Kristoforus Muda

Electronic Commerce

Posted: November 5th 2012

Kristoforus T. N. Muda

                5022

 Electronic Commerce

 Sejarah E-Commerce

1970-an: inovasi seperti electronic funds transfer (EFT) dana dikirim secara elektronis dari satu organisasi ke organisasi lain (terbatas di kalangan perusahaan besar). electronic data interchange (EDI) media transfer dokumen rutin elektronis (terjadi perluasan penggunaan termasuk perusahaan manufaktur, ritel, dan pelayanan). interorganizational system (IOS) travel reservation systems dan stock trading. Pada tahun 1969 Internet dilahirkan dari riset pemerintah AS, pada awalnya hanya untuk kalangan teknis di lembaga pemerintah, ilmuwan, dan penelitian akademis. Pada tahun 1990-an terjadi komersialisasi Internet dan pertumbuhan perusahaan dot-coms, atau Internet start-ups menjamur. Berbagai inovasi dibidang aplikasi dari penjualan online sampai e-learning bermunculan. Umumnya perusahaan besar dan sedang di AS telah memiliki situs Web. Umumnya perusahaan besar di AS telah memiliki portal lengkap. Pada tahun 1999 fokus EC bergerak dari B2C ke B2B. 2001: terjadi pergerakan fokus dari B2B ke B2E, c-commerce, e-government, e-learning, dan m-commerce.

Pengertian dan Konsep E-Commerce

E-commerce adalah proses pembelian, penjualan, atau bertukar produk, jasa dan informasi melalui jaringan computer, terutama internet.

E-commerce dapat didefinisikan dari beberapa perspektif

  • Komunikasi: pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau sarana electronik lainnya
  • Proses Bisnis: menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis fisik dengan informasi
  • Layanan: cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen
  • Kolaborasi: metoda kolaborasi antar dan intra organisasi
  • Komunitas: tempat berkumpul (mangkal) bagi anggota suatu masyarakat untuk belajar, mencari informasi, melakukan transaksi, dan berkolaborasi

Types of E-Commerce

  • Business-to-business EC (B2B)

Perusahaan melakukan transaksi online dengan perusahaan lain.

Infrastrukturnya :

  1. Internet: jaringan global
  2. Intranet: jaringan milik perusahaan atau organisasi yang menggunakan teknologi Internet, seperti protokol Internet, browser Web, dsb.
  3. Extranet: jaringan melalui Internet yang menghubungkan beberapa intranet
  • Collaborative commerce (c-commerce)

Model EC dimana beberapa individu atau kelompok berkomunikasi dan berkolaborasi secara online

  • Business-to-consumer EC (B2C)

Transaksi online terjadi antara perusahaan dengan konsumen individual

  • Consumer-to-businesses (C2B)

Model EC dimana individu menggunakan Internet untuk menjual produk atau jasa kepada perusahaan atau individu, atau untuk mencari penjual atas produk atau jasa yang diperlukannya

  • Consumer-to-consumer (C2C)

Model EC dimana konsumen menjual (bertransaksi) langsung kepada konsumen lain

  • Intrabusiness (intraorganizational) commerce

Kategori EC untuk aktivitas internal suatu organisasi yang melibatkan pertukaran barang, jasa, atau informasi antara berbagai bagian dan individu dalam perusahaan

  • Government-to-citizens (G2C) and others

Model EC dimana organisasi pemerintah membeli atau menyediakan produk, jasa, atau informasi bagi perusahaan atau individu warganegara

  • Mobile commerce (m-commerce)

Transaksi dan aktivitas EC dilakukan dengan teknologi wireless (misal telepon selular)

Pure EC VS Partial EC

Apabila segala aspek dalam sistem e-commerce itu digital maka dapat dikategorikan sebagai pure e-commerce. Selain itu, ciri lain dari pure e-commerce adalah organisasi penyelenggara benar-benar organisasi online, menggunakan model bisnis new-economy organization, dan menjual produk atau jasanya hanya secara online. Sedangkan, partial e-commerce dicirikan dengan penggabungan antara aspek digital dan tradisional/fisik, penggunaan model bisnis click and-mortar organization (penggabungan antara offline dan online), serta melakukan kegiatan-kegiatan bisnis utamanya di dunia nyata.

E-Commerce VS E-Business

E-commerce merupakan bagian dari e-busines. Cakupan e-business lebih luas disbanding e-commerce. E-business tidak terpaku pada penjualan, pembelian barang dan jasa saja seperti e-commerce tetapi meliputi seluruh proses bisnis dalam suatu organisasi/perusahaan diantaranya bekerja sama dengan mitra bisnis, melakukan transaksi electronic (pembayaran rekening, transfer, cek saldo, dll).

Electronic Payment Mechanisms

E-Payment adalah suatu sistem yang menyediakan alat-alat untuk pembayaran jasa atau barang-barang yang dilakukan di Internet. Dibandingkan dengan sistem pembayaran konvensional, pelanggan mengirimkan semua data terkait dengan pembayaran kepada pedagang yang dilakukan di internet dan tidak ada interaksi eksternal lebih lanjut antara pedagang danpelanggan. Di dunia sesungguhnya (offline), konsumen menggunakan uang tunai, cek, atau kartu kredit untuk melakukan pembelian. Hal ini juga berlaku di dunia online. Untuk mendukung fasilitas e-payment, biasanya suatu perusahaan menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga perbankan. Dengan jaringan perbankan yang begitu luas, transaksi pembelian dan pembayaran dapat dilakukan kapanpun, dimanapun, sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang dimiliki.

Beberapa contoh e Payment

  • Electronic checks

E-Checks mempunyai makna customer akan membayar kepada penjual dengan check elektronik yang dikirimkan secara elektronis dengan e-mail. Check berisi pesan yang memuat semua informasi yang diperoleh dari check yang sebenarnya tetapi bisa ditanda tangani secara digital atau surat kuasa. Tanda tangan elektronis tersebut ditulis dalam bentuk sandi dengan cara mengenkripsi melalui kunci rahasia customer. Kemudian penjual mengesahkan dengan kunci private. Pesan yang dihasilkan akan disandikan dengan kunci rahasia pihak bank hingga disediakan kunci pembayarannya.

  • Electronic credit cards

Para pengguna (atau pemegang kartu kredit) cukup memasukkan nomor validasi atas pembayaran yang ia lakukan sehingga para pedagang (merchant) bisa memproses validasi transaksi yang dilakukan tersebut. Untuk menjamin keamanan data komunikasi antara pengguna kartu kredit dan pedagang online, lalu lintas data validasi transaksi tersebut biasanya dienkripsi. Pengguna (pemilik) kartu kredit cukup memasukkan nomor kartu kreditnya, nama lengkapnya, dan tanggal kadaluwarsa kartu kreditnya, kemudian pedagang online akan memvalidasi informasi tersebut setelah mendapat persetujuan keabsahan transaksi dari perusahaan kartu kredit yang bersangkutan, kemudian barulah barang atau jasa yang dipesan akan segera dikirim ke alamat si pemesan atau pembeli.

  • Electronic cash in PC

E-Cash mempunyai makna bahwa seseorang dapat membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu computer ke computer lain . Nomor tersebut diisukan oleh sebuah bank dan merepresentasikan sejumlah uang yang sebenarnya yang mempunyai nilai tukar yang bersifat anonymous (tanpa nama) dan dapat dipakai seperti uang cash biasa.

  • Electronic wallets

Pembayaran dilakukan dengan menyimpan nomor kartu kredit anda ke hardisk dalam kondisi terenkripsi dengan aman. Pembelian dilakukan pada situs web yang mendukung e-wallet tersebut. Pada saat tombol “pay” ditekan maka proses pembayaran melalui kartu kredit akan dilakukan transaksinya secara aman oleh server perusahaan e-wallet.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php