Ftbjog

Selamatkan Kantong Semar (Nepenthes sp) “Si Pemakan Serangga” !!!

Posted: August 29th 2016

“Kantong Semar”

                                                                                                 Kingdom : Plantae

6149a-kantongsemar1Divisi      : Magnoliophyta      

Kelas       : Magnoliopsida

Ordo        : Nepenthales

Famili      : Nepenthaceae

Genus      : Nepenthes

Spesies    : Nepenthes sp

Kantong semar atau nama ilmiahnya Nepenthes sp. pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne pada tahun 1689 di Indonesia. Kantong semar termasuk dalam kingdom Plantae, tapi yang satu ini bukan tumbuhan biasa. Kantong semar tergolong dalam tumbuhan karnivora atau ada juga yang menyebutnya tumbuhan insektivora. Mengapa? Karena tumbuhan ini memiliki organ berupa kantong yang berfungsi sebagai perangkap serangga dan hewan-hewan kecil. Kantong yang merupakan modifikasi daun ini berisi cairan yang mengandung ion-ion positif sehingga ber-pH asam, juga mengandung enzim proteolase, enzim kitinase, serta mikroorganisme dekomposer yang berguna untuk mencerna serangga.

Kantong semar tumbuh dan tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian Selatan. Indonesia sendiri memiliki Pulau Kalimantan dan Sumatera sebagai surga habitat tanaman ini. Dari 64 jenis yang hidup di Indonesia, 32 jenis diketahui terdapat di Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah, dan Brunei) sebagai pusat penyebaran kantong semar. Pulau Sumatera menempati urutan kedua dengan 29 jenis yang sudah berhasil diidentifikasi. Keragaman jenis kantong semar di pulau lainnya belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan hasil penelusuran spesimen herbarium di Herbarium Bogoriense, Bogor, ditemukan bahwa di Sulawesi minimum sepuluh jenis, Papua sembilan jenis, Maluku empat jenis, dan Jawa dua jenis.

nepenthes

Kantong semar endemik Kalimantan Barat dengan status IUCN Redlist Critically Endangered. Banyak hal yang melatarbelakangi kelangkaan kantong semar, di antaranya kebakaran hutan, penebangan kayu secara eksploitatif, pengembangan pemukiman, pertanian, perkebunan serta eksploitasi yang berlebihan untuk tujuan komersil.

Status perlindungan Nepenthes di Indonesia sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya serta dalam Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, namun demikian masih ada saja oknum-oknum kebal hukum.

Kantong semar perlu dijaga kelestariannya, baik secara in-situ ataupun ex-situ. Konservasi in-situ merupakan upaya konservasi yang paling efektif. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara melestarikan kantong semar dalam habitat aslinya, sehingga tidak dibutuhkan adaptasi ke habitat yang baru. Salah satu contohnya yaitu menjadikan habitat kantong semar sebagai kawasan hutan konservasi dan sumber plasma nutfah. Kelemahan konservasi secara in-situ yaitu, (1) persebaran kantong semar sempit dan (2) apabila terjadi bencana alam seperti kebakaran hutan dapat dipastikan semua akan teranca musnah. Oleh karena konservasi in-situ perlu dilengkapi dengan konservasi ex-situ.

Konservasi ex-situ yaitu pelestarian dan perkembangbiakan di luar habitat aslinya. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara budidaya kantong semar. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kepunahan kantong semar. Dalam pelestariannya, kantong semar yang dibudidayakan dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata, sehingga dapat menambah pendapatan untuk mengembangkan budidaya kantong semar.

Upaya konservasi in-situ dan ex-situ dapat didukung dengan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Untuk menambah kampaye konservasi kantong semar, peran serta masyarkat juga diperlukan. Upaya yang dapat dilakukan oleh masyarkat yaitu mengkampanyekan kantong semar melalui even-even di daerah masing-masing seperti karnaval.

151149p

Referensi :

http://ragamorganisme.blogspot.co.id/2012/07/kantong-semar.html

Harapan dan Tantangan Konservasi Kantong Semar yang Terancam Punah: Make the ‘Killer’ Stay Alive

MENGENAL KANTONG SEMAR YANG TERANCAM PUNAH (Dari Berbagai Sumber)

http://coretanbebas.blogspot.co.id/2015/12/kantong-semar-dan-upaya-pelestariannya.html

Azwar F, Kunarso A, Rahman T. 2007. Kantong semar (nepenthes sp.) di hutan Sumatera, tanaman unik yang semakin langka. Ekspose Hasil-Hasil Penelitian; 2006 September 20 ; Padang, Indonesia. 173-181.

Bhattacharyya B, Jahri BM. 1998. Flowering Plants Taxonomy and Phylogeny. New Delhi: Narosa Publishing House.

Tjitrosoepomo G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php