tempat. Padahal di Indonesia juga terdapat apel lokal dari malang yang tak kalah saing jika dibanding dengan apel import. Kita harusnya tahu bahwa buah lokal Indonesia tidak kalah dalam hal rasa, gizi, bahkan harganya pun bisa dikatakan terjangkau. Oleh karena itu, kelompok kami sangat menyarankan untuk selalu mengkonsumsi buah lokal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php