Lidya Kristanti W

Hewan Berdarah Panas Ini Butuh Pertolonganmu :(

Posted: December 6th 2016

Haloooo!! Masih ingat dengan hewan berdarah panas yang pernah kita bahas? Yap, si Katak Berdarah, Leptophryine cruentata.. Hmm.. Kalian masih ingat kan statusnya dalam IUCN Redlist? Critically endangered loh.. Oke, kita bahas kembali nih mengenai spesies ini dan kira-kira action plan apa sih yang dapat dilakukan? Hmm..

perangko

Okeeee, pertama kita ulas lagi dulu nih tentang keberadaan si Katak Berdarah ini. Jadi, pada tahun 1976, populasi katak ini diperkirakan masih sangat melimpah. Pada tahun 1987 dan paska meletusnya gunung Galunggung populasinya mulai jarang ditemui. Saking langkanya pada periode 90-an hingga 2003 hanya dapat ditemukan satu ekor katak berdarah di sekitar air terjun Cibeureum. Penurunan populasi kodok merah diakibatkan karena banyak kodok yang mati saat Gunung Galunggung meletus dan faktor habitat akibat letusan gunung yang sudah tidak mendukung kehidupan kodok darah, serta statusnya di Indonesia yang belum termasuk dilindungi meskipun termasuk hewan langka.

Kasian juga ya katak ini, karena habitatnya yang pernah rusak akibat letusan gunun berapi, populasinya jadi sangat menurun. Ternyata, populasi katak berdarah yang belum bisa meningkat ini juga sedikit banyak disebabkan oleh masyarakat sekitar loh. Loh? Loh??? LOH??? Kok bisa??? Oke, kenapa bisa dibilang gitu? Karena tidak ada masyarakat sekitar yang peduli pada spesies katak ini, banyak komunitas pecinta amfibi, tapi penulis belum menemukan informasi mengenai komunitas yang mulai bergerak melestarikan spesies ini.. Hmm… Sepertinya kita yang perlu untuk memulai bergerak melestarikannya, tapi bagaimana ya??

need-your-help

Jadiiii… penulis terpikir beberapa action plan nih, mulai dari action plan kecil hingga action plan  yang gak pernah dilakuin penulis sebelumnya. Apa ya?? Pertama, penulis pengen banget nih mengajak orang-orang untuk melestarikan katak spesies ini, juga mengajak untuk tidak membunuh katak ini kalau menemukannya, walaupun serem.. gimana ya cara mengajaknya?? Lewat tulisan ini dan tulisan yang lalu dong, karena lewat tulisan ini, penulis pengen banget kalian yang membaca mengerti apa sih Leptophryne cruentata itu, dimana sih habitatnya, gimana sih keadaan populasinya sekarang.. Nah dari situ penulis berharap kalian para pembaca tergerak hatinya untuk tidak membunuh katak ini kalo nemuin, karena kalian sudah membaca mengenai statusnya yang terancam punah..

Kedua, saat penulis sudah dapat lebih mandiri *eh*, penulis pengen nih nemuin komunitas pecinta amfibi, terutama katak, dan mengenalkan spesies ini ke mereka. Buat apa? Yaa tujuannya sih supaya mereka mengerti, dan apabila memungkinkan, penulis pengen mengajak komunitas tersebut untuk lebih mendalami mengenai spesies ini.. Terus langkah selanjutnya apa ya? Hmm.. Langkah selanjutnya, penulis pengen bisa membantu konservasi kata ini bersama komunitas tersebut, karena merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk mengkonservasikannya sendirian, jadi penulis juga butuh bantuan dari komunitas tersebut.. yah, kata lainnya, bergabung pada komunitas pecinta amfibi dan berusaha mencetuskan konservasi kata ini..

please-save-me

Okeee, jadi itu beberapa action plan yang mungkin dapat terwujud, karena saya sendiri juga masih mahasiswa, tidak dapat melakukan hal-hal yang muluk-muluk, jadi perlahan aja ya.. Hehe.. Terima kasih sudah membacaaa, semoga kalian juga tergerak untuk lebih peduli pada katak ini yaa..


9 responses to “Hewan Berdarah Panas Ini Butuh Pertolonganmu :(”

  1. Maria Meita says:

    Upaya konservasi yang menarik terhadap katak. Mungkin anda dapat mempublish link blog anda di media sosial lainnya agar informasi mengenai katak berdarah dapat diketahui semua orang 😊 semangatt !!

  2. Fimayri says:

    Action plannya sdh cukup bagus, tp mungkin lbih baik didirikan sebuah lembaga untuk konservasi katak darah dan habitatnya, atau bekerja sama dengan lembaga konservasi yang sudah ada.

    • lidya kristanti says:

      Halo! Terima kasih komennya. Utk mendirikan lembaga, saya tdk berani merencakan sejak dini, melainkan saya ingin melangkah perlahan terlebih dahulu dgn plan2 yg dirasa dpt diwujudkan terlebih dahulu.

  3. weimanus says:

    Ide membangun komunitasnya sangat bagus.. aksi konservasinya dibuat lbh detail lg biar lebih tertata langkah2nya 😉

  4. mariascholasticapangastuti says:

    Halo Lidya! Apakah ada rencana untuk membangun lembaga konservasi khusus Katak Berdarah agar informasi dan pelestarian dapat secara nyata terlihat?

    • lidya kristanti says:

      Halo Asti! Untuk lembaga seperti itu blm terpikir, karna utk action plan saya tdk berani terlalu muluk terlebih dahulu.. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php