Kharina Waty

Ikan Haruan : Iwaknya Urang Banua

Posted: March 28th 2016

Halo bebuhan kawanan yang ketuju iwak haruan (Halo teman-teman pencinta ikan). Hari ini saya akan membahas tentang Ikan Haruan, atau yang lebih di kenal dengan nama Ikan Gabus. Ikan Haruan sangat di kenal oleh masyarakat kalimantan selatan.

BIOEKOLOGI IKAN HARUAN

Ikan gabus (Channa striata) adalah salah satu ikan asli yang hidup di perairan tawar di Indonesia, seperti daerah aliran sungai di Sumatera, Kalimantan dan Jawa (Muthmainnah dkk., 2012).Ikan gabus, Channa striata (Bloch 1793) merupakan ikan air tawar yang melakukan pemijahan secara alami selama musim hujan. Pada wilayah tropis, perubahan temperatur perairan dan amplitude ketinggian permukaan air yang disebabkan oleh pergantian musim dapat menjadi trigger untuk ikan gabus dalam melakukan pemijahan (Zairin et al ., 2001).
Ikan gabus dikenal dengan banyak nama, ada yang menyebutnya sebagai ikan haruan (Melayu dan Banjar), kocolan (Betawi); bayong, bogo, licingan, kutuk (Jawa); dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793) dan ada yang menyebutnya Ophiocephalus striatus.
Adapun klasifikasi dari ikan haruan adalah sebagai berikut: kelas : Pisces
Subkelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Channidaeae
Genus : Channa
Species : Channa sriata
ikan 1

Ikan Gabus atau Ikan Haruan (Channa striata)

Ikan Gabus atau Ikan Haruan (Channa striata)

Ikan haruan termasuk jenis ikan yang dapat mengambil oksigen langsung dari udara (breathing fishes). Ikan haruan dapat bertahan hidup pada keadaan oksigen terlarut di perairan sangat rendah. Bahkan saat kemarau, ikan haruan mampu bertahan pada air yang berlumpur sekalipun. Hasil pengukuran pada tiga tipe perairan ikan haruan menunjukan kandungan oksigen terlarut berkisar antara 3,9-6,0ppm. Kandungan ammoniak berda pada kisaran 0,01-0,03ppm, jauh dibawah 2 ppm (Ramli, 2010).Pada tingkat larva makanannya adalah rotozoa dan algae. Sedangkan pada tingkat dewasa makanannya adalah ikan-ikan kecil, insekta, cacing dan udang, sehingga kadang-kadang kehadirannya sebagai penggangu bagi ikan lainnya (Wahyuningsih, 1998). Tergolong ikan buas, termasuk jenis karnivora dan ikan haruan hidup di perairan tawar dengan pH berkisar antara 4,5 – 6 dan tidak begitu dalam, terutama di sungai, danau dan rawa serta perairan payau (Asmawi, 1986).
Ikan haruan mempunyai ciri-ciri tubuhnya panjang, kepala seperti kepala ular, sirip punggung dan sirip anus panjang berdiri, bentuk sirip ekor membundar, punggung berwarna kecoklatan hampir hitam, bagian perut putih keperakan atau terang (Ramli dkk. 2010). Perbedaan ikan Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah yaitu dengan cara melihat tanda-tanda pada tubuh. Ikan Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Sedangkan ikan betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg (Bijaksana, 2012)

ikan 3

PEMANFAATAN dan POTENSI IKAN HARUAN

Pemanfaatan ikan ini dari berbagai ukuran, yaitu pada ukuran benih dimanfaatkan sebagai pakan ikan hias, dan pada ukuran konsumsi, ikan ini sangat digemari karena memiliki daging yang tebal dan rasa yang khas. Sedangkan dalam bentuk kering ikan ini diolah menjadi ikan asapan atau ikan asin (Muthmainnah dkk., 2012).Ikan haruan dimasyarakat saat ini telah diasosiasikan dengan obat. Ikan haruan diolah menjadi berbagai jenis masakan lalu di sajikan kepada keluarga yang sakit, terutama bagi yang pasca operasi. Sebenarnya, pemahaman masyarakat tentang ikan gabus sebagai obat telah dikenal sejak nenek moyang kita dahulu terutama dibeberapa daerah di Sulawesi selatan seperti wajo, pinrang dan takalar, mereka menyarankan atau berusaha menyajikan masakan ikan haruan kepada keluarga yang sakit dengan keyakinan bahwa dapat membantu penyembuhan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian telah mengungkap fakta bahwa ikan haruan memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Kandungan tersebut terdiri dari kandungan protein yang tinggi terutama albumin dan asam amino esensial, lemak khususnya asam lemak esensial, mineral khususnya zink/seng (Zn) dan beberapa vitamin yang sangat baik untuk kesehatan. Selain itu, secara klinis intervensi konsentrat protein ikan haruan dalam bentuk suplemen telah membantu mempercepat penyembuhan pasien pasca-operasi, luka bakar dan stroke pada pasien rawat inap di rumah sakit (Asfar dkk., 2014).

KONSUMSI MASYARAKAT

Haruan memang lekat dengan budaya masyarakat Banjar. Pedagang nasi kuning dan ketupat kandangan merasa kurang lengkap bila alpa menyajikan lauk berupa haruan. Bahkan Suku Banjar juga menempatkan haruan sebagai ikan papan atas. Posisinya sejajar dengan salmon di mata warga Jepang. Sejak lama menurut Dr.Ir. Untung Baksana MP, dosen Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikan haruan menjadi ikan air tawar termahal diTanah Banua.Tengok saja haruan di pasaran yang harganya mencapai Rp60.000 per kg. Itu 3 kali lipat dari sekilo lele, patin, emas dan nila yang hanya Rp 18.000 – Rp 25.000. Gurame yang disebut sebagai ikan tawar termahal di tanah Jawa pun kalah. Harga gurame Rp 35.000 per kg. Pantas haruan juga menjadi simbol status.ikan 5

PERMASALAHAN

Hambatan dalam budidaya ikan haruan adalah sulitnya memperoleh benih dan tingkat mortalitas yang tinggi dengan pertumbuhan yang lambat serta sulitnya memberi pakan. Dengan kondisi ini, usaha bididaya tidak mengutungkan dan perputaran mudal lambat, sehingga budidaya tiak berkembang. Ikan haruan merupakan ikan air tawar liar dan predator benih yang rakus dan sangat ditakuti pembudidaya ikan. Ikan ini merupakan ikan buas (carnivore) yang bersifat pemakan segala yang predator). Di alam, ikan haruan tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga ikan dewasa dan serangga air lainnya termasuk kodok.
Tentu mereka harus bersusah payah beternak haruan karena ia tergolong ikan predator yang bersifat kanibal. Riset Untung menyebut untuk memperoleh 1 kg daging haruan diperlukan lebih dari 1 kg pakan—berupa ikan kecil,serangga, udang dan cacing sehingga biaya produksi beternak haruan tinggi.
ikan 4

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa haruan di Kalimantan Selatan yang dapat diambil ‘gratis’ di alam ternyata harganya tinggi di pasaran. Meski belum ada data pasti, secara ekonomi hal itu dipahami karena jumlah permintaan haruan lebih tinggi dibanding pasokan. Itu terlihat dari tingkat konsumsi ikan masyarakat Banjar yang tergolong tinggi yaitu 43,3 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan masyarakat Yogyakarta misalnya yang tingkat konsumsi ikannya rendah, hanya 9,74 kg per kapita per tahun. Dari segi produksi, jumlah ikan haruan dari tahun ke tahun memang terus menyusut. Itu karena pola panen alami yang dilakukan petani secara tidak langsung menghambat populasi gabus di alam. Pasalnya, sekitar 90% haruan yang terperangkap di beje dan ditangkap pada musim kemarau sedang matang gonad atau bertelur. Bisa dibayangkan ribuan generasi baru ikan haruan untuk musim berikutnya ikut tertangkap dan mati.

CARA MENGATASI SECARA SEDERHANA

Cara mengatasi hal tersebut salah satunya Ikan haruan diberikan pakan probiotik, untuk mempengaruhi tingkat kanibalismenya agar menjadi sangat rendah sehingga hasil panen bisa maksimal. Dengan kandungan berbagai aktif enzim dan ramuan herbal beserta bakteri hidup dpat memacu pertumbuhan ikan secara merata sehingga pertumbuhan ikan akan seragam. Ikan yang ukurannya seragam menjadi tidak kanibal karena ikan gabus tidak dapat memakan sesamanya apabila ukurannya sama. Probiotik memiliki kandungan mikroba hidup yang akan memperbaiki sistem pencernaan ikan haruan, sehingga makanan akan terserap sempurna. Makanan yang terserap sempurna tentunya akan menambah lama rasa kenyang pada ikan haruan. Rasa kenyang pada ikan haruan akan mengurangi tingkat kanibalisme pada ikan haruan.

Apabila tangkapan di alam mulai sedikit maka petani harus menerapkan pola musiman untuk pemanenan, sehingga ikan haruan diberikan waktu untuk bereproduksi lagi terlebih pada musim hujan. Tangkapan yang berpola juga menghindari populasi ikan haruan menjadi lebih sedikit tiap tahunnya.

REFRENSI

Asmawi, S. 1986. Pemeliharaan Ikan Dalam Karamba. Gramedia, Jakarta.
Bijaksana, U. 2012. Dosmestikasi Ikan Gabus, Channa Striata, Upaya Optimalisasi Perairan Rawa Di Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal. ISSN2252-6188 Vol. 1, No.1: 92-101.
Muthmainnah, D., Nurdawati, S dan Aprianti, S.2012.Budidaya Ikan Gabus (Channa striata) dalam Wadah Karamba Di Rawa Lebak. Prosiding inSINas 1(1):1-5.
Gaffar., Karim, A., Muthmainnah, D dan Suryati, N. K. 2012. Perawatan Benih Ikan Gabus Channa striata dengan Perbedaan Padat Terbar dan Perbedaan Volume Pakan. Prosiding Insinas 2(1):10-22.
Haniffa M.A., Shaik M.S dan Rose, T.M. 1996. Induction of ovulation in Channa striatus (Bloch) by sGnRHa. Fishing Chimes . 16: 23 – 24.
Muh. Asfar , Abu Bakar Tawali dan Meta Mahendradatta. 2014. Potensi Ikan Gabus (Channa striata) Sebagai Sumber Makanan Kesehatan- review. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri II :150-154
Ramli, H. R dan Rifa,I, M.A. 2010. Telaah Food Habits, Parasit dan Bio-Limnologi Fase-Fase Kehidupan Ikan Gabus (Channa striata) Di Perairan Umum Kalimantan Selatan. Ecosystem 10 (2): 76-84.
Wahyuningsih, 1998. Pemeliharaan Ikan Lokal Dalam Keramba Terapung Oleh Masyarakat Di Sungai Rungan Desa Marang Lama Kelurahan Marang kecamatan Bukit Batu Kotamadya Palangka Raya. Skripsi. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya.
Wee KL. 1982. The biology and culture of snakeheads. Recent advances in aquaculture.Westview Press. Boulder, Colorado.
Zairin MJr, Furukawa K, Aida K. 2001. Induction of spawning in the tropical walking catfish, Clarias batrachus by controlling water level and temperature. Biotropia 16:18-27


10 responses to “Ikan Haruan : Iwaknya Urang Banua”

  1. tak ada yang menyaingi kenikmatan ikan haruan apalagi kalo dibuat masak habang.. Artikel ini sangat baik mengangkat ikan haruan karena selain proteinnya yang tinggi, ikan ini juga dapat dijadikan sebagai obat, dan juga untuk balita sangat dianjurkan untuk makan ikan ini karena kaya akan nutrisi untuk tumbuh-kembangnya

  2. linceriasitohang says:

    wahh informasi yang menarik Karin. Aku baru tau ternyata harga si haruan lebih mahal dibandingkan si gurame.Terimakasih sudah sharing
    🙂

  3. linceriasitohang says:

    sy beri skor 85 untuk kamu YEY 🙂

  4. Vivi Indriasti Freshily says:

    ini informasi yang baru buat saya bahwa ikan gabus juga memiliki sifat kanibalisme. mengenai proses budidaya di java masih jarang yang benar-benar budiaya ikan gabus. kebanyak ikan gabus ditemukan di sungai sungai besar,, ini menjadi salah satu pembelajaran sendiri

  5. Vivi Indriasti Freshily says:

    Nilainya (83)

  6. bogo6013 says:

    menarik ya, mengapa ikan yang diambil langsung dari alam menjadi lebih mahal daripada yang di budidayakan. sedangkan kesulitannya lebih terlihat pada budidaya. perlu ditelaah lagi mengapa hal ini bisa terjadi. nilaimu 81 ya 🙂

  7. bogo6013 says:

    ini ranti ya

  8. ikan gabus merupakan ikan yang menarik karena tingginya gizi yang dimiliki oleh ikan ini. nah yang mau saya tanyakan apakah ada perbedaan antara ikan gabus kalimantan dan ikan gabus di papua? karena di tempatku jayapura ikan gabus ini terkenal dan mulai punah. karena sayang sekali jika ikan gabus asli jayapura ini punah 🙁 terimakasih. nilai 81

  9. kharinawaty says:

    Ikan gabus kalimantan dan papua tidk ada bedanya. Mungkim yang membedakan tingkat konsumsi masyarakat dan perlakuan masyarakat yang menjadikan ikan gabus sebagai tingkat sosial. Dikalimantan ikan haruan ini saangat digemari namun konsumsinya tdk diimbangi dengan populasinya dialam sehingga menyebabkan populasinya sedikit dan berpotensi punah. Ikan tersebut juga ditemukan disungai2 besar dan seperti kita tau kalsel merupakan kota seribu
    sungai.

    Harga yang dialam lebih mahal karena sangat sulit untuk membudidayakan sedangkan di kalsel ikan ini menjadi primadona. Namun apabila diambil dialam ikan ini juga hanya bisa dipanen tidak bisa dibudidaya, sehingga dialam populasiny menipis dan nelayan mematok harga yang lebih tinggi.

  10. monicadewi says:

    Sangat menarik, ngeri juga ya ikan ini termasuk predator , tetapi dibalik itu ternyata ikan ini mempunyai harga yang sangat mahal. Makasih infonya
    Nilaimu 81 yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php