krisdianti

Ekologi Molekuler di Indonesia ???

Posted: August 22nd 2017

Halo apa Kabar?

Haloo selamat datang kembali di blog ini, kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai salah satu ilmu biologi yang saat ini menjadi salah satu ilmu yang digandrungi oleh para peneliti Indonesia maupun Internasional, terkait dengan hasil yang didapatkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar ekologi khsususnya. Apa itu? Apa salah satu contoh penelitian dari ilmu tersebut di Indonesia?? Kuy simak bareng-bareng.

Indonesia Kaya

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya perikanan yang sangat luar biasa. Salah satunya adalah ikan. Hal ini didukung dengan jumlah speises ikan yang terdapat di Indonesia sekitar 1.300 speises. Sehingga tidaklah berlebihan apabila menteri perikanan yaitu Susi Pudjiastuti sangat menjaga sumber daya perikanan yang dimiliki oleh Indonesia serta selalu mengingatkan untuk mengkonsumsi ikan terutama bagi kaum muda, dan pastinya kalian tidak akan lupa dengan sepak terjang beliau dalam menjaga keutuhan dan mengembalikan kegagahan kemaritiman Indonesia dalam kancah internasional. Baiklah saya rasa cukup kita membahas tentang bu susi sang pejuang kemaritiman Indonesia.

Gambar 1. Menteri Susi (Sumber : Tempo.co, 2017)

Ekologi Molekuler bagi Perikanan

Hal yang akan dibahas lebih rinci dalam tulisan kali ini adalah mengenai peran ekologi molekuler dalam permasalahan ekologi yang dialami di Indonesia saat ini terutama dalam bidang perikanan. Apa itu ekologi molekuler? mengapa perannya menjadi penting sebagai salah satu solusi untuk menyelasikan permasalahan terutama mengenai biodeversitas Indonesia saat ini? Menurut Frelaand (2005), menyatakan bahwa ekologi merupakan salah satu bagian dari biologi yang menggunakan data genetik molekuler untuk menjawab pertanyaan dan permasalahan ekologi seperti disiplin ilmu biogeografi, genetika konservasi dan sebagainya.

Salah satu peran ekologi molekuler adalah untuk mengetahui kekayaan genetik yang ditunjukkan dengan adanya variasi genetik. Oleh karena itu ekologi molekuler memiliki peran penting dalam perikanan yaitu variasi genetik yang dimiliki oleh spesies ikan di Indonesia. Penelitian mengenai hal ini telah dilakukan oleh Azrita dkk. (2014), yaitu melakukan analisis variasi genetik pada populasi ikan Nilem (Osteochilus vittatus Cyprinidae) dengan menggunakan penanda random amplified polymorphic DNA (RAPD).

Ikan Nilem atau asang fish (O. vittatus Cyprinidae) merupakan ikan asli yang berasal dari wilayah perairan dalam Indonesia yang dimanfaatkans ebagai salah satu sumber makanan non kolesterol oleh masyakarat dan umumnya digunakan sebagai ‘ikan pribumi’ dalam pernikahan di Minangkabau. O. vittatus didapatkan dari  perairan wilayah Sumatera Barat yaitu danau Singkarak, sungai Antokan, waduk Koto Panjang. Penanda yang digunakan adalah RAPD dengan hasil yang diharapkan yaitu dapat mengetahui status genetik dari O. vittatus, dimana informasi ini penting dalam penentuan lokasi untuk budidaya O. vittatus dan domestikasi dimasa mendatang.

Gambar 2. Ikan Nilam  (Osteochilus vittatus Cyprinidae) (Sumber : Azrita dkk., 2014)

Hasil penelitian diperlihatkan pada tabel berikut ini :

Tabel 1 . Variasi genetik dari O. vittatus  berdasakan fragmen RAPD yang telah diamplifkasi dengan primer OPA-18

Parameter Danau Singkarak (1) Sungai Antokan (2) Waduk Koto Panjang (3)
Jumlah sampel 8 8 8
Variasi gen 0.1250 0.0431 0.1512
No. of polymoprhic loci 6 5 7
Persentase polimorfisme 27.2727 9.0909 40.9091

 

Selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan AMOVA  (Analysis of Molecular Variance) dengan perbedaan signifikan <0,05 yang menunjukkan terpisahnya populasi secara geografi. Hasil ini ditunjukkan dengan dendrogam TFPGA berdasarkan jarak genetik yang menunjukkan bahwa hubungan genetik paling dekat dari populasi O. vittatus antara Danau Singkarak dan Waduk Koto Panjang, sedangkan populasi O. vittatus  di Sungai Antokan cenderung memiliki hubungan yang jauh secara genetik dari keduanya.

Gambar 3. Dendrogam UPGMA dari 3 populasi O. vittatus di lokasi berbeda

Mari Tingkatkan Penelitian Molekuler di Indonesia

Penjelasan singkat diatas menunjukkan peran ekologi molekuler dalam eksplorasi dan pengembangan biodiversitas yang dimiliki oleh Indonesia sangat diperlukan, meskipun belum didukung dengan penelitian ekologi molekuler didaerah Indonesai lainnya. Jadi tunggu apa lagi gaes, mari bersama-sama belajar untuk meningkatkan penelitian  ekologi molekuler di Indonesia, salah satunya adalah dengan menjadikannya topik penelitian skripsi. Karena kekayaan Indonesia terlalu indah dan menakjubkan jika hanya untuk dimanfaatkan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Sekian tulisan singkat dari penulis kali ini. Mari berikan usaha dan karya terbaik yang kita miliki bagi Indonesia. Sampai bertemu kembali di karya berikutnya. Jangan lupa diberi komentar yaaa 🙂

Referensi

Azrita, Junaidi dan Syandri H. 2014. Genetic variation among asang fish (Osteochilus vittatus Cyprinidae) populations using random amplified polymorphic DNA (RAPD) markers. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies. 1(6) : 213 -217.

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/06/08/090882592/menteri-susi-bicara-soal-illegal-fishing-di-new-york.

Referensi
Freeland J.R. 2005. Molecular Ecology. John Wiley dan Sons Ltd., England.


One response to “Ekologi Molekuler di Indonesia ???”

  1. methodius14 says:

    waaahhhh. Jadi tempat yang berbeda bisa menentukan perbedaan variasi genetik. Terimakasih cukup membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php