Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) adalah spesies baru dari keluarga kera yang diumumkan tahun 2017, meskipun diamati pertama kali pada tahun 1939 dan diamati lagi tahun 1997. Awalnya Orangutan Tapanuli dimasukkan sebagai subspecies dari Orangutan Sumatera namun setelah dipelajari genetika, morfologi, dan perilaku oleh tim internasional disimpulkan mirip dengan Orangutan Kalimantan. Oleh karena itu Orangutan Tapanuli mendapat klasifikasinya sendiri. Populasi Orangutan Tapanuli yang diketahui hanya ada di hutan Tapanuli yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Persebarannya ada di blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur lalu ditemukan juga di Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali.

Tempat persebaran Orangutan Tapanuli (sumber: Mongabay.co.id)
Tempat persebaran Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) (Sumber: Mongabay.co.id)

Orangutan Tapanuli memiliki tubuh yang kurus dengan tungkai panjang dan jantan lebih besar dari betina. Orangutan Tapanuli jantan tingginya 52 inci (137 cm) dan berat 155-200 pon (70-90 kg), sedangkan betina memiliki tinggi 43 inci (110 cm) dan berat 90-110 pon (40-50 kg). Umur Orangutan Tapanuli bisa mencapai sekitar 40 tahun di alam liar dan 50 tahun di penangkaran. Orangutan Tapanuli sekilas tampak serupa dengan spesies orangutan lainnya namun ada perbedaan morfologi tengkorak dan gigi yang signifikan yaitu kepalanya lebih kecil, rongga mata dan mulut lebih sempit. Warna bulu kayu manis dan lebih tebal serta usut jika dibandingkan spesies lainnya.

Perbedaan Orangutan jantan yang ada di Indonesia dari sebelah kiri Bornean, Sumtran dan Tapanuli (Sumber: neprimateconservancy.org)

Wajah orangutan tapanuli betina agak memanjang dengan dahi bulat dan memiliki jenggot sedangkan laki-laki tidak berpipi, memiliki kumis besar dan janggut panjang,  wajah berbentuk panci dengan kantung pipi datar pipih. Orangutan memiliki tungkai yang panjang dan kuat sehingga bisa bergerak dengan mudah di pepohonan tapi gerekan mereka di tanah agak terhalang. Mereka dalam perhitungannya sangat tepat ketika mendorong tubuh melalui cabang dan bergerak ke arah yang mereka pilih dengan kedua kaki dan tangan kemudian metode tersebut disebut memanjat kuadruman.

Orangutan Tapanuli termasuk satwa liar dilindungi sesuai Peraturan Pemerintahan No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Pemerintah Indonesia juga menerbitkan rencana aksi pelestarian orangutan tapanuli sebagai target prioritas nasional melalui SK No. 308/MENLHK/SKSDAE/KSA.2/4/2019 Tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia Tahun 2019-2029 yang diluncurkan 12 Agustus 2019. Angka populasi orangutan tapanuli diduga sekitar kurang dari 800 spesies dan menjadi jumlah paling sedikit jika dibandingkan semua spesies orangutan yang ada sehingga berdasarkan klasifikasi IUCN, Orangutan Tapanuli termasuk satwa terancam punah atau critically endangered (CR).

Status IUCN Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) (Sumber: iucnredlist.org)

Penyebab penurunan populasi yang menjadi faktor ancaman orangutan tapanuli berdasarkan IUCN yaitu pembangunan perumahan dan komersial, pertanian dan perikanan, transportasi, penggunaan sumberdaya hayati, modifikasi sistem alami, dan perubahan iklim dan iklim yang merusak. Tetapi yang menjadi penyebab terbesar yaitu habitat yang mulai berkurang dan mulai berada di bawah tekanan dari proyek-proyek raksasa, deforestasi, pembangunan jalan, dan perburuan. Salah satunya adalah rencana proyek mega-dam Batang Toru senilai 1,6 triliun dollar AS yang dibangun oleh perusahaan Cina Sinohydro dan didanai Bank of China. Faktor lain yaitu akibat wilayah yang berdekatan dengan pemukiman warga membuat orangutan tapanuli sering muncul dan mengambil hasil pertanian terutama ketika musim buah dan penjualan illegal bayi orangutan tapanuli. Beberapa penanganan yang telah dilakukan untuk mencegah punahnya populasi orangutan tapanuli yaitu Perusahaan yang memang melakukan proyek akan memastikan adanya mitigasi selama proyek berlangung dan warga sekitar Batang Toru sudah sepakat akan berusaha melindungi habitat dan populasi orangutan tapanuli.  

Actionplan atau rencana yang ingin saya lakukan yaitu lebih mengenal tentang spesies Orangutan Tapanuli lebih baik lagi dan mengenalkan spesies ini kepada semua masyarakat dalam bentuk tulisan, video singkat untuk pengenalan, infografis atau poster. Setelah memberi pengenalan tentang Orangutan Tapanuli, saya berharap masyarakat terutama masyarakat di daerah sekitar Tapanuli untuk tetap mengkawal dan mengawasi konservasi maupun proyek yang sedang atau akan dilakukan dekat habitat asli Orangutan Tapanuli agar tidak ada efek yang lebih buruk lagi. Saya juga ingin ketika sudah lulus dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan mendapat gelar S.Si bisa melibatkan diri dalam konservasi Orangutan Tapanuli dari segi keuangan sebagai donatur maupun menjadi relawan.

Sumber referensi:

https://www.neprimateconservancy.org/tapanuli-orangutan.html
https://www.voaindonesia.com/a/lagi-orangutan-tapanuli-dilepasliarkan-ke-habitatnya/5674623.html
https://www.voaindonesia.com/a/lagi-orangutan-tapanuli-dilepasliarkan-ke-habitatnya/5674623.html
http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/home/index.php?page=detail_news&newsid=415
https://www.iucnredlist.org/species/120588639/120588662

Hello world

Hi everyone, I’m newbie blogger. This is my first blog and the content will be in Indonesian or English. I hope you can enjoy the contents of this blog. Thank you and XOXO
.
.
.
Hai semuanya, aku adalah blogger pemula. Ini adalah blog pertamaku dan isi dari blog akan menggunakan bahasa indonesia atau bahasa inggris. Saya berharap kalian bisa menikmati isi blog ini. Terima kasih dan XOXO