krisdianti

Sungai Kapuas, Sumber Daya Yang Terabaikan di Kalimantan Barat

Posted: February 20th 2017

Provinsi Kalimantan Barat (KalBar) merupakan provinsi terbesar keempat di Indonesia dan sebagian besar merupakan dataran rendah dengan luas sekitar 146.807 Km2 dan atau sekitar 7,53 % dari luas Indonesia . Wilayah ini membentang lurus dari Utara ke Selatan sepanjang lebih dari 600 km dan sekitar 850 km dari Barat ke Timur. Dilihat dari luas menurut Kabupaten/kota, maka yang terbesar adalah Kabupaten Ketapang (35.809 km2 ata 24,39 persen) kemudian diikuti Kapuas Hulu (29.842 km2 atau 20.33 peresen), dan Kabupaten Sintang (21.635 km atau 14,74 persen), sedangkan sisanya tersebar pada 9 (sembilan) kabupaten/kota lainnya. KalBar berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Walaupun sebagian kecil wilayah KalBar merupakan perairan laut, akan tetapi KalBar memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna  yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Jumlah penduduk di Provinsi KalBar menurut sensus tahun 2004 berjumlah 4.073.304 jiwa (1,85% penduduk Indonesia).

Daerah Kaliamantan Barat termasuk dalam salah satu daerah yang dijuluki sebagai provinsi Seribu Sungai. Julukan ini selaras dengan kondisi geografis yang mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang diantaranya dapat dan sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman, walaupun prasarana jalan darat telah dapat menjangkau sebagian besar kecamatan. Sungai besar utama adalah Sungai Kapuas, yang juga merupakan sungai terpanjang di Indonesia (1.086 km), yang mana sepanjang 942 km dapat dilayari. Sungai-sungai besar lainnya adalah Sungai  Melawi  (dapat dilayari 471 km), Sungai Pawan (197 km), Sungai Kendawangan ( 128 km), Sungai Jelai (135 km), Sungai Sekadau (117 km), Sungai Sambas (233 km) dan Sungai Landak (178 km).

Gambar 1. Daerah aliran sungai di Kalimantan Barat (Sumber : Kalbarprov.go.id, 2017).

Sungai kapuas yang menjadi ikon provinsi Kalimantan barat disamping tugu khatulistiwa menyimpan potensi pengembangan budidaya perairan tawar. Sepanjang sungai kapuas saat ini telah berkembangan banyak kelompok pembudidaya yang membudidayakan ikan mas dan ikan nila menggunakan media karamba jaring apung dan karamba jaring tancap. Komoditas yang sering dan dapat dikembangkan disini adalah ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila (Oreochromis niloticus),  ikan patin (Pangasius Hypophthalmus), ikan gurame (Osphronemus goramy), ikan lele (Clarias Batrachus),  jelawat (Leptobarbus hoevenii) dan toman (Channa micropeltes). Peluang untuk pengembangan budidaya karamba jaring apung dan jaring tancap masih terbuka lebar.

Gambar 2. Potensi Sungai Kapuas sebagai salah satu destinasi wisata (Sumber : Kalbarprov.go.id, 2017)

Sungai Kapuas bermuara di selat karimata ini memiliki panjang total 1.143 km2, dan 680 km2 dari panjang total berada di KalBar ini membagi dua kabupaten Pontianak (Siantan dan Pontianak kota). Sungai ini menjadi rumah bagi 300 jenis ikan sungai, dan 25% diantaranya ikan endemik kalimantan. Potensi perikanan yang ada selain ikan konsumsi, terdapat juga budidaya ikan hias yang menjadi ikon KalBar yaitu ikan arwana (Scleropages formosus) atau dalam bahasa setempat disebut ikan silok. Budidaya ikan arwana ini tergolong budidaya skala besar. Anakan arwana akan diekspor ke China, Thailand dan Singapore. Harga untuk benih arwana jenis super red berukuran 1-2 cm berkisar antara Rp. 500,000 hingga 750.000 tergantung kecerahan warna.

Gambar 3. Sungai Kapuas (sumber : Kalbarprov.go.id, 2017).

Peran  sungai kapuas sangat primer dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Barat baik sebagai sarana transportasi maupun lahan untuk mengekplorasi kearifan lokal. Dengan adanya sungai sepanajang 1.143 km , peningkatan ekonomi masyarakat mulai meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk dan teknologi yang semakin pesat, hal ini dapat dilihat dari bagaimana perkembangan perekonomian masyarakat seperti yang diungkapkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pertumbuhan ekonomi Kalbar pada kuartal III-2015 mencapai 4,23 persen atau meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 4,10 persen. Sungai menjadi sangat penting perannya ketika sebuah daerah dilewati sungai besar yang akan berdampak baik secara ekonomi sosial dan budaya pada kehidupan sehari hari masyarakat Kalimantan Barat. Pengembangan sungai Kapuas masih memiliki banyak kendala dan masalah seperti pencemaran sungai yang tinggi oleh kegiatan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat lokal setempat untuk berperan serta dalam melestarikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki Sungai Kapuas.

Referensi

http://www.pontianakpost.co.id/surga-sungai-dan-manusia

http://www.kalbarprov.go.id/info.php?landing=2

www.worldagroforestry.org/downloads/Publications/PDFS/WP15426.pdf


One response to “Sungai Kapuas, Sumber Daya Yang Terabaikan di Kalimantan Barat”

  1. Carolina Arum Permatasari says:

    Artikel yang cukup informatif, sayang sekali keadaan sungai sudah tidak seperti dulu, mungkin diperlukan pelatihan atau semacam penyuluhan untuk melestarikan sungai Kapuas agar makhluk hidup yang ada di sungai tersebut dapat tetap hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php