Limia Kristiani

Observasi ke Polo Indonesia.

Posted: May 21st 2018

Pada kali ini, kuliahnya beda dari sebelum-sebelumnya nih. Kenapa? Karena kami terjun ke lapangan langsung untuk melakukan observasi ke gerai-gerai di Ambarukmo Plaza.

 

Apa saja yang perlu di observasi? Kami ditugaskan untuk melakukan observasi budaya suatu organisasi atau perusahaan meliputi sejarah, pegawainya, dan lain sebagainya dan kemudian untuk dipresentasikan di kelas. Kelompok saya terdiri dari Brigita dan Vincent.

Kami pun tertarik pada salah satu gerai fashion yang sudah terkenal di kalangan anak muda hingga di kalangan dewasa, yaitu Polo Indonesia. Siapa yang tidak mengenal gerai fashion trendy satu ini? Akhirnya kami memutuskan untuk mengobservasi Polo Indonesia dengan menggunakan metode interview. Kami pun langsung menuju ke narasumber yang dimaksud. Namun dalam melakukan observasi, kami  tidak bisa langsung mendapatkan informasi dan ada prosedur tertentu yang harus dipenuhi untuk melakukan interview, yaitu berupa surat perizinan dan rekomendasi yang diberikan oleh pihak management Ambarrukmo Plaza yang dimana sebuah pengetahuan baru bagi kami tentunya untuk melakukan observasi lagi ke depannya. Kantor management Ambarrukmo Plaza sendiri berpusat di lantai paling atas. Kami pun bergegas ke sana dan menyampaikan maksud kami yang dimana ingin mengetahui bagaimana kebudayaan yang diterapkan dan bagaimana sistem Polo Indonesia dalam membangun suasana yang kondusif dan nyaman bagi para pelanggan. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami mendapatkan surat rekomendasi dari pihak management dan bergegas kembali ke gerai Polo Indonesia. Setelah meminta izin kedua kalinya dengan melampirkan surat rekomendasi serta surat izin yang kami bawakan, akhirnya kami diperkenankan untuk melakukan wawancara.

 

Berdasarkan hasil wawancara kami dengan penanggung jawab Polo Indonesia, logo dari Polo Indonesia sendiri tidak memiliki makna tersendiri yang menggambarkan Polo Indonesia sendiri dan kami pun menjadi tahu bahwa Polo Indonesia mempunyai perbedaan dalam hal kepemilikan dengan Ralph Lauren. Selanjutnya, dari segi display gerai Polo Indonesia sendiri tidak memiliki sesuatu yang khusus dikarenakan mereka sendiri mengikuti instruksi dari displayer pusat yang memiliki tugas untuk mengatur design display pada tiap cabang gerainya yang dimana juga menyesuaikan dengan suasana yang ada seperti menggunakan tema musim yang ada layaknya summer, natal, ramadhan, dan lain sebagainya. Selain dari segi display pakaiannya, Polo Indonesia juga meletakkan beberapa lukisan untuk menambah kesan klasik dan elegan pada gerainya. Polo Indonesia sendiri memiliki budaya atau kebiasaan yang dilakukan ketika gerai akan dibuka seperti melakukan briefing ringan yang dimana membahas mengenai display pakaiannya sudah sesuai instruksi dari pusat atau belum dan lain sebagainya guna memaksimalkan gerainya sebelum dibuka. Selain itu, pekerja gerai Polo Indonesia sendiri sudah sangat paham mengenai  mekanisme dan prosedur dari Polo Indonesia sendiri sehingga menurut penanggung jawabnya sudah sangat bagus dan aman.

 

Selain melakukan wawancara, kami pun melakukan observasi langsung dengan melihat bagaimana Polo Indonesia dalam melayani pelanggan penampilan dari karyawannya. Menurut kami, pelayanan yang diberikan oleh Polo Indonesia dari segi keramahan ataupun dari sharing informasi masih belum dapat dikatakan baik dikarenakan karyawannya kurang dalam menarik perhatian pelanggan yang lewat gerainya untuk singgah melihat-lihat. seharusnya mereka mampu memberikan kehangatan dan juga menjadi magnet bagi pelanggan agar tertarik terhadap produk yang ditawarkan. Selain dari pelayanannya, segi tampilan gerainya sendiri dapat dikatakan sangat baik, rapi, dan terkesan elengan serta elite. Penilaian pribadi kami terhadap display yang disajikan Polo Indonesia, sudah sangat menarik dan rapi, ditambah dengan adanya lukisan-lukisan yang dipajang di beberapa sisi guna menambah kesan elegan pada gerai Polo Indonesia.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php