Yaki : Friends, Not Food !

Hasil gambar untuk "yaki" deforestasi hutan sulawesi

Yaki atau Monyet wolai atau Monyet Hitam Sulawesi merupakan salah 1 jenis hewan mamalia endemik yang ada di Pulau Sulawesi, yang termasuk dalam kawasan Wallacea atau Indonesia Tengah. Yaki merupakan jenis monyet makaka terbesar yang ada di Pulau Sulawesi. Yaki termasuk dalam jenis hewan yang hidup secara berkelompok dalam jumlah yang besar yang terdiri dari 20-70 ekor

Berkas:Macaca nigra self-portrait (rotated and cropped).jpg

Cirinya yang khas dari yaki adalah warna seluruh tubuhnya yang hitam dan memiliki rambut berbentuk jambul di atas kepalanya, serta memiliki pantat berwarna merah muda. Ukuran tubuh Yaki enderung lebih besar dibandingkan dengan jenis monyet Sulawesi lainnya. Yaki hanya memiliki ekor sepanjang 20 sentimeter, berbeda dengan kera-kera jenis lain yang umumnya memiliki ekor relatif panjang sehingga, mereka sekilas akan nampak tidak memiliki ekor.

Yaki memakan berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, pucuk daun, biji, bunga, umbi, dan buah. Mereka juga memakan beberapa jenis serangga, moluska, invertebrata kecil, bahkan ular. Yaki dapat dijumpai di hutan primer dan sekunder, daerah pesisir maupun di dataran tinggi hingga ketinggian 2000 meter dpl.

Yaki termasuk dalam genus Macaca yang memiliki nama latin Macaca nigra. Menurut data IUCN diketahui bahwa pada tahun 2008, Yaki termasuk ke dalam klasifikasi hewan yang terancam punah (CR / Critically Endangered).

Secara legal, Yaki termasuk satwa langka yang dilindungi sistem hukum di Indonesia melalui UU No.5 tahun 1990 tentang konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP 7/1999 tentang pengaweran/perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa. Perlindungan terhadap Yaki penting untuk diberikan karena ancaman terhadap kelangsungan hidupnya semakin besar.

Hasil gambar untuk deforestasi hutan "sulawesi"

Contoh ancaman yang dihadapi oleh Yaki adalah kehilangan habitat tempat tinggalnya. Hilangnya habitat teresebut disebabkan karena adanya deforestasi hutan atau alih fungsi lahan yang dilakukan oleh manusia. Area hutan yang seharusnya menjadi habitat Yaki untuk mencari makan dan bereproduksi diubah menjadi perkebunan hingga rumah untuk manusia tinggal.

Hasil gambar untuk daging monyet sulawesi

Namun ancaman lain yang lebih membahayakan bagi keberadaan Yaki adalah perburuan liar yang dilakukan oleh masyarakat. Perburuan liar yang dilakukan untuk mendapatkan dagingnya yang kemudian akan dikonsumsi yang sangat disukai oleh masyarakat setempat. Daging Yaki dapat ditemukan dijual dengan bebas pada sejumlah pasar tradisional seperti di Minahasa dan Tomohon. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk memelihara dan meburunya untuk dikonsumsi, masyarakat sekitar tetap mengkonsumsinya kerena telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya. Pemburuan dapat dilakukan dengan menggunakan penjerat hingga dengan cara menembak Yaki dengan senapan.

Action plan yang akan saya sebagai mahasiswa Biologi yang memahami tentang konservasi adalah dengan memengadakan penyuluhan / sosialisasi tentang Yaki kepada seluruh masyarakat serta bergabung dalam forum-forum yang bergerak dalam bidang pelestarian Yaki seperti Macaca Nigra Project (MNP), Yayasan Selamatkan Yaki dan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST).

Selain itu, saya akan melakukan kampanye-kampanye yang mendukung keberadaan dan keberlangsungan hidup Yaki serta menentang / melawan adanya perburuan liar terhadap Yaki melalui media-media sosial yang ada seperti Facebook, Twitter, Instagram maupun Youtube agar lebih banyak lagi orang yang peka terhadap keberadaan Yaki di Indonesia yang telah terancam punah.

_1060489.JPG

Just another Komunitas Blogger Universitas Atma Jaya Yogyakarta site

css.php