Bank Syariah, BPR, BPD Mulai Beri Penundaan Cicilan Kredit

Bank Syariah, BPR, BPD Mulai Beri Penundaan Cicilan Kredit Bank Syariah, BPD, dan BPR mulai memberikan relaksasi kredit untuk meredam dampak wabah virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah bank syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memberlakukan kebijakan relaksasi penundaan bayar cicilan kredit kepada nasabah mulai hari ini, Selasa (31/3). Hal ini sejalan dengan kebijakan otoritas guna menghadapi tekanan ekonomi di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya, Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot menyatakan kebijakan relaksasi sudah mulai dilangsungkan oleh beberapa bank konvensional umum di Tanah Air sejak Senin (30/3) lalu.

“Berikut beberapa pengumuman resmi dari bank. Jangan percaya info atau pengumuman hoax yang beredar. Hubungi call center bank Anda untuk keterangan lebih lanjut,” ungkap Sekar dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

Wasit di industri jasa keuangan itu mencatat setidaknya ada 11 bank syariah yang mulai memberlakukan kebijakan relaksasi, yaitu Mandiri Syariah, BNI Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank NTB Syariah, dan PermataBank Syariah. Lalu, Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, Bank BJB Syariah, BRI Syariah, BTPN Syariah, Bank Net Syariah.

Manajemen PermataBank Syariah mengatakan relaksasi akan diberikan dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan/atau pemberian keringanan pembayaran sewa atau margin dengan kurun waktu dan syarat-syarat yang disesuaikan dengan sektor ekonomi, kriteria, dan kondisi nasabah. Selain itu, relaksasi tetap mengacu kepada ketentuan OJK dan prinsip kehati-hatian.

“Relaksasi pembiayaan dapat diberikan setelah ada kesepakatan antara nasabah dengan PermataBank sesuai dengan kondisi dan kemampuan membayar nasabah,” ungkap manajemen PermataBank Syariah.

Manajemen meminta nasabah tetap melakukan pembayaran tepat waktu melalui PermataMobileX dan/atau PermataNet sesuai perjanjian pembiayaan yang berlaku selama pengajuan relaksasi pembiayaan diproses.

Sementara Bank Muamalat menyatakan keringanan pembiayaan dapat diberikan setelah Bank Muamalat memverifikasi kelayakan dan memberikan persetujuan mengacu pada ketentuan OJK terkait sektor ekonomi, kriteria, dan kondisi nasabah yang terdampak wabah Covid-19.

This entry was posted in Finance, Informasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.