Khintan Putri

Sampah berhamburan dimana-mana…

Posted: August 22nd 2016

Kota Bandarlampung yang terdapat di Provinsi Lampung merupakan wilayah yang memiliki kepadatan penduduk 8.316 jiwa/km2..  Kota Bandarlampung juga merupakan pusat jasa, perdagangan, dan perekonomian di Provinsi Lampung. Namun, kota ini tidak luput dari adanya masalah lingkungan dalam hal kebersihan. Daerah rumah penduduk dan sekitar jalan kota bandarlampung berhamburan sampah. Dikarenakan kurangnya kesadaran penduduk akan kebersihan. Kebiasaan akan membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan, ataupun membuang sampah di sungai masih sering dilakukan masyarakat. Keadaan sungai sangat memprihatinkan, banyak sampah yang dibuang sembarangan oleh penduduk. Kawasan laut yang ada di Provinsi Lampung pun sudah tercemar oleh sampah. Yang membuat kurangnya keindahan alam di daerah pantai Pronvinsi Lampung.

gundukan-sampah_20150424_084706

Sampah memang masalah terbesar bagi lingkungan. Banyaknya sampah plastik yang dikonsumsi masyarakat yang sulit terurai. Meskipun sudah ada Dinas Kebersihan Kota Bandarlampng, tetapi masalah sampah tetap tidak mudah diatasi. Karena harus adanya bantuan dukungan dari penduduk untuk sadar dan menjaga kebersihan. Dengan membiasakan membuang sampah pada tempat pembuangan sampah atau TPA dan meninggalkan kebiasaan membuang sampah di sungai.

pekerja-dari-dinas-kebersihan-dan-pertamanan-disbertam-kota-bandar-lampung

 

Akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan membuang sampah yaitu, apabila musim penghujan tiba, kota 1513378-20130131jonkcmhujan-deras-jalan-kartini-bandar-lampung-kembali-tergenang-620X310bandarlampung mengalami banjir. Beberapa daerah di Kota Bandarlampung yang berada di wilayah rendah akan mudah terkena banjir, terutama di daerah Teluk. Banjir yang terjadi ini disebabkan karena sampah yang banyak menghambat pengaliran air. Saat hujan turun sebentarpun, timbul genangan air di sepanjang jalan. Masalah banjir ini sangat merugikan penduduk, dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit bagi penduduk. Penyakit yang umum timbul yaitu, demam berdarah, malaria, dan penyakit kulit.

Penyebab lain dari banjir adalah istem penyerapan air ke tanah di Kota Bandarlampung mengalami kesulitan. Disebabkan semakin banyak nya daerah yang dibangun gedung, rumah, dan jalan yang menggunakan aspal atau semen. Sehingga lahan tanah makin berkurang. Penyerapan air pun terhalang, dan mengakibatkan banjir.

Cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi masalah banjir yaitu dengan bergotong-royong untuk membuat aliran air. Bergotong-royong membersihkan sampah yang ada di selokan, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan agar tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2020 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php