Lidya Septilia's Blog

Punahnya The Java Warty Pig , Hewan Endemik Pulau Jawa yang Bersuara Melengking dan Berkutil

Posted: September 2nd 2016

The Java  Warty Pig atau Javan Pig, atau di Indonesia lebih akrab dikenal dengan sebutan babi kutil dan babi jawa. Sedangkan dalam bahasa latin biasa disebut sebagai Sus verrucosus.

Adanya beberapa ciri khas yang membuat jenis babi ini mudah untuk kita kenali lho, dari sebutan nama  spesies ini kita pasti sudah dapat menebak bahwa jenis babi ini memiliki kutil (benjolan daging yang mengeras), ya benar sekali! Sus verrucosus memiliki tiga pasang kutil di wajahnya. Bagi kalian yang penasaran dengan kutil-kutil Sus verrucosus bisa dilihat digambar bawah ini ya guys.

Ciri khas babi kutil

http://www.ultimateungulate.com/Artiodactyla/Sus_verrucosus.html

sus dr belakang

http://www.ultimateungulate.com/Artiodactyla/Sus_verrucosus.html

Ciri khas babi kutil Sus verrucosus yang lain yaitu adanya surai atau bulu panjang yang mulai dari leher, surai tersebut akan berdiri saat mereka dalam keadaan terancam. Selain itu ada hal yang lebih menarik lainnya yaitu saat berkomunikasi dengan sesama mereka, terutama saat memperingatkan bahaya, babi kutil mengeluarkan suara melengking.

Sus verrucosus merupakan omnivora meskipun lebih sering memakan tumbuhan seperti daun, akar dan umbi-umbian, kulit kayu, atau batang, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Panjang tubuh 90-190 cm dan dengan berat bervariasi antara 44-108 kg.  Dalam satu masa kehamilan Sus verrucosus dapat melahirkan antara 3-9 anak.

Klasifikasi ilmiah dari Babi kutil itu sendiri yaitu :

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Artiodactyla

Famili: Suidae

Genus: Sus

Spesies; Sus verrucosus

http://www.ultimateungulate.com/Artiodactyla/Sus_verrucosus.html

http://www.ultimateungulate.com/Artiodactyla/Sus_verrucosus.html

Sus verrucosus merupakan jenis babi liar endemik pulau Jawa, Bawean, dan Madura.

Status konservasi:

  1. IUCN Red List: Endangered (2008).
  2. CITES Listing: Not listed (2011).

Terancam Punah :

  1. 50% perburuan bebas
  2. kerusakan hutan (hilang nya habitat)
  3. Persaingan makanan dengan babi liar jenis lain

Beberapa upaya yang dilakukan dalam penyelamatan dan melestarikannya yaitu

  1. Merehabilitasi kembali tempat tinggal alami Sus verrucosus ( Konservasi in-situ)
  2. Penangkaran (Konservasi ex-situ)
  3. Mengetahui status kesehatan babi, biasanya babi kutil membawa endoparasit di dalam fesesnya yang dapat membahayakan jika terjadi penyebaran penyakit tersebut

Beberapa peraturan tentang perlindungan satwa Indonesia dan hanya menemukan nama babi kutil dalam lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Dan Perkebunan Nomor : 461/Kpts-Ii/1999 yang mengatur tentang Penetapan Musim Berburu Jenis-Jenis Satwa Buru Di Taman Buru Dan Areal Buru. Dalam Keputusan Menteri tersebut musim berburu babi kutil diperbolehkan pada bulan Februari hingga Oktober.

Tetapi perlu kalian tahu bahwa sampai saat ini indonesia belum memasukkan Sus verrucosus dalam spesies yang harus dilindungi, sangat menyedihkan sekali bukan 🙁 padahal kita mengetahui bahwa  Sus verrucosus merupakan hewan langka di Indonesia, bahkan juga termasuk hewan endemik, yang oleh dunia luar dianggap sebagai spesies terancam punah.

Refrensi

Dewi K, Nugraha RTP. 2007. Endoparasit pada feses babi kutil (Sus verrucosus) dan prevalensinya yang berada di kebun binatang Surabaya. Zoo Indonesia 16:13-19.

Semiadi, G & E Meijaard. 2003. Survai keberadaan babi kutil (Sus verrucosus) di Pulau Jawa dan sekitarnya. Laporan Akhir Puslit Biologi LIPI & IUCN. 123 pp.

Semiadi, G., Meijaard, E. and Oliver, W. (2008). Sus verrucosus. In: IUCN 2011. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2011.1. Accessed 28 august 2016.

Semiadi, G., Rademaker, M. & Meijaard, E. 2016. Sus verrucosus. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T21174A44139369. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-1.RLTS.T21174A44139369.en . Accessed 28 august 2016.

 

 

 

 

 

 


17 responses to “Punahnya The Java Warty Pig , Hewan Endemik Pulau Jawa yang Bersuara Melengking dan Berkutil”

  1. primaningrum says:

    wahh… info yang sangat menarik dan jarang diketahui… sangat bagus uuntuk menambah ilmu pengetahuan 90/100

  2. stefaniebella says:

    artikel yang menarik dan menambah wawasan #SAVE THE PIG 🙂

  3. mariadyahayu says:

    Informasinya menarik dan menambah wawasan. Semoga kita makin sadar untuk menjaga kelestariannya (90/100)

  4. vaniajoscelin says:

    Wah seharusnya perburuan tidak boleh dilakukan ya, kita hendaknya menjaga semua spesies yang ada dimuka bumi ini dan juga info yang kamu berikan sudah sangat menarik, aku kasih nilai 90/100.

    • lidyaseptilia says:

      iya benar sekali kak apalagi perburuan secara besar-besaran tanpa melihat bahwa itu mengancam jumlah spesies endemik indonesia sendiri 🙁

  5. titogazza says:

    Wah baru tahu saya ada babi kutil ini, jadi pengen denger suaranya yang melengking, semoga upaya konservasinya berjalan lancar ya. Blognya sudah bagus tapi infonya masih kurang, (88/100)

    • lidyaseptilia says:

      amin kak, supaya bisa diselamatkan sisa jumlah populasi yang ada. terima kasih atas masukkannya kak, saya akan berusaha memberi informasi dengan lengkap dan tentu saja disajikan secara padat dan berisi spy pembaca dapat menikmati informasi yang ada.
      salam konservasi 🙂

  6. yunishafebriani says:

    Tulisan yang bagus, karena sudah memberi informasi bagi para pembaca khususnya yang berasal dari Pulau Jawa untuk lebih mengenal lagi species-species endemik yang sudah mulai langka ini. Saya ingin bertanya, apakah ada alasan khusus mengapa Sus verrucosus belum didaftarkan sebagai spesies yang harus dilindungi di Indonesia, mengingat jumlahnya yang semakin berkurang? Apakah hal tersebut terjadi karena kelalaian pemerintah dalam upaya melestarikan hewan endemik? Terimakasih. Saya beri nilai 90/100.

    • lidyaseptilia says:

      terima kasih kak!
      untuk alasan mengenai belum didaftarkannya spesies ini untuk dilindungi dari beberapa refrensi yang saya baca tidak mennyertai alasan yang jelas kak ,
      tetapi secara tersirat hanya disampaikan bahwa populasi babi hutan tidak terancam, bahkan berlimpah (melihat banyaknya jenis babi yang ada diindoneisa), bahkan di berbagai tempat. Menyedihkannya di Indonesia hewan ini dianggap sebagai hama perkebunan dan pertanian, padahal oleh IUCN Redlist dimasukkan dalam status Least Concern dan di Indonesia tidak termasuk hewan yang dilindungi.

  7. AprilianiTheodora97 says:

    Wah baru tahu ternyata ada babi berkutil.. Sayang sekali apabila hewan ini tidak dilindungi karena kurangnya informasi dan perlindungan dari Indonesia sendiri.. Terima kasih untuk informasi yang disajikan secara menarik dan semoga melalui informasi ini dapat menjadi perhatian untuk mencegah hewan ini dari kepunahan terutama dari Indonesia sendiri.. (90/100)

  8. luciaastri says:

    Wah saya baru tau kalo ada babi jenis ini di pulau jawa, dan sangat menyedihkan, sekalinya tau informasi tentang hewan ini ternyata babi ini sudah dinyatakan endangered. Tapi yang lebih menyedihkan lagi, sudah diketahui endangered tapi hewan ini belum menjadi hewan yang dilindungi oleh negara kita sendiri. Sepertinya konservasi harus lebih digalakkan lagi sebelum negara kita Indonesia banyak kehilangan faunanya yang beragam. Terimakasih atas postingan artikel ini, isinya sangat bermanfaat 🙂

  9. Marvin Adi says:

    Informasi yang menarik. Semoga konservasi berupa penangkaran babi berkutil ini segera dilakukan untuk meningkatkan jumlahnya. 90/100

  10. Devina says:

    wah wah wah informasi yang menarik sekali, saya baru tahu ada hewan yang sebegitu uniknya seperti ini,, semoga hewan ini tetep terjaga biar semakin terkenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php