Konstansius Liam Sulung

BARCODING DNA RANGKONG BADAK SEBAGAI UPAYA KONSERVASI GENETIK SATWA INDONESIA

Posted: August 21st 2017

Hallo, saya Liam ayo mampir bentar di Blogs saya. Luangkan sedikit waktu membaca dari pada membaca gosip-gosip artis di media sosial. Kali ini saya mengambil salah satu penelitian yakni “barcoding DNA Rangkong Badak sebagai upaya konservasi genetik satwa Indonesia”. Cussss simak sek………………..

Burung Rangkong Badak merupakan anggota dari genus Buceros yang mempunyai pelindung kepala berbentuk tanduk yang berwarna orange. Saat ini di Indonesia populasi Rangkong Badak semakin menurun, hal ini disebabkan berkurangnya habitat burung akibat deforestasi hutan, berkurangnya makanan tempat bersarang, dan perburuan liar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan burung Rangkong Badak berdasarkan karakter morfologi dan mengetahui sekuen gen Cytochrome-c Oxidase Sub-unit I (COI). Penelitian ini bersifat deskriptif analitik meliputi pengamatan dan pengukuran bagian tubuh dan menganalisis sekuen gen COI.

Gambar 1. Rangkong Badak

   

Gambar 2. Rangkong papan

Analisis jarak genetik (Pairwise distance) dapat menunjukkan jarak genetik anatara sampel dengan masing-masing individu yang menjadi spesies pembanding. Jarak genetik antara burung Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) dan burung Rangkong Papan (Buceros bicornis) voucher KU08011 sebesar 0,030/ ±3% dan bisa dikatakan merupakan satu spesies (intraspesies), jika lebih dari ±3% maka dikatakan interspesies atau beda spesies (interspesies), selain itu indeks similaritas burung Rangkong Badak individu 1 dengan burung Rangkong Badak 2 sebesar 96,9%, Rangkong Badak individu 1 dengan Rangkong Papan (Buceros bicornis) sebesar 96,6%, sedangkan dengan burung Rangkong Badak Individu 2 dengan Rangkong Papan (Buceros bicornis) sebesar 93,6%.

Hasil analisis dengan menggunakan BOLD System menunjukkan Rangkong Badak satu cluster dengan Rangkong Papan (Buceros bicornis) voucher GBIR140-09 dan ROMC199-07, hasil analisis rekonstruksi topologi filogenetik, jarak genetik dan BOLD system semakin memperkuat posisi sampel Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) kedua sampel yang merupakan sister spesies dari Rangkong Papan voucher GBIR140-09 dan ROMC199-07.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) yang diteliti merupakan satu spesies kemungkinan juga keduanya merupakan subspesies, namun saat ini belum bisa dilihat sampai tingkat subspesies karena tidak ada referensi mengenai gen COI Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), oleh karena itu perlu adanya analisis sekuen burung Rangkong Badak (Buceros rhinoceros) dengan menggunakan gen mitokondria lainnya misalnya gen 16S, Cytochrome-B, dan D-loop.

 

Sekian dari Liam Thanks, jika ada kekurangan harap maklum.

 

sumber: Pardani, P. A dan Rahayu, E. S. 2014. Barcoding DNA Rangkong Badak Sebagai Sebagai Upaya Konservasi Genetik Satwa Indonesia. Jurnal Ekologi Satwa 1 (1): 45-55


3 responses to “BARCODING DNA RANGKONG BADAK SEBAGAI UPAYA KONSERVASI GENETIK SATWA INDONESIA”

  1. rielumboh says:

    Hmm bagus mas liam artikelnya tentang rangkong badak, cuman sayangnya kurang dikasih ilustrasi mas jadinya saya masih belum tau rangkong badak dan rangkong papannya jika belum dikasih gambar hehe

  2. Felisia Yosie Krisan Martiani says:

    Baik, kira kira ini spesies terancam punah atau kah tidak ya? ketika sudah diketahui barcodingnya bagaimana manfaat kedepannya?

  3. trifanbudi says:

    informasi yang diberikan sudah jelas. Akan lebih baik kalau sumber paper yang digunakan dicantumkan agar jika ada yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai penelitian ini bisa mengaksesnya dengan lebih mudah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php