kevinisaactunardi

PEMANFAATAN KAPUR DAN BIOGAS DI JAWA BARAT

Posted: February 19th 2017

PEMANFAATAN KAPUR DAN BIOGAS DI JAWA BARAT

Hasil gambar untuk industri kapur di jawa barat

Batu kapur merupakan salah satu mineral dalam bidang industri yang banyak digunakan oleh sektor konstruksi dan pertanian, antara lain untuk bahan bangunan, bahan penstabil jalan raya, pengapuran untuk pertanian, bahan keramik, bahan pembuatan semen dan pembuatan karbid. Dalam ilmu geologi batu kapur disebut juga sebagai batu gamping. Batu kapur dapat terjadi dengan berbagai cara, yaitu dengan cara mekanik, cara biologi dan cara kimia. Cara mekanik terjadi pada saat unsur mineral yang tertranspor air melalui sungai dan terjadi sedimentasi atau pengendapan. Cara kimia batu kapur terbentuk dalam kondisi iklim dan suasana lingkungan tertentu dalam air tawar atau asin dari mineral-mineral organik dan anorganik kemudian terakumulasi dan terendapkan. Terakhir dengan cara biologi atau organik, batu kapur terbentuk dari pengendapan cangkang atau rumah siput, foraminifera, ganggang, dan binatang kerang. Ketika hewan-hewan tersebut mati, mereka meninggalkan cangkangnya dan terakumulasi, terendapkan pada cekungan laut dangkal. Kemudian semua itu berproses sekitar jutaan tahun.

 

Hasil gambar untuk industri kapur di jawa barat

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terpadat di Pulau Jawa, mempunyai sumber daya alam yang masih melimpah yaitu kapur. Dataran yang mengandung kapur memang cukup mudah terlihat di daerah Jawa Barat khususnya di daerah jalan tol Bandung-Cirebon. Jawa Barat tidak hanya merupakan tempat dengan produksi kapur tertinggi, namun juga merupakan konsumen kapur tertinggi juga karena itulah industri perkapuran sangat besar dan maju di Jawa Barat. Tepatnya di daerah Majalengka, industri perkapuran telah memanfaatkan sumber daya yang melimpah ini sejak tahun 1960an. Proses produksinya cukup sederhana, batuan kapur yang menjadi bahan baku ditaburi garam dan dibakar dalam tungku raksasa sampai matang, lalu digiling. Hasilnya, tepung kapur bisa dijual pada industri lain, misalnya pada industri batu bata ringan. Batuan kapur yang digunakan dalam industi perkapuran di Majalengka ini didapatkan dari daerah Cirebon, Bandung, dan sekitarnya kemudian dikirim ke Majalengka untuk diproses.

Hasil gambar untuk industri kapur di jawa barat

Menariknya, salah satu industri perkapuran yang sudah cukup lama di daerah tersebut memanfaatkan gas alam/biogas sebagai bahan pembakaran yang tersedia di sekitar Cirebon pula. Gas alam ini mulai digunakan sebagai bahan bakar industry mulai tahun 1974 dan terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan batu bara atau kayu bakar. Bagi pelaku industri perkapuran, gas alam merupakan bahan bakar yang paling efisien. Selain tidak menimbulkan asap hitam, tak perlu ada gudang penyimpanan bahan bakar, dan siap digunakan setiap waktu saat dibutuhkan.

Hasil gambar untuk industri kapur di jawa barat

Pemanfaatan kapur dan biogas yang melimpah di daerah sekitar Bandung-Cirebon ini telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat seperti lahan pekerjaan yang luas karena industri kapur membutuhkan banyak tenaga kerja dan penyaluran biogas ke rumah-rumah warga sekitar juga telah meningkatkan efisiensi energi dibandingkan dengan penggunaan batu bara dan kayu bakar yang menyebabkan banyak polusi dan meninggalkan banyak limbah. Namun, industri perkapuran tersebut juga memliki dampak buruk seperti, terganggunya masyarakat sekitar karena aktivitas industri perkapuran di sekitar wilayah mereka dan kemungkinan terjadi gangguan kesehatan dari udara di sekitar industri perkapuran.

 

REFERENSI

www.kompas.com

www.pikiran-rakyat.com

www.bandung.pariwisata.id

www.blog.pasca.gunadarma.ac.id


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php