the blogs sitohang

MANTAP dan MENJEPIT

Posted: April 2nd 2016

Siapa yang tidak kenal dengan kepiting? 😀

Hewan yang memiliki kulit keras ini menjadi salah satu menu favorit penggemar seafood.Scylla serrata,

Ekosistem mangrove sebagai sumberdaya wilayah pesisir merupakan perpaduan antara aspek fisik dan aspek biologi yang dikenal sebagai fungsi ekologis. Fungsi ekologis ekosistem mangrove antara lain sebagai habitat (tempat tinggal), tempat mencari makanan (feedingground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), dan tempat pemijahan (spawning ground) bagi biotic.

Kepiting (Scylla serrata) adalah hewan yang mempunyai abdomen yang kecil dan terlipat di bawah tubuhnya. Mereka mempunyai lima pasang kaki. Sepasang kaki yang pertama berujung capit dan lebih besar dari pada kaki yang lainnya. Jenis kepiting bakau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi Scylla serrata, jenis ini mempunyai ciri warna keabu-abuan sampai hijau kemerah-merahan.

Habitat jenis kepiting ini hidup di hutan bakau,  termasuk jenis demersal dan melakukan proses ganti kulit setiap 15 hari sekali (proses pertumbuhan). Jenis makanannya adalah detritus (partikel organik hasil dari proses penguraian sampah organik baik yang berasal dari tumbuhan maupun hewan seperti daun yang gugur).

Kepiting memiliki nilai ekologis, yaitu kepiting diusulkan sebagai keystone species di kawasan pesisir karena setiap aktivitasnya mempunyai pengaruh utama pada berbagai proses paras ekosistem. Peran kepiting di dalam ekosistem diantaranya mengkonversi nutrien dan mempertinggi mineralisasi, meningkatkan distribusi oksigen di dalam tanah, membantu daur hidup karbon, serta tempat penyedia makanan alami bagi berbagai jenis biota perairan.

Mud crabs (Scylla serrata) in the water by the mangrove roots - split level image.


Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan. Kepiting bakau adalah salah satu jenis kepiting yang bernilai ekonomis tinggi, karena selain ketersediaan di alam cukup banyak juga karena  jenis kepiting ini telah dikenal baik dipasaran dalam negeri maupun luar negeri karena rasa dagingnya yang lezat dan bernilai gizi yang tinggi yakni mengandung berbagai nutrien penting sehingga sangat digemari.

Scylla serrata (Kepiting bakau)

Diperkirakan perkembangan usaha perdagangan kepiting bakau dimasa mendatang akan terus meningkat antara lain dengan adanya indikasi: (1) peluang pasar ekspor terbuka luas dengan sedikitnya ada 11 negara konsumen, (2) potensi lahan bakau yang merupakan habitat hidupnya cukup besar dan belum digali secara optimal, (3) pengetahuan budidaya yang semakin meningkat baik budidaya pembenihan maupun pembesaran.


DHASATNYA KHASIAT MAKAN KEPITING

Di balik cangkangnya yang keras, kepiting ternyata memiliki daging yang lembut seperti daging ikan. Tidak hanya itu, seafood ‘mahal’ ini sangat diminati banyak orang karena rasanya yang sangat lezat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap kepiting dengan berat 100 gram, diketahui bahwa bagian tubuh yang bisa dikonsumsi hanya sekitar 45%. Harga satu porsi masakan kepiting jantan Rp 190 ribu dan untuk masakan kepiting telur atau betina Rp 230 rb. Meski cukup sedikit yang bisa dikonsumsi, namun kandungan gizinya sangat besar. Kandungan gizi yang terdapat pada kepiting tersebut diantaranya adalah:

Energy (151 kkal), Protein (13,8 gr), Lemak (3,8 gr), Karbohidrat (14,1 gr), Kalsium (210 gr), Fosfor (250 gr), Zat Besi ( 1 mg), Vitamin A (200 IU), Vitamin B1 (0,05 mg), Vitamin C (0 mg).

Resep-Membuat-Kepiting-Saus-Tiram-Pedas-Gurih

Selain itu, dalam jumlah kecil kepiting juga mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti Vitamin B12, Asam Lemak Omega 3, Mineral Selenium, Mineral Copper, Mineral Zinc, serta Lemak Jenuh. Dengan kandungan gizi dan zat-zat yang bermanfaat tersebut, manfaat kepiting memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan tubuh, diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan energi dan stamina : Kandungan Vitamin B12 yang dapat memacu peningkatan metabolisme asam lemak dan asam amino. Ditambah kandungan proteinnya yang tinggi dan bermanfaat untuk mengatur metabolisme, membuat kepiting bermanfaat untuk meningkatkan stamina yang loyo.
  2. Mencerdaskan otak : Sebagaimana diketahui Asam Lemak Omega 3 yang banyak terkandung pada susu juga terdapat pada kepiting dalam jumlah yang besar. Zat yang satu ini dikenal memiliki fungsi utama untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencerdaskan otak.
  3. Membantu perkembangan janin dan bayi : Bagi ibu hamil dan menyusui sangat disarankan untuk mengkonsumsi manfaat kepiting ini 1 sampai 2 kali dalam seminggu. Kadar proteinnya yang tinggi serta komponen asam lemak Omega-3nya yang membantu pembentukan membran sel pada otak janin dan bayi.
  4. Membantu program diet (HAHAHA) : Bagi yang melakukan diet sangat baik mengkonsumsi kepiting, karena kandungan lemak jenuhnya. Hewan laut ini memiliki lemak yang sangat rendah yakni 0,2 gram/100 gram.

Ekosistem mangrove di Teluk Bintan seluas ±1.354,21 hektar dan oleh masyarakat lokal secara langsung dijadikan sebagai sumber mata pencaharian, yaitu dengan memanfaatkan hasil perikanan yang salah satunya kepiting bakau (Scylla serrata), hasil hutan non kayu dan sebagian kecil mengambil hasil kayu. Kegiatan ini sedikit banyaknya dapat memberikan dampak terhadap degradasi lingkungan. Rusak dan hilangnya habitat dasar serta fungsi utama ekosistem mangrove akan menghilangkan habitat alami dari kepiting bakau yang pada akhirnya menurunkan jumlah populasi dari salah satu jenis crustacea yang bernilai ekonomi tinggi, karena populasi kepiting bakau secara khas berasosiasi dengan hutan mangrove yang masih baik. Kepiting bakau merupakan salah satu produk akhir dari jasa ekosistem mangrove yang memiliki potensi sebagai penyangga kehidupan masyarakat terutama bagi nelayan sekala kecil (small scale fisheries).

Menurut nelayan setempat dalam 10 tahun terakhir hasil tangkapannya menurun dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti apakah dipengaruhi oleh over fishing atau akibat kerusakan habitat. Penurunan populasi Scylla serrata selain disebabkan hilangnya habitat alami (kerusakan ekosistem mangrove) juga disebabkan penangkapan (eksploitasi) secara berlebihan oleh nelayan sehingga menghilangkan kesempatan bagi kepiting bakau untuk berkembang dan tumbuh dengan baik. Penyelesaian permasalahan dapat dilakukan dengan penanaman kembali mangrove (reboisasi), Pemerintah Kepulauan Riau harus tegas membatasi jumlah penangkapan, melakukan pendekatan dengan masyarakat dengan tujuan memberikan penjelasan dan masukan kepada masyarakat luas tentang potensi ekonomi dari hutan mangrove dan dampak kerusakannya. Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui diskusi-diskusi, seminar, lokakarya maupun penyuluhan. Melalui penjelasan-penjelasan tersebut diharapkan meningkatnya pemahaman masyarakat yang diekspresikan dalam bentuk kesadaran dalam melindungi lingkungannya dan terutama kawasan hutan mangrove.

Adanya peraturan baru, kepiting telur dilarang untuk dipejual belikan. Hal ini dilakukan untuk melestarikan populasi kepiting. Setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No 1/2015. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti telah membuat larangan penangkapan serta penjualan lobster, kepiting dan rajungan dalam keadaan bertelur. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepunahan populasi kepiting, lobster dan rajungan. “Karena satu ekor kepiting bertelur jika dibiarkan hidup di alam dapat menghasilkan sekitar 5.000 kali atau setara dengan 5 ton kepiting”.

Sudahkan anda makan kepiting hari ini ? 


13 responses to “MANTAP dan MENJEPIT”

  1. lois pangestu says:

    ini menarik. Menambah pengetahuan dan penyuka kepiting pasti akan suka membacanya. Teruskan tulis hal” menarik seperti ini ya mbak.

  2. Gusti Ayu Putri Amelia says:

    Tulisanmu menarik dan menambah pengetuan. Jadi gak cuma pandai dlm memakannya tp tau kandungan gizi yg ada pada kepiting 😀
    Skormu 82 ya

  3. Aku mau tanya sedikit aja. Kenapa nggak ada budidaya kepiting ya disana? Kalo memang ekosistem di sana sudah rusak apa tidak sebaiknya ada budidaya kepiting?

    • linceriasitohang says:

      Ada septi, Budidaya kepiting bakau telah dilakukan agar dapat membuka paradigma masyarakat untuk beralih dari kegiatan penangkapan kepiting bakau menjadi kegiatan budidaya. Trimakasih septi 🙂

  4. Oh iya nilainya 80 yah

  5. Vivi Indriasti Freshily says:

    informasi yang sangat menarik lince,, kepiting memang menjadi salah satu makanan yang sangat digemari dan bernilai ekonomis tinggi, mungkin bisa sedikit ditambahkan tentang teknik budidaya yang telah dilakukan, sehingga kita bisa saling belajar dan berbagi ilmu
    Nilainya (80)

  6. monicadewi says:

    Sangat menambah wawasan sekali, gizi yang ada didalam kepiting ini sangat berguna sekali bagi kesehatan tubuh.
    Skornya 83 ya

  7. johan1415 says:

    tulisan yan sangat lengkap, ternyata kepiting memiliki manfaat yang sangat besar bagi lingkungan dan sebagai sumber pangan, aku kasih kamu nilai 85 terima

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php