Leo punya, silahkan baca

Ketika Orangutan mulai kehilangan hutan…

Posted: September 8th 2014

oraut_2

Gambar 1. Gambar bayi Orangutan

Orangutan (Pongo spp) merupakan salah satu kera besar yang masih bertahan di wilayah Asia Tenggara. Orangutan sangat tergantung dengan kondisi alam atau hutan sekitar dan membutuhkan buah-buahan sebagai sumber makanan utamanya. Saat ini populasi Orangutan yang tersisa hanya terdapat di pulau Sumatra dan Kalimantan. Saat ini populasi orangutan di kedua pulau tersebut telah di bedakan menjadi dua spesies yaitu orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Sekarang ini Orangutan termasuk dalam hewan yang langka dan juga termasuk dalam status jenis satwa yang dilindungi. Pada International Union For Conservation of Nature and Natural Recources (IUCN) Red List Edisi tahun 2002 di mana orangutan sumatera di kategorikan Critically Endangered, artinya sudah sangat terancam kepunahan, sedangkan orangutan kalimantan di kategorikan Endangered atau langka. Karena kondisi ini, pemerintah dalam negeri melakukan perlindungan hukum satwa Orangutan harus sesuai dengan Convention on International in Endangered Species of Wild Fauna and Flora. Langkah tersebut berlandaskan pada maraknya penangkapan, pembunuhan, dan perdagangan illegal terhadap satwa liar, khususnya dalam hal ini adalah Orangutan dari Negara Indonesia. Sedangkan seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Orangutan sekarang ini termasuk dalam hewan yang langka dan termasuk dalam status jenis satwa yang dilindungi.

Pada saat ini sudah ada hukum yang dibuat oleh pemerintah yang bertujuan untuk mendukung dan melakukan salah satu langkah konservasi. Salah satu contoh nyatanya adalah dibentuknya undang-undang yang berlaku di Indonesia yaitu undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, peraturan pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, dan peraturan pemerintah No. 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar serta dilindungi secara internasional oleh Convention on International in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

orangutan httpwww.all-creatures.orgaipnl-20120417-orangutans.html

Gambar 2. Ketika Orangutan diburu dan ditangkap

Dalam CITES Orangutan termasuk dalam daftar Appendices I, yang artinya spesies hewan dan tumbuhan yang ada didalam daftar Appendices I merupakan spesies yang terancam punah dan langka. Hal ini artinya penangkapan, pembunuhan, dan perdagangan komersial Oraangutan adalah dilarang. Undang-undang di Indonesia dan CITES yang secara resmi mulai di berlakukan sejak tanggal 28 Maret 1979 melalui keputusan Presiden No. 43 tahun 1978, dan undang-undang No. 5 tahun 1990. Akan tetapi sampai saat ini peraturan yang sudah ada tidak bisa secara efektif membuat berhentiya tindak penangkapan, pembunuhan, dan perdagangan illegal terhadap Orangutan. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti karena masyarakat tisak mengetahui peraturan yang ada atau bahkan masyarakat tidak peduli terhadap peraturan yang ada.

Jakarta, Indonesia: Activists dressed as orangutans

Gambar 3. Pesan yang ditujukan kepada Presiden agar melakukan penyelamatan terhadap Orangutan

Ada banyak alasan yang menyebabkan konflik antara manusia dan Orangutan, dan hal ini sangat sering terjadi. Intensitas terjadinya konflik semakin meningkat dikarenakan terjadinya perkembangan industri yang memaksa satwa-satwa disekitar kawasan industi harus meninggalkan habitat mereka. Semakin meningkatnya intensitas terjadinya konflik antara manusia dan satwa yang di lindungi dalam hal ini adalah orangutan, maka sudah saatnya pemerintah melaksanakan upaya-upaya konservatif untuk mengatasi konflik tersebut. Sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang terjadi akibat terjadinya konflik tersebut, karena dengan adanya konflik tersebut dapat dipastikan bahwa kerugian atau dampak negatif terbesar akan di alami oleh Orangutan yang merupakan salah satu unsur penyangga keberlangsungan sebuah ekosistem. “Amun beken itah, eweh hindai je manjaga Orangutan je tege tuh?” (“Jika bukan kita, siapa lagi yang menjaga Orangutan yang tersisa saat ini?”)

Sumber:

Irfan, M., Hamongpranoto, S.,  Djatmika, P. PENEGAKAN   HUKUM   TERHADAP   TINDAK   PIDANA PEMBUNUHAN SATWA ORANG UTAN YANG DILINDUNGI MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 5 TAHUN 1990 DI WILAYAH IJIN USAHA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. Jurnal Studi Kasus di Wilayah Hukum Kabupaten Kutai Kartanegara, Universitas Brawijaya Malang

(Gambar 1.) Anonim, http://www.vemale.com/inspiring/lentera/31337-foto-lucu-bayi-orangutan-yatim-piatu-asli-indonesia-lho.html

(Gambar 2.) Anonim, http://www.all-creatures.org/aip/nl-20120417-orangutans.html

(Gambar 3.) Anonim, http://teakdoor.com/famous-threads/86577-world-news-in-pictures-826.html

 

 


4 responses to “Ketika Orangutan mulai kehilangan hutan…”

  1. Krisna Dewantara says:

    Miris memang melihat hewan endemik negara sendiri kurang diperhatikan oleh masyarakat di sekitarnya, tetapi justru orang dari negara lain lebih memperhatikan dan peduli terhadap hewan yang kekerabatannya dekat dengan manusia ini.
    Saran saja, mungkin hubungan antara orangutan dan hutan lebih dibahas mengingat judulnya yang menyinggung tentang hutan.

    • leonardo says:

      Ya seperti itulah fakta yang terjadi di negara kita, mungkin perubahan bisa dimulai dari sekarang dengan kita sebagai generasi muda yang lebih menjaga hutan dan mengurangi perburuan hewan-hewan langka khususnya Orangutan.
      Untuk sarannya saya terima, dan akan lebih ditingkatkan lagi pada tulisan berikutnya. Trimakasih Krisna (y)

  2. mariaalintar says:

    padahal orang utan merupakan hewan endemik yang seharusnya bisa diperhatikan lebih oleh pemerintah. ternyata kasus nya semua hampir mirip dimana menurut beberapa pihak , eksploitasi akan memperbaiki keuangan padahal jika konservasi bisa dikelola dengan baik, potensi wisata di Indonesia tinggi sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi.
    thankyou leonardo infonya 😀

  3. richardkion says:

    kasihan juga kalau si orang utan punah. padahal kita bisa belajar banyak dari mereka. karena ada penelitian yang meneliti si orang utan kalau sedang sakit itu dia makan obat herbal apa aja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php