Laras Hedi Chintya Prabarini

Kura-Kura Hutan Sulawesi berstatus “Kritis”

Posted: December 1st 2018

Kura-kura hutan berstatus “kritis”

Pulau Sulawesi memiliki beberapa spesies endemik yang diantaranya adalah Spesies Kura-Kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwoonoi). Terdapat 2 jenis spesies lain yang ada yaitu Kura-kura Darat Sulawesi/Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii) dan Kuya Batok (Cuora amboniensis) yang sebaranya luas meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Kura-kura Hutan merupakan sepsis semi akuatik yang hidup di Hutan Sulawesi. Informasi akan ekologi dan biologi mengenai Spesies endemik ini sangat minim.

Kura-kura Hutan memilih daerah dengan keberadaan vegetasi penutup aliran sungai sebagai iklim yang cocok untuk ruang berlindung, bermain, berbiak, dan mencari sumber makan bagi kura-kura. Kura-kura hutan termasuk komunitas lotik, dimana kondisi arus deras merupakan tempat yang cocok baginya yang memiliki bentuk badan pipih dan menyukai medan terjal yang orientasinya mengarah ke hulu. Kura-kura hutan mempunyai abdan pipih yang merupakan penciri sebagai komunitas arus deras.

Kura-kura Hutan semia kuatik ini di informasikan hanya terdapat diSulawesi Tengah. Dalam pengaturan perdagangan Internasional digolongkan kedalam daftar appendiks II CITES, sedangkan dalam status populasinya dalam IUCN digolongkan kedalam critically endangered (CR) (IUCN, 2004). Ekploitasi yang terjadi untuk spesies Kura-kura Hutan adalah umunya digunakan untuk perdagangan internasional sebagai binatang piaraan, sementara didalam negeri sendiri Kura-kura Hutan diekploitasi karena daging dan tepung tempurung. Hal inilah yang menjadikan Kura-kura yuwonoi menjadi prioritas IUCN atau SSC Turtle Survival Alliance and Taxon managent Group (Innis, 2003).

Kura-kura yuwonoi mempunyai ancaman berupa daya reproduksi yang rendah, selain itu ancaman lain yang dapat menyebabkan kepunahan pada spesies ini adalah deforestasi dimana Sulawesi merupakan wilayah yang termasuk tinggi tingkat deforestasi di dunia, pembukaan Kawasan hutan menjadi Kawasan transmigrasi, ekploitasi yang berlebihan maupun eksploitasi dalam jumlah normal namun terjadi secara terus menerus (Perdagangan illegal dan konsumsi oleh etnis tertentu). Hal-hal itulah yang dapat menyebabkan kura-kura yuwonoi mengalami penurunan populasi, karena ada hubungan antara daya reproduksinya yang tidak mampu mengimbangi aktivitas eksploitasi yang menimpa dan ditambah dengan hilangnya habitat. Sekarang ini, upaya sederhana yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa dan masyarakat pada uumnya adalah ikut melestarikan satwa yang langka dengan hal yang paling sederhana seperti tidak ikut berburu satwa yang dilindungi. Mengikuti kegiatan konservasi yang diselengarakan. Serta bisa mengikuti penyuluhan tentang pentingnya satwa liar yang dilindungi dari kepunahan.

 

Daftar pustaka

Innis, C. 2003. Preliminary observations on reproductive parameters of the Sulawesi Forest Turtle (Leucochephalon yuwonoi) in captivity. Chelonian Conservation and Biology 4:154-159.

IUCN, 2004. IUCN red list of threatened species. (www.Redlist.org)


18 responses to “Kura-Kura Hutan Sulawesi berstatus “Kritis””

  1. Grace Ruvina says:

    Artikel yang sangat menarik dan banyak informasi yang bisa didapat dan diambil. Tetapi apakah sudah ada aksi yang dilakukan untuk melestarikan spesies ini dan bagaimana sikap atau peran Pemerintah terhadap menurunnya populasi kura-kura yang satu ini?

    • larashedi says:

      terimakasih grace atas tanggapanya, aksi yang dilakukan untuk saat ini adalah adanya lembaga konservasi khusus untuk kurakura seperti IUCN/SSC Tortoise and Freshwater Turtle Specialist Group, Wildlife Coservation Society (WCS), Turtle Survival Alliance (TSA), Conservation International (CI) yang memasukkan Kura-Kura Hutan Sulawesi kedalam salah satu dari 25 Kura-Kura Paling Langka dan Terancam Punah di Dunia selain itu ada juga ada CITES apendix II yang memasukan kura-kura kedalam daftarnya. dengan lembaga konservasi tersebut akan memungkinkan untuk melakukan konservasi contohnya seperti apendix II yang melarang untuk memeperjual belikan kura-kura. untuk pemerintah Indonesia sendiri setau saya kura-kura dianggap belum langka sehingga belum ada konservasi khusus untuk kura-kura, namun pemerintah Idonesia diketahui sudah bekerja sama dengan IUCN red list untuk melakukan upaya penyelamat kura-kura dari kepunahan. dan sekarang ini pemerintah mengkategorikan kura-kurahutan kedalam satwa yang dilindungi sehingga akan mengurangi terjadinya eksploitasi yang berlebihan.

  2. Edytha says:

    Terimakasih sangat bermanfaat infonya.
    Semoga generasi kita bisa saling membantu dalam hal ini.
    Menurut anda bagaimana kepedulian masyarakat sekitar terhadap species ini?

    • larashedi says:

      terimakasih edytha atas tanggapanya, sebelumnya kura-kura hutan ini tinggal didalam hutan di pulau Sulawesi, masyarakat disana memiliki polar pikir yang berbeda antara masyarakat di daerah Ganonggol dan Bangkir. Masayarakat di Ganonggol menangkap kura-kura untuk dijual pada semua ukuran dan apabila tidak laku maka akan dikonsumsi sendiri dan area penangkapan akan meluas sampai kedalam hutan. sedangan untuk daerah Bangkir masyarakatnya menangkap kura-kura yuwonoi hanya berdasarkan ukuran yang dipesan oleh keinginan pasar, jika tidak sesuai maka akan dikembalikan. sehingga dari hal tersebut bisa saya simpulkan masyarakat ada masih terdapat kepedulian secara tidak langsung terhadap kura-kura yuwonoi dengan cara mengembalikan kedalam habitatnya

  3. fransiscakrista says:

    artikel yang menarik dan informatif mengenai kura- kura yuwono yang ternyata merupakan satwa yang terancam punah.
    menurutmu, apakah upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah berdampak besar terhadap peningkatan populasi dari kura- kura yuwono?

    • larashedi says:

      terimakasih atas tanggapanya, menurut saya seharusnya peran konservasi pemerintah berdampak besar, karena pemerintah bertugas untuk menjalankan pemerintahan dengan salah satunya membuat undag-undang mengenai perlindungan satwa liar. dengan adanya undang-undang perlindungan, maka pihak yang tidak bertanggung jawab dapat dijerat dengan hukuman dan sanksi yang dijalankan. untuk sekarang, upaya pemerintah Indonesia dalam konservasi kura-kura dengan bekerja sama dengan IUCN dan menetapkan kura-kura yuwonoi sebagai hewan yang dilindungi. Hal tersebut akan ada tindak lanjut seperti hukuman bagi pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan demikian kura-kura yuwonoi dapat meminimalkan penurunan jumlah populasi.

  4. Biaggi Rakhmat Rheinan Hary says:

    Terimakasih atas informasikan tentang status konservasi kura-kura hutan sulawesi. Apa kah ada undang-undang Perlindungan untuk hewan ini?

    • larashedi says:

      terimakasih biaggi atas tanggapanya, setelah saya mencari infromasi lebih lanjut. pemerintah Indonesia sudah menerapkan undang-undang untuk hewan yang dilindungi yaitu peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 mengenai jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, yang didalamnya mencakup daftar hewan dan tumbuhan yang masuk dalam kategori dilindungi. namun sekali lagi kura-kura di Indonesia dianggap belum masuk kedalam terancam sehingga yang termasuk kedalam daftar menteri lingkungan hidup dan kehutananan salah satunya adalah Carettochelys insculpta (labi-labi moncong babi). seharusnya kura-kura yuwonoi sudah masuk kedalam daftar hewan yang perlu dilindungi karena IUCN pun sudah menetapkan kura-kura yuwonoi kedalam kategori critically endangered. maaf bila jawaban saya kurang memuaskan

  5. sriwahyuniir11 says:

    sangat menarik artikel ini. Terima kasih sudah mulai berpikir unuk mempertahankan hewan ini. Segera lakukan konservasi Laras

  6. Junina Baun says:

    Artikel nya menarik dan mudah di pahami sehingga semakin menambah pengetahuan saya, menurut mu adakah langkah nyaa yang mahasiswa bisa lakukan untuk terlibat dalam usaha konservasi?

    • larashedi says:

      terimakasih nina atas tanggapanya. iya ada, menurut saya kita sebagai mahasiswa terutama yang tertarik mengenai konservasi sangat penting dilakukan guna untuk menjaga kelestarian satwa. langkah yang harus dilakukan untuk pertama kalinya adalah dengan mengikuti penyuluhan tentang konservasi satwa liar yang terancam punah terlebih dahulu. dengan begitu kita bisa mengetahui informasi apa saja tentang satwa yang sedang terancam punah dan ketahap selanjutnya mungkin mencoba mengikuti kegiatan konservasi yang diadakan. sehingga dengan begitu kita bisa menumbuhkan rasa peduli terhadap satwa liar disekitar kita, karena mereka juga perlu dilindungi.

  7. Inggrid Kase says:

    wah menarik sekali laras tentang kura-kura hutan. sayang sekali spesies ini terancam punah. sukses ya buat rencana kedepannya.

  8. Artikelnya sangat bagus ya semoga setelah membacanya dapat menambah wawasan kita mengenai spesies yang terancam punah
    Sukses untuk program yang direncanakan ya

  9. sikharj says:

    KEREN ! saya baru mengetahui keberadaan spesies ini, namun sayangnya sudah hampir punah 🙁 terimakasih sudah membuat artikel ini, artikel ini sangat menambah ilmu untuk saya. semoga upaya yang kamu rencanakan dapat dikerjakan secara nyata yaa! semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php