Kharina Waty

Batas Populasi : Kakatua Kecil Jambul Kuning Terancam Punah

Posted: December 3rd 2015

Haloooooooo teman-teman pembaca setia artikel ilmiah. Kini saya akan membahas tindak lanjut dari artikel yang saya buat sebelumnya tentang (Cacatua sulphurea). Topik yang saya ambil adalah Konservasi secara nyata dalam menjaga kepunahan dari satwa endemic Indonesia dengan nama Cacatua sulphurea atau lebih dikenal dengan nama Kakatua Kecil Jambul Kuning. Sebelum status terancam punah disandang oleh burung ini, populasi kakatua diketahui pernah berlimpah dikawasan-kawasan sebarannya diindonesia namun setelah periode tahun 1990-an populasi kakatua mengalami penurunan drastic (Agista dan Rubyanto, 2001). Kakatua jambul kuning disukai karena keindahan dan kepintarannya sehingga meningkatkan nilai rupiah.

Kakatua jarang atau bahkan tidak dijumpai sama sekali di hutan yang luasnya kurang dari 1.000 ha. Kakatua juga lebih menyukai hutan primer yang belum terganggu dengan karekter hutan berpohon besar sebagai lokasi bersarang Penyebaran kakatua lebih terkonsentrasi pada lembah-lembah karena terdapat vegetasi yang berfungsi sebagai perlindungan, suksesi, prilaku dan penyedia sumber makanan. Secara alami kakatua jambul kuning akan berkembang biak dalam bulan September sampai desember(O’berin, 2007). Menurut Cameron (2007), burung kakatua jambul kuning tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga mereka hanya memilih lubang pohon yang trsedia di alam.

Peta penyebaran Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) di Indonesia  (Agista dan Rubyanto, 2001).

Peta penyebaran Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) di Indonesia (Agista dan Rubyanto, 2001).


Mengapa bisa terjadi kepunahan pada Cacatua sulphurea ?????

Perdagangan illegal memyebabkan penurunan drastic pada Cacatua sulphurea. Selain oleh manusia terdapat faktor alami dari burung ini sendiri dimana kakatua jantan akan lebih agresif dan menyerang betina-nya. Dialam liar, kakatua betina bisa melarikan diri dari pasangan yang marah, dengan cara terbang menjauhinya. Ketika burung merasa tidak nyaman, ekspresi ketidaksenangannya bukan sekedar membuang telur atau membuang anakan, melainkan menjadi burung dengan prilaku agresif. Hal ini bisa menjadi penyebab lain turunya populasi Cacatua sulphurea dialam.

Status Konservasi Cacatua sulphurea menurut IUCN Redlist

Status Konservasi Cacatua sulphurea menurut IUCN Redlist

Konservasi Cacatua sulphurea yang sederhana seperti apa yaa?

1. Bagi para pencinta alam yang selalu keluar masuk hutan dan mengetahui bahwa disekitar hutan tersebut terdapat burung kakatua bisa dilakukan pembuatan lubang pohon sehingga dimanfaatkan burung kakatua sebagai habitat seperti Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Sebelum melakukan perjalanan ke tempat baru sebaiknya dari saudara melakukan pencarian info tentang keberadaan Cacatua sulphurea yang dilindungi di tempat tersebut.
2. Bagi para pencinta burung terutama Cacatua sulphurea, karena sifat jantan yang agresif maka sebaiknya dibuat sarang khusus untuk mencegah tindakan burung jantan menyerang betianya. Cara kedua memperhatikaneprilaku jantan dengan memasang kamera pengawas dikandangnya.
3. Menghindari kontak fisik atau mengganggu Cacatua sulphurea pada saat akan melakukan perkawinan atau bagi saudara yang menyadari memelihara Cacatua sulphurea yang terancam punah ada baiknya menyerahkannya ke BKSDA dikota anda.

Demikian beberapa cara konservasi secara sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri dan orang disekitar sudara. Marilah kita menjaga keanekaragaman fauna dan flora Indonesia yang sudah semakin banyak menyandang predikat “Hampir Punah” atau “Punah di Alam”. Bagi saudara yang ingin mengetahui status kepunahan flora dan fauna dapat mengaskes situs http://www.iucnredlist.org/ dengan memasukan nama latinnya. Sekian informasi yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadi lebih berguna dan meningkatkan kesadaran bagi pencinta flora dan fauna Indonesia. Terima Kasih.
Salam LESTARI !!!

Refrensi
Agista, D. dan Rubyanto, D. 2001. Telaah Awal Status Kakatua Kecil Jambul-Kuning (Cacatua sulphurea parvula) di Taman Nasional Komodo. BirdLife Indonesia-PHPA, Bogor.
Cameron, M. 2007. Cockatoos. CSIRO Publising, Australia.
O’berin, J. 2007. Husbandry Guidelines for Cacatua sp. EEP, England.


4 responses to “Batas Populasi : Kakatua Kecil Jambul Kuning Terancam Punah”

  1. fernandopn says:

    Terima kasih untuk informasi dan langkah konservasi sederhana yang dibagikan untuk kami, semoga langkah tersebut dapat kita lakukan bersama untuk mencegah semakin berkurangnya jumlah burung kakak tua jambul kuning ini.
    Untuk mendukung konservasi burung khususnya konservasi burung langka yang dilindungi lainnya, diperlukan pertisipasi aktif kita semua sebagai masyarakat. Salah satu partisipasi yang dapat diberikan adalah dengan melakukan pengawasan terhadapt perdagangan illegal burung-burung langka dan dilindungi diIndonesia. Untuk lebih mendukung aksi konservasi ini saya ingin sedikit berbagi tentang aksi konservasi yang saya coba rencanakan, silahkan bisa di buka link nya di http://blogs.uajy.ac.id/fernandopn/one-shoot-one-talk-for-bird-conservation-effort/. Dengan tujuan yang sama, harapannya kita dapat bekerja sama dalam menggalakan aksi konservasi ini. Terimakasih.

  2. valleryathalia says:

    berarti kepunahan dari burung ini disebabkan dari sifat alami si burung kakatua itu sendiri yaa, cukup sulit utk menangani ya kalau begitu..

    harapannya semoga action plan kamu dapat terealisasi dengan baik yaa, supaya keanekaragaman burung di Indonesia tetap terjaga, semangat! xoxo, A

  3. ayushantyhapsary says:

    informasi yang menarik tentang kakaktua kecil jambul kuning!
    sebenarnya apa yang saya fikirkan mengenai hal ini tak ubahnya hampir sama dengan yang sudah dikatakan atha..
    kemudian yang membuat sedikit tanda tanya adalah apakah salah satu usaha untuk menyerahkan kakaktua jambul kuning ke BKSDA adalah cara terbaik ? treatmen seperti apa yang akan diberikan untuk burung tersebut di BKSDA ?

    terimakasih..
    SALAM LESTARI !!!

  4. Cindy Natalia says:

    Terima kasih kharin atas informasi yang diberikan. Saya kurang tahu apakah teman-teman para pecinta alam atau para pecinta burung telah mengetahui informasi ini apa belum, saya rasa baik membagikan informasi ini terutama untuk para pecinta alam atau pecinta burung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php