kevinisaactunardi

Si Tukang Seruduk Dari Jawa

Posted: November 1st 2016

SI TUKANG SERUDUK DARI JAWA Klasifikasi Ilmiah : Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Artiodactyla Famili: Bovidae Upafamili: Bovinae Genus: Bos Spesies: B. javanicus Wilson and Reeder (1993) mengklasifikasikan Banteng dalam keluarga Bovidae dan genus Bos. Spesies yang masih dapat dijumpai adalah: B. javanicus, B. birmanicus, B. butleri, B. discolor, B. domesticus,B. leucoprymnus, B. longicornis, B. lowi, B. porteri, B. sondaicus. Secara morfologis, Banteng dewasa memiliki panjang tubuh 190-225 cm, tinggi =160 cm dan berat badan 600-800 kg. Banteng (memperlihatkan dimorfisma seksual yang dibedakan secara morfologis. Banteng jantan (dewasa) berkulit kehitaman sedangkan yang betina coklat. Banteng jantan dan betina bercorak putih pada kaki bagian bawah, pantat, mulut dan lingkar mata. Banteng hidup dalam kelompok besar sekitar 10-30 ekor, mencari pakan pada pagi dan sore hari. Perilaku seperti merumput, berkubang, menjelajah dan istirahat selalu dilakukan sesuai dengan waktunya. Jika kelompok banteng terancam, maka seluruh anggota kelompok akan mengawasi ke arah sumber … Read more


PEMANFAATAN KAPUR DAN BIOGAS DI JAWA BARAT

Posted: February 19th 2017

PEMANFAATAN KAPUR DAN BIOGAS DI JAWA BARAT Batu kapur merupakan salah satu mineral dalam bidang industri yang banyak digunakan oleh sektor konstruksi dan pertanian, antara lain untuk bahan bangunan, bahan penstabil jalan raya, pengapuran untuk pertanian, bahan keramik, bahan pembuatan semen dan pembuatan karbid. Dalam ilmu geologi batu kapur disebut juga sebagai batu gamping. Batu kapur dapat terjadi dengan berbagai cara, yaitu dengan cara mekanik, cara biologi dan cara kimia. Cara mekanik terjadi pada saat unsur mineral yang tertranspor air melalui sungai dan terjadi sedimentasi atau pengendapan. Cara kimia batu kapur terbentuk dalam kondisi iklim dan suasana lingkungan tertentu dalam air tawar atau asin dari mineral-mineral organik dan anorganik kemudian terakumulasi dan terendapkan. Terakhir dengan cara biologi atau organik, batu kapur terbentuk dari pengendapan cangkang atau rumah siput, foraminifera, ganggang, dan binatang kerang. Ketika hewan-hewan tersebut mati, mereka meninggalkan cangkangnya dan terakumulasi, terendapkan pada cekungan laut dangkal. Kemudian semua itu berproses sekitar jutaan tahun. … Read more


CORAL CONSERVATION

Posted: December 2nd 2016

CORAL CONSERVATION Sistem lingkungan akuatik terbesar di planet bumi adalah ekosistem lautan, dimana di sekelilingnya terdapat serangkaian komunitas beserta lingkungan fisik dan kimianya. Lautan banyak memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan terutama mengenai organisme laut (Nybakken, 1988). Ekosistem terumbu karang merupakan bagian dari ekosistem laut karena menjadi sumber kehidupan bagi beraneka ragam biota laut (Dahuri, 1999). Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih, dan merupakan perairan paling produktif di perairan laut tropis, serta memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Indonesia terletak di dalam pusat keanekaragaman terumbu karang dunia, yang sering disebut juga dengan Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang. Luas ekosistem terumbu karang Indonesia diperkirakan mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12 sampai 15% dari luas terumbu karang dunia. Terumbu karang memiliki peran yang sangat besar, karena itu kerusakan ekosistem terumbu karang dapat mengakibatkan terganggunya seluruh kehidupan di laut dan pantai yang ada di wilayah tersebut. Kerusakan terumbu … Read more


Bekantan, Si Hidung Besar Dari Kalimantan

Posted: August 27th 2016

BEKANTAN Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai megabiodiversitas flora dan fauna. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan di Indonesia sangat menarik dan unik untuk dipelajari lebih lagi. Namun, dari sekian banyak satwa endemik yang ada di Indonesia, lebih dari 1000 diantaranya masuk dalam kategori “terancam punah”. Salah satunya adalah Bekantan, atau lebih dikenal sebagai monyet hidung panjang. Bekantan merupakan salah satu dari sekian banyak primata endemik yang berasal dari Kalimantan. Hewan ini mulai terancam punah sejak tahun 2000-an karena tingginya laju deforestasi/ penggundulan hutan habitat Bekantan tinggal oleh manusia untuk dijadikan lahan. Nama ilmiah : Nasalis larvatus ( Proboscis Monkey ) ( Bekantan ) Klasifikasi ilmiah bekantan adalah sebagai berikut: Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Mammalia Ordo: Primata Famili: Cercopithecidae Subfamili: Colobinae Genus: Nasalis Spesies: Nasalis larvatus Status konservasi : Endangered ( Terancam punah ) Spesies ini cenderung terkait dengan habitat seperti hutan dan sungai yang berada di dekat tepi pantai, … Read more



© 2017 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
css.php