Leo punya, silahkan baca

Rencana Gerakan Perlindungan Orangutan Kalimantan #savePongopygmaeus

Posted: December 6th 2014

“Saya seorang Putra asal Kalimantan Tengah, saya seorang pecinta Orangutan, mengaguminya, tapi memilih tidak akan pernah untuk memeliharanya”

3

Gambar 1. Orangutan Kalimantan

Salam hangat untuk semua pembaca, dan terimakasih untuk waktu yang kalian sisihkan demi mendapatkan informasi yang penting ini. Kenapa informasi penting?? Karenaaa… (*jengjeng) dalam tulisan kali ini, saya akan membeberkan aksi-aksi yang rencananya saya lakukan sebagai wujud nyata melakukan konservasi Orangutan dan menambah pengatahuan teman-teman semua mengenai Orangutan, khususnya Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dimana dalam tulisan-tulisan sebelumnya saya juga bahas tetapi dalam konteks yang berbeda. Penasaran apakah informasi tersebut? Bacalah tulisan saya ini dengan hati-hati, resapi, selami, dan sebar luaskanlah. Mungkin hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 sampai 15 menit bagi teman-teman membacanya, selamat membaca 🙂


Sebelumnya kita akan basa basi terlebih dahulu dan lebih mengenal Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang akan kita bahas dalam tulisan kali ini. Berikut ini deskripsi Orangutan Kalimantan menurut WWF (2011):

  • Orangutan Borneo adalah bagian dari keluarga besar kera dan merupakan mamalia arboreal terbesar.
  • Satwa ini memiliki rambut panjang dan kusut berwarna merah gelap kecoklatan, dengan warna pada bagian wajah mulai dari merah muda, merah, hingga hitam.
  • Berat Orangutan Borneo jantan dewasa bisa mencapai 50 hingga 90 kg dan tinggi badan 1,25 hingga 1,5 m. Sementara jantan betina memiliki berat 30 – 50 kg dan tinggi 1 m.
  • Bagian tubuh seperti lengan yang panjang tidak hanya berfungsi untuk meraih makanan seperti buah-buahan, tetapi juga untuk berayun dari satu pohon ke pohon lainnya, menggunakan jangkauan dan kaki untuk pegangan yang kuat.
  • Pelipis seperti bantal yang dimiliki oleh orangutan Borneo jantan dewasa membuat wajah satwa ini terlihat lebih besar. Akan tetapi, tidak semua orangutan Borneo jantan dewasa memiliki pelipis seperti bantal.
  • Jakun yang dimiliki dapat digelembungkan untuk menghasilkan suara keras, yang digunakan untuk memanggil dan memberitahu keberadaan mereka.

1

Berdasarkan statusnya di iucnredlist.org, Pongo pygmaeus tergolong dalam kategori endangered (terancam punah) yang berarti beresiko punah di alam liar yang diprediksi tinggi pada masa yang akan datang.  Sedangkan oleh CITES spesies ini diklasifikasikan kedalam kategori Appendix I (species yang dilarang untuk perdagangan komersial internasional karena sangat rentan terhadap kepunahan). Beberapa ancaman utama yang dihadapi oleh orangutan Borneo adalah kehilangan habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan dan perdagangan orangutan untuk menjadi satwa peliharaan. Dalam satu dekade terakhir, di tiap tahunnya, paling tidak terdapat 1,2 juta ha kawasan hutan di Indonesia telah digunakan untuk aktivitas-aktivitas penebangan berskala besar, pembalakan liar, serta konversi hutan untuk pertanian, perkebunan, pertambangan, dan pemukiman. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh fenomena iklim seperti badai El Nino dan musim kering yang berkepanjangan juga mengakibatkan berkurangnya populasi orangutan. Selama 2o tahun terakhir, habitat orangutan Borneo berkurang paling tidak sekitar 55 %.

Selain data-data yang saya tunjukan diatas, saya akan mengulas berita terbaru mengenai Orangutan kalimantan yang cukup menghebohkan. Dikutip dari JPNN.com, pada hari kamis 4 desember 2014 orangutan betina dewasa diantarkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dengan kondisi lengan kiri dan kaki kanan patah. Saat itu juga tim medis Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) langsung memberikan tindakan media pada orangutan tersebut. setelah dilakukan x-ray, ternyata di tubuh hewan lucu itu dipenuhi sejumlah peluru angin. Total 40 peluru bersarang di kepala dan bagian tubuh lain. Pada akhirya jumat 5 Desember 2014 Orangutan tersebut tidak tertolong lagi.

4

Gambar 2. Orangutan betina yang mengalami terusir dari hutan dan akhirnya mati

 Ya seperti itulah kondisi nyata dari keberadaan Orangutan, dimana mereka disingkirkan demi kepentingan pihak-pihak tertentu bahkan pada akhirnya mereka mati oleh akibat manusia. Dalam tulisan ini saya sebagai mahasiswa akan menguraikan aksi-aksi yang saya rencanakan sebagai bentuk “gerakan penyelamatan” Orangutan kalimantan yang mungkin dapat saya lakukan…

  • Gerakan Video “saya cinta Orangutan”

Gerakan ini dapat dilakukan dengan membuat video berdurasi singkat dan di unduh ke situs youtube, dengan harapan orang yang melihat atau menonton video tersebut akan mendapatkan informasi dan kesadaran dimana begitu terancamnya keberadaan Orangutan oleh karena kepentingan beberapa pihak. Video ini akan dibuat oleh beberapa orang (dimulai dengan saya dan teman-teman yang saya kenal dan mau bergabung), diunduh dengan judul yang sama (hanya inisial personal berbeda), dengan isi video yang sama, topik yang sama, dan pada akhir video menyatakan kalimat “saya cinta Orangutan”.  Hasil yang lebih diharapkan adalah orang-orang yang menonton video tersebut pada akhirnya juga ikut membuat video yang menyatakan mereka mencintai Orangutan sebagai bentuk partisipasi mereka terhadap gerakan konservasi Orangutan. Gerakan ini mungkin dapat saya mulai ketika saya sudah semester 7 atau semester 8, mengingat jadwal kuliah yang padat saat ini. Tidak menutup kemungkinan setelah lulus barulah saya realisasikan, karena hal ini memang benar-benar ingin saya lakukan. Jadi tunggu saja tindak lanjutnya J

  • Organisasi “Gabungan pemuda pemudi pelindung Orangutan Kalimantan”

Sebuah mimpi saya adalah membuat organisasi yang bergerak dalam konservasi orangutan, saat ini memang sudah ada lembaga swadaya masyarakat Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) atau perkumpulan lainnya yang sudah bergerak dalam konservasi Orangutan. Akan tetapi menurut saya masih kurangnya peran aktif mahasiswa yang ada di Kalimantan khususnya kalimantan Tengah dalam melakukan konservasi Orangutan. Maka saya ingin membuat organisasi “GADADI PETAN Kalimantan” (Gabungan Pemuda Pemudi Pelindung Orangutan Kalimantan). Gadadi ini akan dianggotai oleh pemuda pemudi kalimantan (untuk memulai tentunya dari Kalimantan Tengah terlebih dahulu), bayangan saya akan didominasi oleh mahasiswa-mahasiswi dari universitas yang ada di Kalimantan. Jika berhasil tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang organisasi di berbagai pulau luar Kalimantan lainnya (Amin). Sumber dana? Ya tentunya jika tidak didukung oleh pemerintah akan bersumber dari donasi-donasi pada donatur, ya kasarannya seperti itulah.

Jika hal tersebut tidak berjalan, maka organisasi yang saya bayangkan untuk saya motori adalah organisasi “Kelompok Study Orangutan” (KSO), dimana fungsinya masih sama yaitu bergerak dibidang konservasi dan edukasi mengenai Orangutan. Bedanya KSO akan berada dibawah naungan suatu fakultas atau universitas di kalimantan tengah (belum ada gambaran universitas mana) dan anggotanya tentunya adalah para mahasiswa.

Untuk rencana ini tentunya baru dapat terealisasi setelah saya lulus dari FTB Atmajaya Yogyakarta, dan sejujurnya hal ini memang mmpi saya sebagai wujud tindakan nyata saya demi kelestarian Kalimantan.

  • Mengadakan seminar “pentingnya melindungi Orangutan”

Seminar ini merupakan salah satu langkah lain setelah organisasi diatas terbentuk, dan demi menyadarkan banyak orang bahwa pentingnya untuk menjaga Orangutan yang pada akhirnya akan menguntungkan diri sendiri (dengan menjaga hutan). Seminar ini harapan saya akan dilaksanakan oleh GADADI PETAN Kalimantan ataupun KSO, dengan target mahasiswa atau bahkan kalangan umum.

  • Memberi stiker #saveOrangutansavehutanborneo

Hal ini juga merupakan salah satu aksi yang dilakukan jika organisasi yang saya rencanakan terbentuk (GADADI PETAN Kalimantan ataupun KSO). Jika kedua organisasi ini belum terbentuk, tidak masalah karna saya dapat melakukannya bersama teman-teman yang saya kenal. Dimana harapan saya stiker-stiker ini dibagikan dijalanan, bahkan kalo bisa langsung ditempelkan pada kendaraan yang melintas dengan harapan mereka sedikit tersadarkan dengan melihat atau membaca isi dari stiker tersebut.

2

Beberapa rencana aksi diatas merupakan rencana yang saya ingin lakukan sebagai wujud nyata saya dalam melakukan tindakan konservasi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Semoga saja aksi-aksi yang saya mimpikan dapat terealisasi nantinya dengan lancar dan maksimal, karena rencana aksi tersebut memang merupakan salah satu rencana yang saya lakukan setelah lulus kuliah selain rencana-rencana lainnya dan sebagai lulusan Teknobiologi (tetap aja belajarnya BIOLOGI) serta sebagai seorang pria yang ketika lahir, dan dibesarkan di Sampit (Kalimantan Tangah). Akhir kata, terimakasih telah membaca sebagian dari pemikiran dan rencana saya. Semoga para pembaca sekalian mendapatkan informasi yang menambah wawasan, berguna, dan mencerdaskan. “Amun beken itah, eweh hindai je manjaga Orangutan je tege tuh?” (“Jika bukan kita, siapa lagi yang menjaga Orangutan yang tersisa saat ini?”) Salam sejahtera, Tuhan Yesus memberkati. #selamatkanOrangutanKalimantan #SavePongopygmaeus


Sumber:

Anonim. 2014. 166 Orangutan tersingkir dari lahan sawit. http://www.jpnn.com/read/2014/12/06/273961/166-Orangutan-Tersingkir-dari-Lahan-Sawit-. Diakses pada 6 Desember 2014

http://www.iucnredlist.org

http://www.wwf.or.id/program/spesies/orangutan_kalimantan/

 


10 responses to “Rencana Gerakan Perlindungan Orangutan Kalimantan #savePongopygmaeus”

  1. agnes9 says:

    topik yang menarik. rencana aksi yang dikonsepkan juga sudah konkrit dan terstruktur. semoga rencana ini bukan hanya sekedar wacana belaka, selamat beraksi 🙂

  2. disa says:

    informasi yang sangat menarik leo 🙂
    saya sangat setuju dengan aksi-aksi yang akan kamu lakukan, kita sesama putra-putri kalimantan mempunyai mimpi yang sama terhadap keadaan yang mengancam keberaan orang hutan kalimantan, bisa kita lihat sendiri kesadaran para pemuda-pemudi kalimantan sangat kurang peka terhadap populasi orang hutan kalimanta ada yang seolah tidak mau tau dengan keadaan mengancap orang hutan, untuk mencuri perhatian pemuda-pemudi harus memiliki cara khusus yang menarik, seperti aksi-aksi yang kamu tulis diblog ini. semoga aksi ini menjadi sebuah realita… good leo!!!

  3. mariaalintar says:

    dengan menggerakkan masyarakat lokal sepertinya lebih mudah yaa , ide yang bagus nih ! 😉

  4. caterinaakila says:

    Sepertinya orang utan menjadi topik yang lagi hits di kalangan anak muda. Semakin banyak yang peduli, maka semakin banyak peluang hidup si Pongo pygmaeus. Peluang untuk menyadarkan masyarakat lokal dan mengajak mereka untuk mendukung aksimu sepertinya besar. selamat merealisasikannya!

  5. Florencia Grace Ferdiana says:

    ide yang menarik Leo. saya juga tertarik mengenai pembuatan video untuk mempromosikan upaya konservasi suatu satwa karena melalui video, maka nilai -nilai tentang satwa tersebut akan lebih mudah untuk ditangkap oleh orang lain ! ditunggu videonya ya !

  6. friskaunandy says:

    “saya cinta orangutan”

  7. leonardo says:

    Terimakasih kawan-kawan yang telah memberikan komentar, semoga rencana ini akhirnya dapat terealisasi 🙂

  8. vika says:

    Nice Information 😀
    semoga dapat terealisasikan 😀

  9. any says:

    sangat senang bisa membaca tulisan atau artikel apapun tentang orangutan termasuk tulisan dari adek leo ini. walaupun saya bukan orang kalimantan, tapi sejak belajar biologi konservasi di FTb saya jadi menyukai bahkan sangat tertarik untuk mempelajari dan melindungi orangutan. semoga tidak hanya orang kalimantan saja yang sadar dan mau menyelamatkan orangutan dari kepunahan, tapi itu adalah tugas kita semua demi masa depan hutan kalimantan dan keberadaan spesies endemik di dalamnya 🙂
    terimakasih ya leo, tulisannya sangat membantu saya dalam menulis kisah ttg orangutan yang sedang dibuat
    #SAVEORANGUTAN

  10. leonardo says:

    Trimaksih kak, saya juga senang jika tulisan saya bermanfaat 🙂
    #SAVEORANGUTAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php