Action Plan Kakatua Putih (Cacatua alba)

Kakatua Putih (Cacatua alba)

Kakatua putih (Cacatua alba) merupakan kakatua dengan bulu berwarna putih, mata berwarna hitam, dan kaki serta paruh yang berwarna abu-abu gelap. Kakatua putih memiliki jambul yang jika ditegakkan akan terbuka lebar dan menyebar namun ketika diturunkan jambulnya akan terlipat dan menjadi sulit terlihat. Kakatua putih jantan memiliki iris berwarna coklat gelap sedangkan kakatua putih betina memiliki iris kemerahan. Kakatua putih betina umumnya mempunyai kepala dan paruh yang lebih kecil dibandingkan kakatua putih jantan. Kakatua putih dapat hidup 30 hingga 40 tahun.
Kakatua putih merupakan satwa asli indonesia yang berasal dari Maluku utara dan tengah, khususnya pulau Bacan, Kasiruta, Halmahera, Tidore, Ternate, dan Mandioli. Habitat kakatua putih yaitu di hutan pepohonan terbuka dan hutan lebat, bakau, rawa, dan daerah pertanian.
Kakatua putih umumnya hidup menetap dan berpasangan atau dalam sebuah kelompok kecil. Burung ini hanya memiliki ikatan erat dengan pasangannya. Makanan kakatua putih yaitu biji-bijian, buah-buahan, dan kacang-kacangan, selain itu mereka juga diketahui dapat memakan kadal atau jangkrik.
Kakatua putih adalah burung yang bersifat monogami. Musim kawin kakatua putih yaitu bulan Desember hingga Maret. Pasangan akan meninggalkan kawananannya dan mencari tempat bersarang di pohon untuk bertelur. Betina dapat bertelur dua hingga tiga butir. Telur diinkubasi selama 30 hari sampai akhirnya menetas. Kakatua putih akan matang secara seksual pada waktu enam tahun.

Menurut IUCN, status kakatua putih saat ini termasuk endangered atau terancam punah. Jumlah kakatua putih menurut IUCN diestimasikan sekitar 43.000-183.000 ekor. Jumlah spesies ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Salah satu penyebab utama berkurangnya populasi kakatua putih adalah perburuan dan penangkapan ilegal untuk diperdagangkan. Selain itu degradasi hutan untuk lahan pertanian maupun pertanian juga dapat mengancam keberadaan kakatua putih di alam. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Kakatua putih termasuk didalam satwa yang dilindungi.

Langkah konservasi burung kakatua putih yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa biologi adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya keberadaan kakatua putih bagi lingkungan dan alam sehingga jumlahnya harus dijaga agar tetap stabil dan bahkan jika bisa dapat mengalami peningkatan. Selain itu, kita dapat melakukan konservasi kakatua putih melalui berbagai macam media sosial dan menyadarkan masyarakat untuk ikut melestarikan kakatua putih. Melalui langkah konservasi yang telah kita lakukan, diharapkan masyarakat dapat ikut melestarikan kakatua putih dan tidak melakukan perburuan kakatua putih lagi di alam untuk diperjualbelikan.